Senin, 19 Oktober 2026
11:16 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Ledi Sayadaw

Ledi Sayadaw

Tokoh utama dalam Gerakan Vipassanā Burma dalam Buddhisme Therawada

Bagikan:
Ledi Sayadaw U Ñāṇadhaja
Burma: လယ်တီဆရာတော် ဦးဉာဏဓဇ
250px-Ledi_Sayadaw_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yang Mulia Ledi Sayadaw
GelarSayadaw
Kehidupan pribadi
Lahir
Tet Khaung

1 Desember 1846 (bulan sabit ke-13 dari Nadaw 1208 ME)
Meninggal27 Juni 1923(1923-06-27) (umur 76)
KebangsaanBurma
EducationAgga Maha Pandita, D.Litt. (Hons.)
PekerjaanBiksu
Kehidupan religius
AgamaBuddhisme
MazhabTheravāda
Garis keturunanLedi
Nama darmaÑāṇadhaja
Burma: ဉာဏဓဇ
Posisi senior
Berbasis diWihara Ledi, Monywa
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Ledi Sayadaw U Ñaṇadhaja (Burma: လယ်တီဆရာတော် ဦးဉာဏဓဇ; 1 Desember 1846 – 27 Juni 1923[1]) adalah seorang biku Buddhisme Theravāda yang berpengaruh. Ia dikenal sejak usia muda sebagai orang yang ahli dalam teori (pariyatti), terutama terkait studi Abhidhamma, dan praktik (paṭipatti) Buddhisme sehingga dihormati sebagai seorang yang cendekia.[2] Ia menulis banyak buku tentang Dhamma (ajaran Buddha) dalam bahasa Burma dan buku-buku tersebut dapat diakses bahkan oleh umat awam yang serius. Oleh karena itu, ia berperan besar dalam penyebaran Dhamma ke segala lapisan masyarakat dan penghidupan kembali praktik tradisional meditasi vipassanā, menjadikannya lebih mudah diakses oleh para biku dan umat awam.[1]

Biografi

Ledi Sayadaw memulai studinya pada usia 20 tahun di Mandalay di Thanjaun.[1] Selama di sana, ia dianggap sebagai seorang biku muda yang cerdas dan ambisius,[1] tetapi karyanya bersifat akademis; tidak ada bukti bahwa Ledi Sayadaw terlibat dalam praktik meditasi serius selama bertahun-tahun di Mandalay.[1] Pada tahun 1883, setelah kebakaran besar yang menyebabkan hilangnya rumah dan karya tulisnya saat itu, ia meninggalkan Mandalay dan kembali ke desa masa mudanya.[1]

Tak lama kemudian, Sayadaw mendirikan wihara hutan di “hutan Ledi” dan mulai berlatih serta mengajarkan meditasi intensif.[1] Dari wihara inilah dia mendapatkan namanya, Ledi Sayadaw, yang berarti "guru hutan Ledi yang dihormati".[1] Pada tahun 1885, sebagai usaha melawan kolonialisme, Ledi Sayadaw menulis Nwa-myitta-sa (Burma: နွားမေတ္တာစာ), sebuah surat prosa puitis yang menyatakan bahwa umat Buddha Burma tidak boleh membunuh sapi dan memakan daging sapi karena petani Burma bergantung pada mereka sebagai hewan beban untuk mempertahankan penghidupan mereka, bahwa pemasaran daging sapi untuk konsumsi manusia mengancam kepunahan kerbau dan sapi, dan bahwa praktik tersebut tidak ramah lingkungan.[3] Dia kemudian memimpin boikot daging sapi yang sukses selama era kolonial, meskipun ada penduduk lokal yang mengonsumsi daging sapi dan memengaruhi generasi nasionalis Burma untuk mengadopsi sikap ini.[3]

Pada tahun 1900, Sayadaw menyerahkan kendali wihara dan melakukan meditasi yang lebih terfokus di gua-gua pegunungan dekat tepi Sungai Chindwin.[1]

Di waktu lain, dia juga bepergian ke seluruh Burma.[1] Berkat pengetahuannya tentang pariyatti (teori), ia mampu menulis banyak kitab tentang Dhamma dalam bahasa Pali dan Burma, seperti Paramattha-dīpanī (Panduan Kebenaran Hakiki); Nirutta-dīpanī, kitab tentang tata bahasa Pali; dan The Manuals of Dhamma. Pada saat yang sama, ia menjaga tradisi paṭipatti (latihan atau praktik) yang murni dengan mengajarkan teknik vipassanā kepada beberapa orang.

Warisan

Ledi Sayadaw adalah salah satu tokoh Buddhis Burma terkemuka pada zamannya.[4] Ia berperan penting dalam menghidupkan kembali praktik tradisional vipassanā, menjadikannya lebih mudah diakses oleh para petapa dan umat awam.[2] Banyak karyanya yang masih tersedia, termasuk terjemahannya dalam bahasa Inggris melalui Buddhist Publication Society.

Setelah Ledi Sayadaw meninggal pada tahun 1923, guru-guru berpengaruh, seperti U Ba Khin, Mother Sayamagyi, S. N. Goenka, Mahasi Sayadaw, dan banyak lainnya, menyebarkan ajaran tersebut ke Barat.[2]

Karya-karya

  • A Manual of Excellent Man
  • A Manual of Light and The Manual of the Path to Higher Knowledge: Two Expositions of the Buddha’s Teaching
  • The Requisites of Enlightenment
  • Manual of Insight (Vipassanā-dīpanī)
  • Manual of Conditional Relations (Patthanuddesa-dīpanī)
  • Manual of Right Views (Vipassanā-dīpanī)
  • Manual of the Four Noble Truths (Catusacca-dīpanī)
  • Manual of the Factors of Enlightenment (Bodhipakkhiyā-dīpanī)
  • Manual of the Constituents of the Path (Maggaṅga-dīpanī)
  • Manual of Mindfulness of Breathing (Ānāpāna-dīpanī)
  • Five Kinds of Light (Alin Kyan)
  • 5 Questions on Kamma; Anattanisaṃsā
  • Noble Eightfold Path and Its Factors
  • Buddhist Philosophy of Relations
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Eksegesis Pāḷi
330px-Palm-leaf_manuscript_of_Atthakatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lontar Aṭṭhakathā berbahasa Pāḷi dan Sinhala dari Sri Lanka tahun 1756

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Braun, Erik (12 November 2013). "The Insight Revolution". Lion's Roar. Diakses tanggal 27 Mei 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 Braun, Erik. "The Many Lives of Insight: The Abhidhamma and transformations in Theravada meditation". Harvard Divinity School. Diakses tanggal 15 April 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Charney, Michael (2007). "Demographic Growth, Agricultural Expansion and Livestock in the Lower Chindwin in the Eighteenth and Nineteenth Centuries". Dalam Greg Bankoff, P. Boomgaard (ed.). A history of natural resources in Asia: the wealth of nature. MacMillan. hlm. 236–40. ISBN 978-1-4039-7736-6.
  4. ↑ Mahasi Sayadaw; Steve Armstrong (penyunting) (2016). Manual of Insight. Wisdom Publications. hlm. xvii. ISBN 978-1614292777.{{cite book}}: |last2= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan