Kamis, 08 Oktober 2026
22:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Manasikāra

Faktor mental dalam Buddhisme

Bagikan:
Terjemahan dari
manasikāra
Indonesiaperhatian
Inggrisattention,
mental advertence, 'taking on an object, making something one's rest or issue'
Palimanasikāra
Sanskertamanasikāra, manasikara
Tionghoa作意 (T) / 作意 (S)
Jepang作意
(rōmaji: sai)
Korea작의
(RR: jakeui)
Tibetཡིད་བྱེད
(Wylie: yid byed;
THL: yi jé
)
Thaiมนสิการ
(RTGS: manasikan)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, manasikāra (Pali dan Sanskerta), diterjemahkan sebagai perhatian,[a] atensi, atau perenungan,[b] tergantung konteksnya, adalah sebuah faktor mental yang didefinisikan sebagai proses batin/mental yang terpaku pada suatu objek.[1][2] Manasikāra diidentifikasi dalam ajaran Abhidharma sebagai berikut:

Definisi

Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Theravāda

Bhikkhu Bodhi, dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, menyatakan:[3]

Kata Pali-nya secara harfiah berarti making in the mind ("membuat dalam batin"). Manasikāra adalah faktor mental yang bertanggung jawab atas perhatian batin/mental pada objek, yang dengannya objek tersebut dihadirkan ke dalam kesadaran (viññāṇa). Karakteristiknya adalah penghantaran (sāraṇa) keadaan batin/mental yang terkait ke arah objek. Fungsinya adalah untuk mengaitkan keadaan terkait ke objek. Ia terwujud sebagai konfrontasi dengan suatu objek, dan penyebab langsungnya adalah [adanya] objek. Perhatian seperti kemudi kapal, yang mengarahkannya ke tujuannya, atau seperti seorang kusir yang mengarahkan kuda-kuda yang terlatih dengan baik (yaitu keadaan terkait) ke tujuannya (objek). Manasikāra harus dibedakan dari vitakka: sementara manasikāra mengarahkan konkomitannya ke arah objek, vitakka menerapkannya ke objek. Manasikāra adalah faktor kognitif yang sangat diperlukan yang ada di semua keadaan kesadaran; vitakka adalah faktor khusus yang tidak sangat diperlukan untuk kognisi.

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa manasikāra didefinisikan dalam empat batasan:[4]

  • Karakteristik: mengatur dhamma-dhamma yang muncul bersamanya ke objek (sāraṇalakkhaṇa)
  • Fungsi: mengikatkan dhamma-dhamma yang muncul bersamanya ke objek (sampayuttānaṃ ārammaṇe sampayojanarasa).
  • Manifestasi: keadaan berhadap-hadapan dengan objek (ārammaṇābhimukhabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: objek.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:

Perhatian (manasikāra) adalah faktor-mental yang menggerakkan kesadaran dan faktor-faktor-mental yang muncul bersamanya untuk berjalan menuju ke objek. Perhatian termasuk di dalam agregat formasi-formasi batin (saṅkhārakkhandha) dan diibaratkan seperti kusir kereta yang mengarahkan kuda-kudanya untuk berjalan menuju tempat tujuan.

Dengan penjelasan di atas maka kita sekarang akan mudah untuk memahami deinisi dari perhatian, yaitu perbuatan di dalam batin yang menyiratkan makna adanya aktivitas di dalam batin. Perhatian bekerja dan melakukan sesuatu di dalam batin demi mengarahkan dhamma-dhamma yang muncul bersamanya berjalan menuju ke objek.

[Kitab] Vibhāvinī menjelaskan perbedaan faktor-mental penempelan-awal (vitakka), kehendak (cetanā), dan perhatian (manasikāra) sebagai berikut: penempelan-awal adalah faktor-mental yang mengarahkan, meletakkan, atau menempatkan dhamma-dhamma yang muncul bersamanya ke dalam objek, kehendak memegangi objeknya dan — seperti seorang pemimpin — juga mengatur dhamma-dhamma yang muncul bersamanya, dan perhatian seperti kusir kereta yang mengarahkan dhamma-dhamma yang muncul bersamanya berjalan menuju ke objek.[4]

Kitab Atthasālinī (I, Bagian IV, Bab 1, 133) dan kitab Visuddhimagga (XIV, 152) mendefinisikan manasikāra sebagai berikut:

...Ia memiliki karakteristik untuk mengendalikan keadaan-keadaan terkait menuju objek, fungsi untuk menggabungkan (mengikat) keadaan-keadaan terkait ke objek, manifestasi dari menghadap pada objek. Ia termasuk dalam saṅkhārakkhandha, dan harus dianggap sebagai kusir dari keadaan-keadaan terkait karena ia mengatur objek.[5]

Mahayana

Kitab Abhidharma-samuccaya menyatakan:

Apa itu manasikāra? Manasikāra adalah sebuah kontinuitas yang berfungsi untuk menjaga batin tetap pada apa yang menjadi acuannya.[1]

Herbert Guenther menyatakan:

Ini adalah kognisi yang menjaga kompleks batin/mental dalam referensi objektif spesifiknya.[1]

Perbedaan antara cetanā dan manasikāra adalah bahwa cetanā membawa batin ke arah objek dalam gerakan umum, sedangkan manasikāra membuat batin terpaku pada rujukan objektif tertentu.[1]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Istilah "perhatian" terkadang juga digunakan untuk menerjemahkan istilah sati ("kewawasan"; Inggris: mindfulness) ke dalam bahasa Indonesia, yang merujuk pada konsep yang berbeda. Artikel ini membahas konsep attention (Pali: manasikāra) dalam Buddhisme. Untuk konsep mindfulness (sati), lihat artikel Sati (Buddhisme).
  2. ↑ Bedakan dari anussati, yang juga sering diterjemahkan sebagai "perenungan".

Referensi

  1. 1 2 3 4 Guenther (1975), Kindle Locations 406-410.
  2. ↑ Kunsang (2004), hlm. 23.
  3. ↑ Bhikkhu Bodhi 2012, Kindle Locations 2225-2232.
  4. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 46–47. ISBN 978-623-94342-7-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Gorkom (2010), Definition of jīvitindriya[pranala dihapus]

Daftar pustaka

  • Bhikkhu Bodhi (2012), A Comprehensive Manual of Abhidhamma: The Abhidhammattha Sangaha (Vipassana Meditation and the Buddha's Teachings), Independent Publishers Group Kindle Edition
  • Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding" Dharma Publishing. Kindle Edition.
  • Kunsang, Erik Pema (translator) (2004). Gateway to Knowledge, Vol. 1. North Atlantic Books.
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas[pranala dihapus], Zolag

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah


Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan