Selasa, 03 November 2026
17:46 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Tatramajjhattatā

Tatramajjhattatā

konsep dalam Buddhisme

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Upekkhā atau Passaddhi.
Terjemahan dari
tatramajjhattatā
Indonesiakeseimbangan batin
Inggrisequanimity
neutrality of mind
Palitatramajjhattatā
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
icon PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme Theravāda, tatramajjhattatā (Pali), biasa diterjemahkan sebagai keseimbangan batin, adalah suatu faktor mental (cetasika) indah. Tatramajjhattatā didefinisikan sebagai sikap mental yang seimbang, tidak melekat, dan tidak memihak.[1]

Tatramajjhattatā diidentifikasi dalam konteks:

Cara untuk melatih tatramajjhattatā adalah dengan tidak goyah atau tetap netral dalam menghadapi delapan perubahan hidup—yang juga dikenal sebagai delapan arah mata angin duniawi atau delapan kondisi duniawi (aṭṭhaloka-dhamma): untung dan rugi, reputasi baik dan buruk, pujian dan celaan, serta kesedihan dan kebahagiaan.[2]

Definisi

Theravāda

Bhikkhu Bodhi, dalam Manual Abhidhamma, menjelaskan:

Istilah Pali untuk cetasika ini secara harfiah berarti "di tengah-tengah." Ini adalah sinonim untuk upekkhā, bukan sebagai perasaan netral, tetapi sebagai sikap mental yang seimbang, tidak terikat, dan tidak memihak. Tatramajjhattatā memiliki karakteristik menyampaikan kesadaran dan faktor-faktor mental secara merata. Fungsinya adalah untuk mencegah kekurangan dan kelebihan, atau untuk mencegah keberpihakan. Tatramajjhattatā terwujud sebagai kenetralan. Tatramajjhattatā harus dilihat sebagai keadaan memandang dengan keseimbangan batin dalam citta dan cetasika, seperti seorang kusir yang memandang dengan keseimbangan batin pada kuda-kuda yang melaju dengan stabil di sepanjang jalan.[1]

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa tatramajjhattatā didefinisikan dalam empat batasan:[3]

  • Karakteristik: membawa kesadaran dan faktor-mental dengan seimbang (cittacetasikānaṃ samavāhitalakkhaṇa).
  • Fungsi: memeriksa kekurangan dan kelebihan (ūnādhikanivāraṇarasa) atau menghentikan keberpihakan (pakkhapātupacchedanarasa).
  • Manifestasi: keadaan batin yang netral (majjhattabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: tidak disebutkan.

Lebih lanjut, kitab Visuddhimagga (XIV, 153) menyatakan:

Ia memiliki karakteristik menyampaikan citta dan cetasika secara merata. Fungsinya adalah untuk mencegah kekurangan dan kelebihan, atau fungsinya adalah untuk menghambat keberpihakan. Ia terwujud sebagai kenetralan. Ia harus dianggap seperti seorang konduktor (pengemudi) yang melihat dengan tenang pada kuda-kuda yang melaju dengan seimbang.[4]

Nina van Gorkom menjelaskan:

Ketika ada tatramajjhattatā, tidak ada suka maupun duka. Objek yang dialami dipandang dengan tidak memihak dan netral, seperti halnya seorang kusir memperlakukan kudanya yang terlatih dengan baik dengan tidak memihak. Keseimbangan-batin memengaruhi keseimbangan citta dan cetasika lain yang muncul bersamanya. Tidak ada tatramajjhattatā ketika akusala citta muncul, ketika kita pemarah, serakah, tamak, atau bodoh. Sedangkan, ketika kita murah hati, menjalankan moralitas (sīla), mengembangkan ketenangan atau mengembangkan pemahaman yang benar tentang nāma dan rūpa, ada tatramajjhattatā.[4]

Referensi

  1. 1 2 Bhikkhu Bodhi (2003), hlm. 86
  2. ↑ Piyadassi, Thera (1960). "The Seven Factors of Enlightenment". Wheel. 1. Buddhist Publication Society. Diakses tanggal 2013-10-07.
  3. ↑ Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 155. ISBN 978-623-94342-7-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 Gorkom (2010), Definition of Tatramajjhattatā

Daftar pustaka

  • Bhikkhu Bodhi (2003), A Comprehensive Manual of Abhidhamma, Pariyatti Publishing
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas[pranala dihapus], Zolag
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan