Minggu, 01 November 2026
20:53 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Je Tsongkhapa

Je Tsongkhapa

Bagikan:
Je Tsongkhapa
Tsongkhapa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Kehidupan pribadi
Dikenal karenaPendiri aliran Gelug, penulis banyak karya tentang pemikiran dan praktik Buddha Tibet
Je Tsongkhapa
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Tsongkhapa (1357—1419), yang berarti "Pria dari Lembah Bawang", adalah guru Buddhisme Tibet yang masyhur. Aktivitasnya berujung pada terbentuknya mazhab Gelug. Ia juga dikenal dengan nama penobatan Lobsang Drakpa (blo bzang grags pa) atau sederhananya Je Rinpoche (rje rin po che).

Tsongkhapa mendengarkan ajaran Buddha dari para guru di seluruh tradisi Buddhisme Tibet, dan menerima garis perguruan yang diturunkan pada mazhab-mazhab utama.[1]

Inspirasinya yang utama adalah tradisi Kadampa, warisan Atisha. Berdasarkan ajaran Tsongkhapa, dua ciri yang membedakan Gelug dengan tradisi lainnya adalah:

  • Persatuan antara Sutra dengan Tantra, dan
  • Penekanan jalan selangkah demi selangkah menuju pencerahan dengan tiga jalur utama (niat tulus demi kebebasan, pembangkitan bodhicitta, dan kesadaran menuju kesunyian)

Dalam dua ajaran utamanya (lam rim chen mo dan sngags rim chen mo), Tsongkhapa dengan teliti menguraikan cara-cara tersebut dan menjelaskan bagaimana upaya seseorang agar berada dalam jalan Sutra dan Tantra.

Referensi

  1. ↑ Crystal Mirror VI: 1971, Dharma Publishing, page 464, 0-913546-59-3


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Buddhis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan