Senin, 21 September 2026
23:54 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Hsing Yun

Hsing Yun

biksu asal Taiwan

Hsing Yun
星雲
250px-%E6%98%9F%E9%9B%B2%E5%A4%A7%E5%B8%AB2009IBPS.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hsing Yun pada 2009
GelarMaster Yang Dimuliakan
Kehidupan pribadi
Lahir
Li Guoshen

(1927-08-19)19 Agustus 1927
Meninggal5 Februari 2023(2023-02-05) (umur 95)
KebangsaanTiongkok
Nama lainMo Jia (nama pena)
MazhabBuddha Chan
Garis keturunanAliran Linji
(generasi ke-48)
Posisi senior
GuruZhi Kai
Posting saat iniPenasihat spiritual Fo Guang Shan
PenerusHsin Ping
Hsin Ting
Hsin Pei
Murid

Hsing Yun (Hanzi:星雲大師; Pinyin:Xīngyún Dàshī; Pe̍h-ōe-jī:Seng-hûn tāi su; 19 Agustus 1927  5 Februari 2023) adalah seorang biksu Buddha Tiongkok dan pendiri Fo Guang Shan, sebuah gerakan agama baru besar, serta berafiliasi pada Ikatan Terang Buddha Internasional. Hsing Yun adalah seorang pemegang garis penerus aliran Linji Buddha Chan generasi keempat puluh delapan dari Master Zhi Kai, gurunya. Ia menjabat sebagai direktur dan kepala biara ordo tersebut pada masa jabatan pertama, kedua dan ketiga sebelum secara sukarela mengundurkan diri dari jabatannya pada 1985 untuk digantikan oleh muridnya, Hsin Ping.[1]

Hsing Yun dikenal karena filsafat "Buddhisme Humanistik"nya yang dikembangkan oleh ordo Fo Guang Shan[2]

Di Taiwan, Hsing Yun dikenal karena aktivitasnya dalam urusan politik, utamanya pada kebijakan satu Tiongkok serta legislasi pemerintahan yang didukung oleh Kuomintang, dan sering dikritik karena pandangannya terhadap kemerdekaan Taiwan dan figur-figur keagamaan. Ia adalah seorang figur pada kontroversi keuangan kampanye Amerika Serikat 1996 yang melibatkan Wakil Presiden AS Al Gore dan sebuah kunjungan pada Kuil Hsi Lai, cabang A.S. dari organisasi Hsing Yun.[3][4]

Kehidupan awal dan karier

Hsing Yun lahir pada hari ke-22 pada bulan ketujuh (19 Agustus dalam standar Barat), 1927 di provinsi Jiangsu di Tiongkok dengan nama Li Guoshen (李國深). Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, dengan seorang kakak laki-laki, seorang kakak perempuan, dan seorang adik laki-laki. Ayahnya meninggalkan rumah untuk urusan bisnis dan tidak pernah kembali. Ketika ibunya, yang merupakan penganut Buddha, memutuskan untuk mencari suaminya, ia pergi ke Nanjing.

Fo Guang Shan

Pada 1967, Hsing Yun menggunakan lebih dari 30 hektar di Kotapraja Ta Shu, Wilayah Kaohsiung sebagai tempat pembuatan sebuah biara. Upacara peletakan batu pertamanya dimulai pada 16 Mei.

Kuil Cabang

Setelah pembangunan Fo Guang Shan, beberapa negara, yang meliputi sebagian besar Taiwan, setiap wilayahnya memiliki kuil cabang Fo Guang Shan mereka sendiri. Kuil Hsi Lai (AS), Kuil Nan Tien (Australia), dan Kuil Nan Hua (Afrika Selatan) adalah negara dengan kuil cabang yang terbesar. Kuil-kuil cabang Fo Guang Shan dapat ditemukan di Amerika Serikat, Kanada, Brasil (Granja Viana, Cotia), Jepang, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Singapura, Australia (Sydney, Brisbane, Melbourne, Perth dan Wollongong), Prancis, Belanda, Afrika Selatan, Filipina, Selandia Baru (Auckland dan Christchurch), Britania Raya hingga Indonesia.

Menjadi Kepala Biara: 1967-1985

Pada permulaaan 1967, Hsing Yun menjabat sebagai kepala biara Fo Guang Shan untuk tiga masa jabatan pertamanya, yang bekerja untuk mempromosikan Buddhisme Humanistik. Master Hsing Yun mengumumkan abdikasinya pada 22 September 1985. Ia tak hanya menjadi kepala biara, tetapi juga memberikan transmisi dharma kepada murid paling seniornya, Hsin Ping.

Keterlibatan dalam Politik

Tidak seperti kebanyakan pemimpin Buddha di Taiwan yang membuat pernyataan dan pendapat politik mereka secara pribadi, Hsing Yun dikenal dalam keterlibatan terbukanya pada politik Taiwan dan Tiongkok, yang utamanya menyangkut pada kebijakan-kebijakan Kuomintang. Sebagai pendukung berpengaruh dari kebijakan Satu Tiongkok, pada 2009 Hsing Yun mengklaim bahwa "tidak ada orang Taiwan" dan bahwa orang-orang Taiwan "adalah orang Tiongkok."[5] pada Forum Buddhis Sedunia Kedua, yang menyebabkan keretakan antara dirinya dan orang-orang dari koalisi Pan-Hijau. Selain pernyataan tersebut, Hsing Yun mengklaim pada 2012 bahwa Kepulauan Senkaku (juga dikenal sebagai Kepulauan Diaoyutai) masuk dalam wilayah Tiongkok.[6] Ia juga mengusulkan rekonsiliasi antara Tiongkok dan Dalai Lama[7]

Pada pemilihan presiden 2008, Hsing Yun secara terbuka mendukung kandidat Kuomintang Ma Ying-jeou.[8]

Referensi

  1. "Fo Guang Shan - Abbotship". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-26. Diakses tanggal 2015-01-31.
  2. "Asia Sentinel - A Buddhist master straddles the Taiwan Straits". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-20. Diakses tanggal 2015-01-31.
  3. "Taiwan Buddhist master: 'No Taiwanese'". Diakses tanggal 2009-04-02.
  4. "Master Hsing Yun says China owns Diaoyutais". Taipei Times. 18 September 2012.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. "Taiwan monk urges China to befriend Dalai Lama".
  6. "意在言外 星雲籲幫馬找工作". 民視新聞. 2011-12-26. Diakses tanggal 2015-01-31.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Hsing Yun.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Hsing Yun.
Jabatan Buddha
Didahului oleh:
None
Kepala biara dan Direktu Fo Guang Shan
1967–1985
Diteruskan oleh:
Hsin Ping Yang Dimuliakan
Didahului oleh:
Baru dibentuk
Presiden Kehormatan Kersekutuan Orang-Orang Buddha Sedunia
Menjabat bersama dengan: K. Sri Dhammananda

1993
Diteruskan oleh:
petahana

Templat:Fo Guang Shan

Penulis Buddhis modern (dari abad ke-19 sampai sekarang)
Theravada /
Gerakan Vipassana
Mahayana
Vajrayana
Zen
Sarjana
Daftar
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan