Senin, 28 September 2026
04:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Yaochidao

sekte keagamaan rakyat Tiongkok

Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zǐ yang masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" serta "anak", "keturunan". 字 zì, yang berarti "kata" dan "simbol", merupakan kata yang berkerabat dengan 子 zǐ dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi yang berputar mengelilinginya, sehingga setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Budaya Tionghoa

Yaochidao (Hanzi:瑤池道; harfiah: 'Jalan Yaochi'), juga dikenal dengan nama badan organisasinya Asosiasi Ajaran Suci Yaochi Taiwan (台灣瑤池聖教會) atau dengan nama lama Asosiasi Welas Asih dan Kebajikan atau Cihuitang (慈惠堂), merupakan sebuah sekte keagamaan rakyat Tiongkok yang mempunyai keterkaitan dengan aliran Xiantiandao. Sekte ini memiliki pengikut yang cukup besar di Taiwan dan beroperasi sebagai asosiasi bawah tanah di Republik Rakyat Tiongkok, di mana secara teoretis dianggap sebagai sekte terlarang .[1]

Sekte ini sudah ada sebelum abad ke-20 dan berpusat pada pemujaan terhadap Xiwangmu ("Ibu Ratu dari Barat").[2]

Sejarah

Walaupun kelompok ini mengaku baru berdiri pada tahun 1949, tapi tradisi, ritual dan ajaran kelompok ini berasal dari masa yang jauh lebih lama. Kitab suci mereka yang paling dihormati, Kitab Bejana Emas Embun Giok (雨露金盤) pertama kali diterbitkan pada tahun 1880, dan isinya bersumber dari ajaran abad ke-16 tentang dewi Ibu Penyelamat.[3][4] Meski wahyu pertamanya diyakini diterima oleh seorang medium roh yang berasal dari provinsi Zhejiang, Tiongkok, sebagian besar pengikutnya sejak awal adalah orang Taiwan, termasuk cukup banyak dari kalangan Hakka.[5] Awalnya, kelompok ini hanyalah perkumpulan kecil yang sederhana. Namun dalam beberapa dekade, ia berkembang menjadi organisasi keagamaan yang besar dan terstruktur. Pada awal 1970-an, pusat utamanya berada di kota Hualien, dengan lebih dari seratus cabang di seluruh Taiwan dan ribuan anggota. Pada tahun 1980, jumlah kelompok yang terhubung dengan organisasi ini diperkirakan mencapai sekitar 400, dengan jumlah pengikut yang diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 dan sebagian besar adalah perempuan.[5]

Keyakinan

Pengikut Yaochidao meyakini bahwa semua umat manusia berasal dari alam Surga Asal (先天) dan merupakan anak-anak dari Sang Ibu Suci, Yaochi Jinmu.[4] Yaochi Jinmu dipandang sebagai penguasa tertinggi para dewa dan Buddha serta merupakan pencipta seluruh alam semesta dan manusia.[6] Dikarenakan manusia telah terlena dan mabuk dengan kenikmatan duniawi, maka telah lupa dengan kampung halaman. Oleh karena itu Ibu Suci mengutus para dewa dan Buddha untuk turun ke dunia menyampaikan ajaran, dan menyelamatkan manusia melalui wahyu-wahyu melalui tulisan roh.[7] Para pengikut Yaochidao meyakini bahwa sejarah manusia terbagi menjadi tiga tahap besar. Dalam dua tahap pertama, wahyu telah diberikan, tapi manusia gagal memperbaiki diri. Oleh karena itu pada masa tahap akhir, Yaochi Jinmu memutuskan untuk turun secara langsung dan memerintahkan semua Buddha, bodhisatwa dan dewa turun ke dunia guna menolong umat manusia. Masa penyelamatan akhir ini diyakini dimulai pada tahun 1875.[8] Setelah menerima keyakinan tersebut, anggota kelompok berkewajiban untuk menyebarkan kabar baik tersebut kepada orang lain.

Praktik

Para anggota Yaochidao mengenakan seragam berwarna biru kehijauan dan menjalankan berbagai ritual serta praktik keagamaan, termasuk peramalan melalui kitab yang dianggap mendapat ilham, pembacaan kitab suci, latihan pengembangan tubuh, praktik perantaraan dewa, serta bentuk-bentuk lain dari kegiatan religius yang bersifat karismatik, seperti arak-arakan ataupun tarian kerasukan spiritual.[9] Praktik utama yang dianggap penting oleh kelompok ini adalah praktek kerasukan seperti fuji dan tangki, yang menjadi praktik umum dari banyak kelompok sektarian Tiongkok sejak sebelum abad ke-19.[3] Biasanya ada tokoh-tokoh yang disebut sebagai pemegang chi. Peran dari pemegang chi ini adalah sebagai medium para dewa, yang kemudian akan menghasilkan berbagai wahyu mengenai ramalan, ajaran moral ataupun pesan-pesan lainnya.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Munro (1994), hlm. 271.
  2. ↑ Kristin Kupfer (16 Oktober 2001). ""Geheimgesellschaften" in der VR China: Christlich inspirierte, spirituell-religiöse Gruppierungen seit 1978" (PDF). Center for East Asian and Pacific Studies, Trier University, Germany. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-10-12. Diakses tanggal 2015-03-24.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Jordan 1985, hlm. 12.
  4. 1 2 Jordan 1986, hlm. 57.
  5. 1 2 Jordan 1985, hlm. 129.
  6. ↑ Jordan 1985, hlm. 129-130.
  7. ↑ Jordan 1986, hlm. 59-62.
  8. ↑ Jordan 1985, hlm. 138.
  9. ↑ Jordan 1985, hlm. 139.

Pranala luar

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan