Jumat, 02 Oktober 2026
02:52 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Kereta api Lodaya

Kereta api Lodaya

layanan kereta api di Indonesia

Bagikan:
Kereta api Lodaya
330px-PapanKeretaApi_Lodaya_2022.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Papan kereta api Lodaya sebelum menggunakan rangkaian generasi terbaru dan masih digunakan untuk petunjuk KA di setiap peron stasiun saja.
330px-KA_Lodaya_SSNG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Lodaya menggunakan rangkaian baja nirkarat generasi terbaru melintas langsung Stasiun Srowot dengan tujuan akhir Stasiun Solo Balapan.

Kereta api Lodaya
osm-intl,a,a,a,323x300.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Kereta_api_Lodaya&revid=29906292&groups=_83bd48b1f07f413bb7691c9af095ea17dca2c246&parser=parsoid
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
PendahuluFajar Pajajaran
Senja Mataram
Mulai beroperasi12 Mei 2000 (2000-05-12)[1]
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihat di bawah.
Stasiun akhirBandung
Jarak tempuh446 km
Waktu tempuh rerata7 jam 57 menit[2]
Frekuensi perjalananDua kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 72 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Elektrifikasi-
Kecepatan operasional70–110 km/h (19–31 m/s)
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal77–80[3]
Peta rute
Ke Surabaya, Malang
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Yogyakarta
Y P YA Trans Jogja
Jembatan Kali Progo
Wates
ke YIA
Bandara Internasional Yogyakarta
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
P Trans Jateng Terminal Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Sidareja
Banjar
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
B G KC Metro Jabar Trans Trans Metro Bandung DAMRI Terminal St. Hall
ke Cikampek

Kereta api Lodaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani relasi Solo Balapan–Bandung melalui Tasikmalaya–Kroya. Kereta api ini menawarkan perjalanan sebanyak dua kali (pagi dan malam) perjalanan pulang-pergi.

Asal-usul nama

250px-Lodaya_Logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logo/tanda kata kereta api Lodaya sejak 2000 hingga 2006.

Nama "Lodaya" berasal dari seekor macan putih (atau disebut Harimau Lodaya, maung dalam bahasa Sunda) jelmaan Prabu Siliwangi—salah satu raja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh—ketika berhadapan dengan putranya, Raden Kian Santang. Saat ini kata lodaya digunakan dalam bahasa Sunda modern untuk menyebut harimau, dan kata maung digunakan untuk menyebut "macan" (hewan dalam genus Panthera, kecuali singa) secara umum.

Sejarah dan pengoperasian

250px-CC_206_Lodaya.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Lodaya saat akan melintas langsung Stasiun Lempuyangan, 2014

Pada awalnya, terdapat layanan kereta api bernama Fajar Pajajaran dan Senja Mataram yang mulai beroperasi pada 11 Maret 1992 melayani lintas Bandung–Yogyakarta. Kereta api Fajar Pajajaran dari Bandung memiliki waktu keberangkatan pagi, sementara kereta api Senja Mataram dari Yogyakarta memiliki waktu keberangkatan malam. Pada 1 September 1992, lintas pelayanan tersebut diperpanjang hingga Solo Balapan.

250px-KAI_Lodaya_train_in_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api Lodaya dalam persiapan pemberangkatan dari kota Solo ke kota Bandung.

Pada 12 Mei 2000, PT KA melakukan perombakan pada layanan kereta api sehingga kereta api Fajar Padjajaran dan Senja Mataram digantikan oleh Lodaya.[1] Corak rangkaian kereta api Lodaya dibuat berbeda dengan kereta api lain-corak berwarna biru-putih dengan warna biru di ujung kanan dan kiri kereta serta putih di tengah, serta terdapat tulisan "Lodaya". Meski begitu, rangkaian kereta api saat itu sering bertukar. Pada 2003, PT KAI meluncurkan kereta api Lodaya II.[4]

Kereta api Lodaya kemudian beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA mulai 2018 dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium. Per pertengahan November 2019 sebelum dimulai dengan pemberlakuan grafik perjalanan kereta api (Gapeka 2019), kereta api Lodaya ini diambil alih kepemilikan operasional ke Daerah Operasi VI Yogyakarta dari Daerah Operasi II Bandung beserta rangkaian kereta pun dimutasi ke Depo Kereta Solo Balapan (SLO) dari Depo Kereta Bandung (BD).

Pada tahun 2024, kereta api Lodaya menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA generasi terbaru; dimulai dengan jadwal relasi Solo Balapan–Bandung pada malam hari dan relasi sebaliknya pada pagi hari mulai 1 Mei 2024, lalu menyusul jadwal relasi Solo Balapan–Bandung pada pagi hari dan relasi sebaliknya pada malam hari mulai 1 September 2024. Kereta api ini menjadi kereta api penumpang lintas selatan Pulau Jawa pertama sekaligus menjadi kereta api kelas campuran pertama yang menggunakan rangkaian generasi baru.[5] Rangkaian kereta api ini terdiri dari empat kereta eksekutif, empat kereta ekonomi, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit.

Stasiun pemberhentian

Berdasarkan grafik perjalanan kereta api 2025 revisi per 1 Mei 2026, kereta api Lodaya melayani pemberhentian penumpang di stasiun-stasiun berikut.

960px-Lodaya_train_route_geographic_map_%282025%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta rute geografis kereta api Lodaya berdasarkan Gapeka 2025
Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun[6] Keterangan Status
Jawa Barat Kota Bandung Bandung B G 20px-MetroJabarTrans_Corridor_2_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-MetroJabarTrans_Corridor_3_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 20px-MetroJabarTrans_Corridor_4_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun ujung, terintegrasi dengan Commuter Line Bandung Raya, Garut, dan layanan bus Teman Bus (Metro Jabar Trans)
★
Kiaracondong B G

Terintegrasi dengan Commuter Line Bandung Raya dan Garut

■
Garut Cibatu G

Terintegrasi dengan Commuter Line Garut.

■
Cipeundeuy Stasiun untuk pemeriksaan sarana kereta. ■
Kota Tasikmalaya Tasikmalaya – ■
Ciamis Ciamis ■
Kota Banjar Banjar ■
Jawa Tengah Cilacap Sidareja – ■
Gandrungmangun ■
Kroya ■
Kebumen Gombong ■
Kebumen ■
Purworejo Kutoarjo P
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres
■
Daerah Istimewa Yogyakarta Kulon Progo Wates P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres dan Lin Yogyakarta International Airport.
■
Kota Yogyakarta Yogyakarta Y P YA
Terintegrasi dengan Commuter Line Prambanan Ekspres, Yogyakarta, Lin YIA, dan layanan Trans Jogja Istimewa
■
Jawa Tengah Klaten Klaten Y AS
Terintegrasi dengan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo dan Commuter Line Yogyakarta
■
Kota Surakarta Solo Balapan Y AS
Stasiun ujung, terintegrasi dengan kereta api Bandara Internasional Adi Soemarmo, Commuter Line Yogyakarta, layanan bus Batik Solo Trans dan Trans Jateng di Terminal Tirtonadi
★

Legenda

★ Stasiun ujung (terminus)
■ Berhenti untuk semua arah

Insiden

Pada 10 Oktober 2013, kereta api Lodaya menabrak batu yang diganjal di tengah rel pada km 440+0/1 di Karanganyar, Kebumen yang mengakibatkan kereta api ini harus berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Gombong.[7]

Pada 5 Oktober 2015 pukul 01.45, kereta api Lodaya anjlok di km 244+5/6, tepatnya di wilayah Kampung Terung, Mekarsari, Kadipaten, Tasikmalaya yang mengakibatkan kereta api Pasundan dan kereta api Turangga jurusan mengalami keterlambatan pemberangkatan dari jadwal biasa.[8]

Pada 29 Mei 2019 pukul 16.30, kereta api Lodaya Lebaran (KA 7019) anjlok di km 193-192 petak Lebakjero-Nagreg karena badan rel kereta turun.[9]

Galeri

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Kereta api Lodaya.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "12 Mei, KA Senja Mataram dihapus & diganti Lodaya". Solopos. 3 Mei 2000.
  2. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Nasional di Pulau Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  3. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Nasional di Pulau Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian. hlm. 1661. {{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan
  4. ↑ "PT KAI Pangkas Sejumlah Perjalanan KA Ekonomi". Tempo.co. 2003-09-05. Diakses tanggal 2020-01-06.
  5. ↑ "KA Lodaya Gunakan Kereta Eksekutif dan Ekonomi Stainless Steel New Generation Mulai 1 Mei 2024" (Rilis pers). Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia. 26 April 2024.{{cite press release}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025" (Dokumen). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 30 Desember 2024. hlm. 237.{{cite document}}: Parameter tidak dikenal |access-date= diabaikan; Parameter tidak dikenal |url= diabaikan; Parameter tidak dikenal |via= diabaikan
  7. ↑ Nugroho, Rento Ari (10 Oktober 2013). Prasetyo, Budi (ed.). "KA Lodaya Tabrak Batu di Kebumen". Tribunnews.com. Diakses tanggal 29 Desember 2019.
  8. ↑ Rezkisari, Indira (5 Oktober 2015). "KA Lodaya Anjlok di Tasikmalaya". Republika. Diakses tanggal 29 Desember 2019.
  9. ↑ Putra, Wisma (29 Mei 2019). "Kereta Api Lodaya Tambahan Anjlok di Nagreg". detikcom. Diakses tanggal 29 Desember 2019.

Pranala luar

(Indonesia) Situs web resmi PT Kereta Api Indonesia

Kereta Api Indonesia Layanan kereta api penumpang yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia
  • Hanya berisi layanan kereta api yang dioperasikan oleh induk perusahaan. Untuk layanan yang dioperasikan oleh anak perusahaan, lihat Templat:KAI Commuter untuk layanan KAI Commuter, Templat:KAI Bandara untuk layanan KAI Bandara dan Templat:KCIC untuk layanan KCIC/Whoosh
Kereta api antarkota
Eksekutif
Campuran
Eksekutif dan Bisnis
Eksekutif dan Ekonomi
Ekonomi
Susunan kursi 2–2
Susunan kursi 3–2
120px-CC_206_13_24_%2B_KA_Sri_Tanjung.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kereta api lokal
Ekonomi lokal
KA perintis dan
bus rel
LRT
KA bandara dan
pengumpan KAI
Layanan lain dan topik terkait
Kereta wisata
Rencana beroperasi
Pengganti KA
  • Purwokerto–Purbalingga–Wonosobo pp (angkutan terusan)
  • Semarang–Demak–Kudus-Pati pp (angkutan terusan)
Topik terkait
Tidak beroperasi
  • Tebal pada kelas ekonomi: tidak disubsidi.
  • Miring: KA tambahan/fakultatif.
  • Garis bawah: KA aglomerasi.
  • Dimutakhirkan 1 Mei 2026.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan