Sabtu, 26 September 2026
04:31 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Bhava

Kata Pali dan Sanskerta yang berarti keberadaan dan penjelmaanTemplat:SHORTDESC:Kata Pali dan Sanskerta yang berarti keberadaan dan penjelmaan
Untuk kegunaan lain, lihat Bhava (disambiguasi).
Artikel ini bukan mengenai Bhāva (Hindu).
Terjemahan dari
bhava
Indonesiakemenjadian, penjelmaan, keberadaan
Inggrisbeing, worldly existence, becoming, birth, be, production, origin;[1] habitual or emotional tendencies.
Palibhava
Sanskertaभव
(IAST: bhava)
Vietnamhữu
Daftar Istilah Buddhis
Terjemahan dari
bhāva
Inggrisperasaan, emosi, suasana hati, penjelmaan
Palibhāva
Sanskertaभाव
(IAST: bhāva)
Myanmarဘာဝ
(MLCTS: bàwa̰)
Thaiภวะ (RTGS: phawa) atau
ภาวะ (RTGS: phawa)
Khmerភព (phob) atau ភាវៈ (phiaveak)
Monဘာဝ
([həwɛ̀ʔ])
Sinhalaභව atau භවය
Daftar Istilah Buddhis

Kata Sanskerta dan Pali bhava (Dewanagari: भव) berarti kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi, keberadaan duniawi, perwujudan, pemroduksian, asal;[1] juga berarti kecenderungan kebiasaan atau emosional dalam konteks tertentu.

Dalam Buddhisme, bhava adalah mata rantai kesepuluh dari dua belas mata rantai dalam Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda).[2] Ia adalah penghubung antar-punarbawa (kelahiran kembali).[3] Dalam Tradisi Hutan Thai, bhava juga dimaknai sebagai kecenderungan kebiasaan atau emosional yang mengarah pada kemunculan rasa akan diri ("keakuan"), sebagai suatu fenomena mental.[4]

Dalam Buddhisme

Definisi kamus

Dalam Buddhisme, bhava (bukan bhāva, yang malah berarti "kondisi, alam") bermakna kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi,[5] keberadaan duniawi, perwujudan, pemroduksian, asal semula,[1] pengalaman;[3] dalam siklus kematian dan kelahiran kembali (samsara) karena suatu makhluk terkondisikan dan terdorong sedemikian rupa oleh akumulasi perbuatan berkehendaknya (kamma).[3] Kamus Concise Pali-English Dictionary mendefinisikannya sebagai keadaan eksistensi (bahasa Inggris: the state of existence).[6]

Istilah lain yang sejajar adalah bhāva (dengan ā panjang, bukan a pendek) yang berakar dari kata bhava, dan memiliki makna ganda dalam Sanskerta, yakni "pikiran, watak, dan karakter"; atau "emosi, sentimen, keadaan tubuh";[7][8] dan dalam beberapa konteks juga berarti kemenjadian, penjelmaan, keberadaan/eksistensi, kewujudan, penampakan (sekaligus menyiratkan kondisinya).[9] Kamus Concise Pali-English Dictionary mendefinisikan bhāva sebagai "kondisi (bahasa Inggris: condition); sifat-alamiah (Inggris: nature); kemenjadian (Inggris: becoming)."[6] Oleh karena itu, dalam Tradisi Hutan Thai, istilah bhava juga dimaknai sebagai kecenderungan kebiasaan atau emosional yang mengarah pada kemunculan rasa akan diri, sebagai suatu fenomena mental.[4]

Dalam Kemunculan Bersebab

  12 Mata Rantai (nidāna) 
Kemunculan Bersebab:
Ketidaktahuan (avijjā)
↓
Formasi (saṅkhārā)
↓
Kesadaran (viññāṇa)
↓
Batin-&-Jasmani (nāmarūpa)
↓
6 Landasan Indra (saḷāyatana)
↓
Kontak (phassa)
↓
Perasaan (vedanā)
↓
Nafsu (taṇhā)
↓
Kemelekatan (upādāna)
↓
Kemenjadian (bhava)
↓
Kelahiran (jati)
↓
Tua & Mati (jarā-maraṇa)

Bhava adalah mata rantai kesepuluh dari dua belas mata rantai dalam Kemunculan Bersebab (paṭiccasamuppāda) yang mendeskripsikan samsara, yakni siklus berulang dari respons kebiasaan seseorang terhadap kesan-kesan indrawi. Bhava dikondisikan oleh kemelekatan (upadāna) dan kemudian mengondisikan pembaruan jāti (kelahiran). Kelahiran biasanya ditafsirkan sebagai kelahiran kembali di salah satu alam kehidupan, yakni alam surga, setengah dewa (asura), manusia, hewan, hantu kelaparan (peta), atau neraka.[3]

“ Di sini, dengan apa kemelekatan (upādāna) mengondisikan keberadaan (bhava)?

Keberadaan terdiri dari dua faktor: ada keberadaan melalui karma (kammabhava), ada keberadaan melalui kemunculan (upapattibhava).

Di sini, apakah keberadaan melalui karma (kammabhava)? [Ada] proses berkehendak yang bajik (puññābhisaṅkhāra), proses berkehendak yang tidak bajik (apuññābhisaṅkhāra), proses berkehendak yang statis (āneñjābhisaṅkhāra). Hal ini disebut sebagai kammabhava. Semua karma yang menuju keberadaan adalah kammabhava.

Di sini, apakah keberadaan melalui kemunculan (upapattibhava)? [Ada] keberadaan dalam lingkup alam indra (kāmabhava), keberadaan dalam lingkup alam materi (rūpabhava), keberadaan dalam lingkup alam nonmateri (arūpabhava), keberadaan dengan persepsi (saññābhava), keberadaan tanpa-persepsi (asaññābhava), keberadaan dengan persepsi juga tanpa-persepsi (nevasaññānāsaññābhava), keberadaan dengan satu gugusan (ekavokārabhava), keberadaan dengan empat gugusan (catuvokārabhava), keberadaan dengan lima gugusan (pañcavokārabhava). Hal ini disebut sebagai upapattibhava. Demikian, ini adalah kammabhava dan upapattibhava.

Hal ini disebut sebagai kemelekatan (upādāna) mengondisikan keberadaan (bhava).

”
— Paritta Paṭiccasamuppādavibhaṅgo bagian Bhavaniddeso[10]

Penyebab hilangnya ingatan

Dalam kisah-kisah dari kitab Jātaka, Buddha Gotama secara didaktis mengingatkan beberapa pengikut-Nya atas pengalaman-pengalaman kehidupan yang mereka jalani bersama-Nya di kehidupan lampau. Para pendengar tersebut dikatakan tidak dapat mengingat kehidupan lampaunya karena bhava, yaitu karena telah eksis kembali.[11]

Dalam agama Hindu

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (April 2026)

Bhava muncul dalam arti penjelmaan, keberadaan, wujud, kejadian, penampakan dalam literatur Vedanga Shrauta Sutra, kitab-kitab Upanisad seperti Shvetashvatara Upanishad, Mahabharata, dan teks-teks Hindu kuno lainnya.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Monier Monier-Williams (1898), Sanskrit English Dictionary, Oxford University Press, Arsip: भव Diarsipkan 13 March 2016 di Wayback Machine., bhava
  2. ↑ Julius Evola; H. E. Musson (1996). The Doctrine of Awakening: The Attainment of Self-Mastery According to the Earliest Buddhist Texts. Inner Traditions. hlm. 67–68. ISBN 978-0-89281-553-1.
  3. 1 2 3 4 Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 499. ISBN 978-81-208-1144-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  4. 1 2 DeGraff, Geoffrey (2013). With Each & Every Breath. A Guide to Meditation (PDF). hlm. 10–11.
  5. ↑ "Definition of bhava". Digital Pāḷi Dictionary. Diakses tanggal 2026-04-14.
  6. 1 2 "Bhava, Bhāva: definitions". Wisdom Library (dalam bahasa Inggris). 2008-06-30. Diakses tanggal 2026-04-14.
  7. ↑ भव Diarsipkan 7 July 2017 di Wayback Machine., Sanskrit English Dictionary, Koeln University, Germany
  8. ↑ "Definition of bhāva". Digital Pāḷi Dictionary. Diakses tanggal 2026-04-14.
  9. 1 2 Monier Monier-Williams (1899), Sanskrit English Dictionary, Oxford University Press, Arsip: भाव Diarsipkan 13 March 2016 di Wayback Machine., bhAva
  10. ↑ Bhikkhu Ānandajoti (2016). "10: Bhavaniddeso (Definition of Continuation)". Chanting for Meditators: A Monthly Schedule from Myanmar (PDF). hlm. 164–165.
  11. ↑ Caroline A.F. Rhys Davids, Stories of the Buddha (Being Selections from the Jātakas), 1989, Dover Publications, Introduction, hlm. xix, lihat juga hlm. 2, 6, 11, dst.

Pranala luar

Didahului oleh:
Upādāna
12 mata rantai
Bhava
Diteruskan oleh:
Jāti
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan