Selasa, 22 September 2026
21:42 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Atisha

Atisha

250px-Atisha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret khas Atisha yang berasal dari sebuah biara Kadampa di Tibet dan berbakat. The Metropolitan Museum of Art, New York pada tahun 1933 oleh The Kronos Collection. Dalam penggambaran grafis ini Atisha memegang naskah daun palm tipis dan panjang dengan tangan kirinya, yang mungkin melambangkan salah satu dari banyak teks penting ia tulis, dan ia membuat gerakan pengajaran dengan tangan kanannya.[1]
Templat:Buddhism
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Atiśa Shrijnana Dipankara adalah seorang guru Buddha dari Kekaisaran Pala.[2] Ia bersama kedua temannya yang lain yaitu Konchog Gyalpo dan Marpa adalah salah satu tokoh besar dalam pembentukan garis keturunan Sarma di Tibet setelah represi agama Budha oleh Raja Langdarma.[2] Atisha lahir pada tahun 980 di desa Vajrayogini di Bikrampur, wilayah timur laut Benggala (saat ini adalah Bangladesh).[2] Dengan ama aslinya Dipangkara Srijnana.[3] Beberapa sumber mengindikasikan bahwa Atisha lahir pada tahun 982 dan meninggal pada tahun 1054.[2] Semasa hidupnya, ia sangat berpengaruh dalam filsafat Buddhis dan juga spiritual.[4] Ia digambarkan sebagai seorang spiritualis yang dapat mencerahkan individu lainnya.[4] Selain itu, kehidupan spiritual dari Atisha ditunjukkannya dengan ciri kehidupan memberikan kasih sayang kepada orang-orang disekitarnya baik orang yang memiliki agama sama dengannya ataupun yang berbeda agama.[4] Kepeduliannya pada orang lain ia tunjukkan juga dalam perannya membantu orang lain yang sedang menghadapi situasi sulit, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan sosial.[4] Sebelum berangkat ke Thibet, ia belajar selama 11 tahun di Sriwijaya, di Suwarnadwipa di Malayagiri di bawah pimpinan Dharmakirtti, pendeta agung kebudhaan di Suwarnadwipa (Sumatra) dan tinggal di Sumatra sekitar 10111023.[3]

Referensi

  1. "Portrait of Atisha [Tibet (a Kadampa monastery)] (1993.479)". Timeline of Art History. New York: The Metropolitan Museum of Art, 2000–. Oktober 2006. Diakses tanggal 2016-01-17.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 (Inggris)Mircea Aliade. 1987. The Encyclopedia of Religion. New York: Macmillan Publishing Company. Pg.492.
  3. 1 2 Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia Volume 1. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
  4. 1 2 3 4 (Inggris)Wendy Doniger. 2006. Britannica Encyclopedia of World Religion. London: Encyclopedia Britannica. pg.89.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan