Sabtu, 17 Oktober 2026
03:15 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Upāli

Upāli

Bagikan:
250px-Bodh_Gaya_-_Buddha_Statue_-_Upali_%289227722130%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Upali

Upāli adalah salah satu murid dari Buddha. Ia awalnya merupakan penganut Jainisme dan murid dari Mahawira. Setelah kalah berdebat dengan Buddha mengenai karma, ia mengikuti ajaran Buddha. Ajaran yang diperolehnya dari Buddha mengenai cara-cara menemukan pengajaran Buddha.

Keyakinan awal

Upāli awalnya adalah perumah-tangga yang kaya dan berpengaruh. Ia menjadi pendukung utama bagi Jainisme.[1] Ia tinggal di Nālānda dan berguru kepada tokoh Jainisme bernama Nigantha Nataputta yang bergelar Mahawira. Setelah ajaran Buddha menyebar, ia menawarkan dirinya untuk pergi menemui Sidharta Buddha Gautama untuk memberikan bantahan atas ajarannya.[1] Ia dikirim oleh Mahawira untuk berdebat mengenai kamma. Teori kamma antara Mahawira dan Buddha memang berbeda.[2] Namun, pada akhirnya ia malah terpengaruh oleh ajaran Buddha.[1]

Pengajaran dari Buddha

Upāli menerima dari Buddha ajaran tentang cara-cara menemukan pengajaran Buddha. Caranya dengan mengamati segala hal yang berkaitan dengan kekecewaan, kebosanan dan kehilangan. Ajaran Buddha juga dapat ditemukan melalui pengetahuan langsung, pencerahan dan nirwana.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 Lie, F., dan Melissa, G., ed. (2013). Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha: Majjhima Nikāya (PDF). Jakarta Barat: DhammaCitta Press. hlm. 84. ISBN 0-86171-072-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Rahula, Walpola (2019). Inilah Dhamma. Jakarta Barat: Dhammavihārī Buddhist Studies. hlm. 22.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Bhikkhu Bodhi (2015). Nurjadi, J., dan Tendean, N. (ed.). Aṅguttara Nikāya: Khotbah-Khotbah Numerikal Sang Buddha (PDF). Diterjemahkan oleh Anggara, Indra. Jakarta Barat: DhammaCitta Press. hlm. 31. ISBN 978-1-61429-040-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan