Minggu, 20 September 2026
12:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Gerakan agama baru

gerakan keagamaan yang tumbuh pada zaman modern serta bukan bagian dari aliran keagamaan atau lembaga agama yang mapan

Gerakan agama baru atau GAB adalah istilah yang digunakan untuk merujuk kepada suatu keyakinan keagamaan atau suatu gerakan etis, spiritual atau filsafat yang masih baru yang bukan merupakan bagian dari sebuah aliran keagamaan atau lembaga agama yang mapan.

Istilah GAB mencakup berbagai gerakan yang merentang dari afiliasi kendur berdasarkan pendekatan-pendekatan baru terhadap spiritualitas atau agama hingga upaya-upaya komunitarian yang menuntut konformitas kelompok yang cukup besar serta identitas sosial yang memisahkan para pemeluknya dari masyarakat umum. Penggnaannya tidak diterima secara universal di antara kelompok-kelompok yang diberikan istilah ini.[1]

Sejarah istilahnya

250px-Seicho-No-Ie_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempat ibadat GAB Jepang Seico-no-Ie di Tokyo.

Sebagai suatu bidang studi ilmiah, studi Agama-agama Baru muncul di Jepang pada awal ledakan inovasi keagamaan setelah Perang Dunia II. Bahkan nama “agama-agama baru” adalah terjemahan langsung dari shinshūkyō (bahasa Jepang:新宗教), yang diciptakan oleh para sosiolog Jepang untuk merujuk pada fenomena ini.[2] Istilah ini kemudian diambil oleh para sarjana Barat pada tahun 1970-an sebagai istilah alternatif untuk menggantikan istilah lama kultus, yang dalam perdebatan tentang kultus pada 1970-an memperoleh konotasi menghina, dan kemudian digunakan dengan seenaknya oleh para kritikus awam untuk menghina keyakinan-keyakinan yang ajaran-ajarannya dianggap aneh atau sesat.[3]

Sejumlah pakar, khususnya dalam bidang sosiologi agama, menggunakan istilah "gerakan agama baru" untuk melukiskan agama-agama non-arus utama, sementara yang lainnya menggunakan istilah ini untuk merujuk kepada agama-agama yang tidak berbahaya sementara istilah "kultus" untuk kelompok-kelompok – baik agama, psikoterapeutik, politik ataupun komersial – yang mereka yakini sangat manipulatif dan eksploitatif.[4]

Rujukan

  1. Coney, J. (1998) “A response to Religious Liberty in Western Europe oleh Massimo Introvigne” ISKON Communications Journal, 5(2)
  2. Murakami Shigeyoshi. Japanese Religion in the Modern Century. Tokyo, p. 83.
  3. Introvigne, Massimo (Juni 15, 2001). "The Future of Religion and the Future of New Religions". Diakses tanggal 2006-12-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  4. Langone, Michael D.Secular and Religious Critiques of Cults: Complementary Visions, Not Irresolvable Conflicts Diarsipkan 2008-05-03 di Wayback Machine., Diakses 22 November 2006.

Pranala luar

Wikinews bahasa Inggris memberitakan: [[Wikinews:{{{1}}}|{{{1}}}]]
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons memiliki media mengenai New religious movements.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan