Minggu, 18 Oktober 2026
11:57 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Sila (Buddhisme)

etika dan moralitas dalam Buddhisme

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Pancasila (Buddhisme) atau Astasila.
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Sila (Pali: sīla; Sanskerta: śīla), juga dikenal sebagai moralitas, latihan kemoralan, etika, akhlak, atau penahanan diri merupakan salah satu dari tiga bagian utama Jalan Mulia Berunsur Delapan dalam Buddhisme. Sila merupakan pedoman bertingkah laku yang berpegang teguh pada komitmen untuk menjaga dan memelihara keselarasan serta pengendalian diri. Dorongan utama dari sila adalah semangat antikekerasan atau terbebas dari sebab suatu kerusakan atau kesengsaraan. Sila ini sering digambarkan sebagai suatu bentuk kebajikan dan kedisiplinan moral.[1][2] Di beberapa kesempatan, sila dideskripsikan berbeda sebagai prinsip dasar,[3] sikap yang benar,[4] tanggung jawab moral,[5] disiplin moral[6] dan penerimaan.

Sīla merupakan suatu perilaku kesusilaan yang berasal dari dalam diri individu, dijalankan dengan penuh kesadaran dan niat dari dalam diri individu, serta dilaksanakan berdasarkan komitmen individu untuk menempuh jalur kebebasan dari segala penderitaan (dukkha). Sīla ini pun merupakan suatu bentuk komitmen sepenuh hati dari diri individu terhadap apa yang menjadi kebajikan. Sīla ini sendiri memiliki dua aspek yang sangat penting yang meliputi "kinerja yang tepat" (caritta) dan "pantangan yang tepat" (varitta). Selain itu, menghormati dan memuliakan ajaran-ajaran sīla dianggap sebagai hadiah atau pemberian yang agung (mahadana) terhadap sesama karena hal tersebut dapat menimbulkan suasana kehormatan, kepercayaan, dan keamanan.[7]

Pedoman moral dalam Buddhisme terangkum dalam Tipitaka dan tradisi masyarakat awal Buddhisme. Sebagian besar ahli Buddhisme menyandarkan dasar moralitas dan etika Buddhisme pada pesan-pesan Sang Buddha yang tertulis dalam Tipitaka serta bukti-bukti antropologis berupa tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat Buddhis.[8]

Dasar sila

Sumber sila atau moralitas Buddhisme di seluruh dunia adalah Tiga Permata, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha. Sang Buddha dianggap sebagai penemu dari pengetahuan pembebasan, sehingga dipandang sebagai sang guru utama. Dhamma diakui sebagai bentuk ajaran dari Sang Buddha dan juga bentuk kebenaran dari ajarannya. Sangha dipandang sebagai kaum dari orang-orang termulia (ariya) yang mengamalkan Dhamma dan telah meraih pengetahuan, sehingga mampu memberikan bimbingan dan melestarikan ajaran sang Buddha. Mempunyai pemahaman yang tepat dan benar terhadap ajaran sang Buddha merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menjalakan pedoman tingkah laku yang benar. Sang Buddha pun mengajarkan bahwa pandangan serta niat yang tepat dan benar merupakan prasyarat dari suatu tindakan yang baik ataupun terpuji.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Gethin (1998), p. 170; Harvey (2007), p. 199; Ñāṇamoli (1999), pp. 3 passim; Nyanatiloka (1988), entry for "sīla"; Diarsipkan Juni 13, 2016, di Wayback Machine Thanissaro (1999); June 1389; Nyanatiloka (1988), entry for "sīla"; and Saddhatissa (1987), pp. 54, 56.
  2. ↑ Bodhi (2005), p. 153.
  3. ↑ Gethin (1998), p. 170; Harvey (2007), p. 199; Ñāṇamoli (1999), pp. 3 passim; Nyanatiloka (1988), entry for "sīla"; Thanissaro (1999); and, Warder (2004), p. 100.
  4. ↑ Gethin (1998), p. 170.
  5. ↑ Gombrich (2002), p. 89; Nyanatiloka (1988), entry for "sīla"; and Saddhatissa (1987), pp. 54, 56.
  6. ↑ Bodhi (2005), p. 153.
  7. ↑ Living This Life Fully: Teachings of Anagarika Munindra, by Mirka Knaster Ph.D., Shambhala Publications, USA, 2010. Pg. 67
  8. ↑ Damien Keown The Nature of Buddhist Ethics Macmillan 1992; Peter Harvey An Introduction to Buddhist Ethics Cambridge University Press 2000
Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan