| Terjemahan dari tatramajjhattatā | |
|---|---|
| Indonesia | keseimbangan batin |
| Inggris | equanimity neutrality of mind |
| Pali | tatramajjhattatā |
| Daftar Istilah Buddhis | |
| Bagian dari Abhidhamma Theravāda |
| 52 Cetasika |
|---|
| Buddhisme Theravāda |
|
7 universal (sabbacittasādhāraṇa) |
|
25 indah (sobhana)
|
|
|
Dalam Buddhisme Theravāda, tatramajjhattatā (Pali), biasa diterjemahkan sebagai keseimbangan batin, adalah suatu faktor mental (cetasika) indah. Tatramajjhattatā didefinisikan sebagai sikap mental yang seimbang, tidak melekat, dan tidak memihak.[1]
Tatramajjhattatā diidentifikasi dalam konteks:
- Salah satu dari dua puluh lima faktor mental yang indah dalam ajaran Abhidhamma Theravāda
- Sinonim dari ketenangan (upekkhā) dalam konteks Brahmavihāra, paramita, bojjhaṅga, dan jhāna, tetapi bukan dalam konteks perasaan (vedanā)
Cara untuk melatih tatramajjhattatā adalah dengan tidak goyah atau tetap netral dalam menghadapi delapan perubahan hidup—yang juga dikenal sebagai delapan arah mata angin duniawi atau delapan kondisi duniawi (aṭṭhaloka-dhamma): untung dan rugi, reputasi baik dan buruk, pujian dan celaan, serta kesedihan dan kebahagiaan.[2]
Definisi
Theravāda
Bhikkhu Bodhi, dalam Manual Abhidhamma, menjelaskan:
- Istilah Pali untuk cetasika ini secara harfiah berarti "di tengah-tengah." Ini adalah sinonim untuk upekkhā, bukan sebagai perasaan netral, tetapi sebagai sikap mental yang seimbang, tidak terikat, dan tidak memihak. Tatramajjhattatā memiliki karakteristik menyampaikan kesadaran dan faktor-faktor mental secara merata. Fungsinya adalah untuk mencegah kekurangan dan kelebihan, atau untuk mencegah keberpihakan. Tatramajjhattatā terwujud sebagai kenetralan. Tatramajjhattatā harus dilihat sebagai keadaan memandang dengan keseimbangan batin dalam citta dan cetasika, seperti seorang kusir yang memandang dengan keseimbangan batin pada kuda-kuda yang melaju dengan stabil di sepanjang jalan.[1]
Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa tatramajjhattatā didefinisikan dalam empat batasan:[3]
- Karakteristik: membawa kesadaran dan faktor-mental dengan seimbang (cittacetasikānaṃ samavāhitalakkhaṇa).
- Fungsi: memeriksa kekurangan dan kelebihan (ūnādhikanivāraṇarasa) atau menghentikan keberpihakan (pakkhapātupacchedanarasa).
- Manifestasi: keadaan batin yang netral (majjhattabhāvapaccupaṭṭhāna).
- Sebab-terdekat: tidak disebutkan.
Lebih lanjut, kitab Visuddhimagga (XIV, 153) menyatakan:
- Ia memiliki karakteristik menyampaikan citta dan cetasika secara merata. Fungsinya adalah untuk mencegah kekurangan dan kelebihan, atau fungsinya adalah untuk menghambat keberpihakan. Ia terwujud sebagai kenetralan. Ia harus dianggap seperti seorang konduktor (pengemudi) yang melihat dengan tenang pada kuda-kuda yang melaju dengan seimbang.[4]
Nina van Gorkom menjelaskan:
- Ketika ada tatramajjhattatā, tidak ada suka maupun duka. Objek yang dialami dipandang dengan tidak memihak dan netral, seperti halnya seorang kusir memperlakukan kudanya yang terlatih dengan baik dengan tidak memihak. Keseimbangan-batin memengaruhi keseimbangan citta dan cetasika lain yang muncul bersamanya. Tidak ada tatramajjhattatā ketika akusala citta muncul, ketika kita pemarah, serakah, tamak, atau bodoh. Sedangkan, ketika kita murah hati, menjalankan moralitas (sīla), mengembangkan ketenangan atau mengembangkan pemahaman yang benar tentang nāma dan rūpa, ada tatramajjhattatā.[4]
Referensi
- 1 2 Bhikkhu Bodhi (2003), hlm. 86
- ↑ Piyadassi, Thera (1960). "The Seven Factors of Enlightenment". Wheel. 1. Buddhist Publication Society. Diakses tanggal 2013-10-07.
- ↑ Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 155. ISBN 978-623-94342-7-4.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - 1 2 Gorkom (2010), Definition of Tatramajjhattatā
Daftar pustaka
- Bhikkhu Bodhi (2003), A Comprehensive Manual of Abhidhamma, Pariyatti Publishing
- Nina van Gorkom (2010), Cetasikas[pranala dihapus], Zolag