| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme Theravāda |
|---|
| Buddhisme |
|
|
|
|
|
Ordo (Nikāya atau Gaṇa) |
|
|
|
Dalam Buddhisme Theravāda, anupubbikathā,[a] diterjemahkan secara beragam sebagai "ajaran bertahap",[b] "khotbah bertahap",[c] "instruksi progresif",[d] dan "ceramah langkah demi langkah",[e] adalah metode yang digunakan oleh Sang Buddha Gotama untuk mengajarkan Dhamma kepada upasaka-upasika yang disesuaikan dengan daya tanggap atau kesiapannya masing-masing. Dalam pendekatan ini, Empat Kebenaran Mulia merupakan ajaran puncak. Rumusan umumnya adalah:
- Kedermawanan (dāna)
- Moralitas (sīla)
- Surga (sagga)
- Bahaya kenikmatan indrawi (kāmānaṃ ādīnava)[f]
- Pelepasan (nekkhamma)
- Empat Kebenaran Mulia (cattāri ariya-saccāni)[1]
Dalam Tripitaka Pali
Dalam Tripitaka Pali, judul dari istilah ini, pemaknaan umumnya, dan garis besarnya diberikan dalam rumusan naratif berikut (dalam bahasa Indonesia dan Pali) yang ditemukan dalam berbagai khotbah:[2][g][h]
| "Kemudian Sang Bhagavā memberikan kepada perumah tangga itu ... ajaran bertahap, yaitu: ceramah tentang dana, ceramah tentang moralitas, ceramah tentang surga; Beliau menjelaskan bahaya, kehinaan, dan kekotoran dalam kenikmatan indrawi serta manfaat pelepasan. Ketika Beliau mengetahui bahwa pikiran perumah tangga itu siap, mudah diterima, bebas dari rintangan, gembira, dan percaya diri, Beliau menguraikan kepadanya ajaran khusus para Buddha: penderitaan, asal-mulanya, lenyapnya, dan jalan."[6][i] | Atha kho bhagavā ... gahapatissa ānupubbīkathaṃ kathesi. Seyyathīdaṃ: dānakathaṃ, sīlakathaṃ, saggakathaṃ, kāmānaṃ ādīnavaṃ, okāraṃ saṅkilesaṃ, nekkhamme ānisaṃsaṃ pakāsesi. Yadā bhagavā aññāsi ... gahapatiṃ kallacittaṃ muducittaṃ vinīvaraṇacittaṃ udaggacittaṃ pasannacittaṃ, atha yā buddhānaṃ sāmukkaṃsikā dhammadesanā, taṃ pakāsesi: dukkhaṃ samudayaṃ nirodhaṃ maggaṃ.[4] | |
Rincian untuk ajaran ini diberikan dalam DN 2[7] dan, pada tingkat lebih rendah, dalam MN 27 dan MN 51.[8]
Lihat pula
- Latihan Bertahap (Anupubbasikkhā)
- Empat Kebenaran Mulia
- Jalan Mulia Berunsur Delapan
- Dīghajāṇu Sutta (AN 8.54)
- Mangala Sutta (Snp 2.4)
- Samaññaphala Sutta (DN 2)
- Tiga Latihan (Tisikkhā)
- Pariyatti, paṭipatti, paṭivedha
- Jalan menuju pembebasan dalam Buddhisme
Catatan
- ↑ Ejaan ini juga dapat ditemukan sebagai ānupubbikathā dan ānupubbīkatha. Untuk beberapa variasi ejaan dari kata Pali ini, lihat Rhys Davids & Stede 1921–25, hlm. 39, entri untuk "Anupubbikathā". Perhatikan juga bahwa dalam edisi daring La Trobe University (n.d.) dari Kanon, huruf "i" tengah dari anupubbikathā atau ānupubbikathā memiliki tanda makron (ī).
- ↑ Terjemahan "gradual instruction" digunakan, misalnya, oleh Nyanatiloka 1980, entri untuk "ānupubbī-kathā".
- ↑ Terjemahan "gradual discourse" digunakan, misalnya, dalam Walshe 1995, hlm. 215.
- ↑ Terjemahan "progressive instruction" digunakan, misalnya, dalam Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485.
- ↑ Terjemahan "step-by-step talk" digunakan dalam Thanissaro 1998 harvnb error: tanpa target: CITEREFThanissaro1998 (bantuan).
- ↑ Mengenai penerjemahan ādīnava, Bullitt menggunakan kata "kekurangan" (drawbacks), sementara Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485 menggunakan "bahaya" (danger), dan Rhys Davids & Stede 1921–25, hlm. 99 menyarankan "kerugian, bahaya" (disadvantage, danger), entri untuk "Ādīnava".
- ↑ Istilah majemuk ānupubbīkathaṃ dapat ditemukan sepuluh kali di Vinaya Piṭaka dan delapan kali di Sutta Piṭaka, termasuk: DN 3, DN 5, MN 56, MN 91, AN 8.12, AN 8.20, AN 8.21, dan Ud 5.3 dari KN.[3] Selain itu, dua contoh rumusan ini ditemukan dalam DN 14.[4]
- ↑ Dalam DN 14, pernyataan rumusan yang diidentifikasi tidak dinyatakan oleh Buddha Gotama (yang menurut Tripitaka Pali adalah Buddha ke-28), tetapi oleh Buddha Vipassī (Buddha ke-22), sehingga menegaskan bahwa Empat Kebenaran Mulia adalah "ajaran khas para Buddha," yakni termasuk para Buddha selain Buddha yang mencapai penerangan sempurna di zaman ini.[5]
- ↑ Ajaran empat bagian terakhir ini merujuk pada Empat Kebenaran Mulia
Referensi
- ↑ Bullitt 2005.
- ↑ Nyanatiloka 1980, entri untuk "ānupubbī-kathā".
- ↑ Thanissaro 1998. sfn error: tanpa target: CITEREFThanissaro1998 (bantuan)
- 1 2 La Trobe University n.d.
- ↑ Walshe 1995, hlm. 215–16.
- ↑ Ñāṇamoli & Bodhi 2001, hlm. 485.
- ↑ Thanissaro 1997. sfn error: tanpa target: CITEREFThanissaro1997 (bantuan)
- ↑ Bodhi 2005, hlm. 226.
Daftar pustaka
- Bodhi, Bhikkhu (2005). In the Buddha's Words: An Anthology of Discourses from the Pali Canon. Boston: Wisdom Publications. ISBN 0-86171-491-1.
- Bullitt, John T. (2005). "Dhamma". Access to Insight. Diakses tanggal 8 November 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - La Trobe University (n.d.). "Pali Canon Online Database". Diakses tanggal 12 November 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tahun (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Ñāṇamoli, Bhikkhu; Bodhi, Bhikkhu (2001). The Middle-Length Discourses of the Buddha: A Translation of the Majjhima Nikāya. Boston: Wisdom Publications. ISBN 0-86171-072-X.
- Nyanatiloka (1980). Buddhist Dictionary: Manual of Buddhist Terms and Doctrines. Kandy, Sri Lanka: Buddhist Publication Society. ISBN 955-24-0019-8. Diakses tanggal 10 November 2007.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Rhys Davids, T.W.; Stede, William (1921–25). The Pali Text Society's Pali–English Dictionary. Chipstead: Pali Text Society.
- Thanissaro Bhikkhu (1997). "Samaññaphala Sutta: The Fruits of the Contemplative Life (DN 2)". Access to Insight. Diakses tanggal 11 November 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Thanissaro Bhikkhu (1998). "Kutthi Sutta: The Leper (Ud. 5.3)". Access to Insight. Diakses tanggal 12 November 2007.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Walshe, Maurice (1995). The Long Discourses of the Buddha: A Translation of the Dīgha Nikāya. Boston: Wisdom Publications. ISBN 0-86171-103-3.