Rabu, 14 Oktober 2026
11:28 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas

Upekkhā

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Samatha, Tatramajjhattatā, atau Passaddhi.
Terjemahan dari
upekkhā
Indonesiaketenangan, keseimbangan batin
InggrisEquanimity
Paliupekkhā
Sanskertaउपेक्षा
(IAST: upekṣā)
Tionghoa捨
(Pinyin: shě)
Jepang捨
(rōmaji: sha)
Myanmarဥပေက္ခာ
(MLCTS: ʔṵ pjɪʔ kʰà)
Thaiอุเบกขา
(RTGS: upekkhaa)
Vietnamxả
Khmerឧបេក្ខា
(UNGEGN: ŭbékkha)
Sinhalaඋපේක්ෂා
(upēkshā)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Upekkhā (Pali; Sanskerta: upekṣā), diterjemahkan sebagai ketenangan,[a] keseimbangan batin, ketenang-seimbangan, atau ketidakberpihakan, merujuk pada berbagai konsep Buddhisme tergantung konteks penggunaannya. Upekkhā diidentifikasi dalam konteks:

Dalam konteks empat sifat luhur (Brahmavihāra), upekkhā-brahmavihāra didefinisikan sebagai ekuanimitas atau keseimbangan batin, pertimbangan yang lurus, pandangan yang adil, tidak berat sebelah atau nondiskriminasi. Sifat-sifat luhur lainnya adalah mettā (cinta kasih), karuṇā (belas kasih), dan muditā (turut berbahagia). Dalam konteks tersebut, upekkhā merupakan sinonim dari faktor mental tatramajjhattatā ("keseimbangan batin") dalam ajaran Abhidhamma Theravāda. Pemaknaan yang serupa juga berlaku untuk penggunaannya dalam konteks paramita (pāramī), tujuh faktor pencerahan (bojjhaṅga), dan jhāna.

Dalam konteks perasaan (vedanā), upekkhā-vedanā didefinisikan sebagai salah satu jenis faktor mental perasaan (vedanā) dan tidak sama seperti upekkhā dalam konteks Brahmavihāra.

Theravāda

Dalam tradisi Theravāda, kata upekkhā dimaknai sesuai konteks penggunaan istilah tersebut. Pada dasarnya, kata upekkhā bermakna "seimbang" atau "tidak memihak" sehingga pemaknaannya sangat kontekstual. Kitab Visuddhimagga merincikan pemaknaan istilah ini:

Penggunaan umum istilah upekkhā
Dalam Sutta Faktor mental
dalam Abhidhamma Theravāda
Istilah Terkait dengan
upekkhā-brahmavihāra brahmavihāra keseimbangan batin (tatramajjhattatā)
upekkhā-pāramī paramita (pāramī)
bojjhaṅgupekkhā tujuh faktor pencerahan (bojjhaṅga)
jhānupekkhā penyerapan meditatif (jhāna)
upekkhā-vedanā atau vedanupekkhā perasaan (vedanā) perasaan (vedanā)

Menurut tradisi Abhidhamma Theravāda, upekkhā dalam konteks brahmavihāra, paramita, tujuh faktor pencerahan,[b] dan jhāna adalah sinonim dari faktor mental tatramajjhattatā (Pali) atau keseimbangan batin.[1][2] Tatramajjhattatā diidentifikasi sebagai salah satu dari dua puluh lima faktor mental yang indah. Tatramajjhattatā didefinisikan sebagai ekuanimitas atau keseimbangan batin, pertimbangan yang lurus, pandangan yang adil, tidak berat sebelah atau nondiskriminasi.[2]

Keseimbangan batin

Artikel utama: Tatramajjhattatā

Definisi kitabiah

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa tatramajjhattatā didefinisikan dalam empat batasan:[3]

  • Karakteristik: membawa kesadaran dan faktor-mental dengan seimbang (cittacetasikānaṃ samavāhitalakkhaṇa).
  • Fungsi: memeriksa kekurangan dan kelebihan (ūnādhikanivāraṇarasa) atau menghentikan keberpihakan (pakkhapātupacchedanarasa).
  • Manifestasi: keadaan batin yang netral (majjhattabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: tidak disebutkan.

Melatih tatramajjhattatā

Cara untuk melatih upekkhā dalam konteks keseimbangan batin (tatramajjhattatā) adalah dengan tidak goyah atau tetap tidak berpihak (netral) dalam menghadapi delapan perubahan hidup—yang juga dikenal sebagai delapan arah mata angin duniawi atau delapan kondisi duniawi (aṭṭhaloka-dhamma): untung dan rugi, reputasi baik dan buruk, pujian dan celaan, serta kesedihan dan kebahagiaan.[4]

Musuh jauh dan dekat

Visuddhimagga menjelaskan "musuh jauh" (dūrapaccatthika) dan "musuh dekat" (āsannapaccatthika) dari setiap sifat dalam Brahmavihāra:[5][6]

Empat sifat luhur dalam Buddhisme Theravāda
Sutta Abhidhamma Visuddhimagga
Sifat luhur
(brahmavihāra)
Faktor mental
(cetasika)
Musuh dekat
(āsannapaccatthika)
Musuh jauh
(dūrapaccatthika)
cinta kasih (mettā) tanpa-kebencian (adosa) nafsu (rāga) niat jahat (vyāpāda/byāpāda)
belas kasih (karuṇā) belas kasih (karuṇā) dukacita batiniah duniawi
(gehasita-domanassa)
kekejaman (vihesā/vihiṃsā)
simpati positif (muditā) simpati positif (muditā) sukacita batiniah duniawi
(gehasita-somanassa)
rasa tidak-senang (arati)
ketenangan (upekkhā) keseimbangan batin (tatramajjhattatā) tanpa-pengetahuan (aññāṇa) nafsu dan antipati (rāgapaṭighā)

"Musuh jauh" (dūrapaccatthika) merujuk pada keadaan batin yang jelas-jelas bertentangan, sedangkan "musuh dekat" (āsannapaccatthika) merujuk pada keadaan batin yang seolah-olah serupa, tetapi sebenarnya berlawanan dari sifat luhurnya. Musuh jauh dari upekkhā adalah nafsu-dan-antipati (rāgapaṭighā), suatu kondisi batin yang kualitasnya jelas-jelas bertentangan. Sementara itu, "musuh dekat" dari upekkhā adalah tanpa-pengetahuan (aññāṇa),[5][6] yang merujuk pada kegagalan batin untuk menembus (apaṭivedha) atau memahami karakteristik asli dari delapan ranah objek spesifik (disebut sebagai aṭṭhasu ṭhānesu aññāṇaṃ).[7]

Delapan ranah objek spesifik

Menurut Buddhaghosa dalam Visuddhimagga, aññāṇa didefinisikan sebagai ketiadaan pengetahuan atau penembusan kognitif terhadap delapan ranah objek spesifik, termasuk Empat Kebenaran Mulia dan hukum sebab-akibat:[7]

  1. Dukkhe aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan terhadap kebenaran mulia tentang penderitaan.
  2. Dukkhasamudaye aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang asal-mula penderitaan.
  3. Dukkhanirodhe aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang lenyapnya penderitaan.
  4. Dukkhanirodhagāminiyā paṭipadāya aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang jalan menuju lenyapnya penderitaan.
  5. Pubbante aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang masa lampau (lima gugusan di kehidupan sebelumnya).
  6. Aparante aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang masa depan (lima gugusan di kehidupan yang akan datang).
  7. Pubbantāparante aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang masa lampau sekaligus masa depan.
  8. Idappaccayatā-paṭiccasamuppannesu dhammesu aññāṇaṃ: Tanpa-pengetahuan tentang hukum sebab-akibat yang saling bergantungan (kondisinalitas).

Perasaan

Artikel utama: Vedanā

Menurut tradisi Abhidhamma Theravāda, upekkhā-vedanā atau vedanupekkhā (perasaan ketenangan atau perasaan netral) merujuk pada perasaan bukan-suka-bukan-duka (adukkhamasukha) dan merupakan salah satu dari tiga jenis faktor-mental perasaan (vedanā).[8] Tiga jenis perasaan tersebut adalah:

  1. Perasaan suka (sukha-vedanā)
  2. Perasaan duka (dukkha-vedanā)
  3. Perasaan ketenangan (upekkhā-vedanā) atau bukan-suka-bukan-duka (adukkhamasukha)

Di sini, upekkhā tidak dimaknai sebagaimana kata tersebut digunakan dalam Brahmavihāra. Upekkhā dalam konteks ini didefinisikan sebagai faktor mental perasaan (vedanā) dan bukan sebagai faktor mental keseimbangan batin (tatramajjhattatā).[1]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Bedakan dari passaddhi, yang juga sering diterjemahkan sebagai "ketenangan".
  2. ↑ Bedakan dari upekkhā-vedanā; lihat bagian Perasaan.

Referensi

Sitasi

  1. 1 2 Kheminda 2019, hlm. 156.
  2. 1 2 Bodhi 2003, hlm. 86.
  3. ↑ Kheminda 2019, hlm. 155.
  4. ↑ Piyadassi 1960.
  5. 1 2 Buddhaghosa 2010, Bab IX, par. 101.
  6. 1 2 Insight Meditation Center 2018.
  7. 1 2 Buddhaghosa 2010, Bab XVII, par. 43–51.
  8. ↑ Kheminda 2024, hlm. 198.

Daftar pustaka

Sumber buku

Sumber web

  • Insight Meditation Center (2018). "Dhamma Lists". Insight Meditation Center. Redwood City, Calif. Diakses tanggal 2018-03-27.

Bacaan lanjutan

  • van Gorkom, Nina (2010). Cetasikas. Zolag.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan