Senin, 02 November 2026
06:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bakti (Buddhisme)

Bakti (Buddhisme)

praktik bakti religius Buddhisme yang meliputi sujud, pemujaan, pendarasan, dan ziarah

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang berbagai praktik bakti buddhis secara umum. Untuk praktik puja bakti secara spesifik, lihat Puja (Buddhisme).
Untuk kegunaan lain, lihat Bakti.
250px-Buddhism-meditation-burma.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang umat perumahtangga di Myanmar sedang melaksanakan praktik meditasi. Menurut Buddhisme, mengamalkan Dhamma (ajaran Buddha) merupakan cara terbaik untuk memuja Buddha.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Dalam Buddhisme, bakti (Pali: bhatti; Sanskerta: bhakti; Inggris: devotion) mengacu pada komitmen terhadap ketaatan religius, suatu objek, atau orang tertentu (biasanya anggota sangha, leluhur, dan orang tua).[1] Menurut juru bicara Sāsana Council of Burma, bakti kepada praktik spiritual Buddhis menginspirasi bakti kepada Triratna, yaitu Buddha, Dhamma, dan Saṅgha.[2] Banyak umat Buddha memanfaatkan berbagai macam ritual dalam praktik spiritual mereka.[3]

Beberapa praktik-praktik bakti Buddhis:

  • namaskara atau bersujud:
    • kepada simbol perwujudan Buddha Gotama
    • di aliran Mahayana, juga kepada para Buddha dan Bodhisatwa lainnya;
    • kepada tokoh spiritual:
      • seorang biksu/biku yang lebih muda kepada biksu/biku lain yang lebih senior
      • seorang biksuni/bikuni yang lebih muda kepada biksuni/bikuni lain yang lebih senior
      • seorang biksuni/bikuni kepada seorang biksu/biku
      • seorang umat awam kepada seorang biksu/biku atau biksuni/bikuni
  • puja atau pemujaan:
  • pindapata: memberikan sedekah makanan dan kebutuhan lainnya kepada para biksu atau biksuni.
  • pelimpahan jasa: melimpahkan jasa kebajikan yang telah dilakukan kepada orang tua, leluhur, dan semua makhluk.
  • pradaksina: mengelilingi objek bakti searah jarum jam.
  • ziarah atau dharmayatra:
    • menurut sumber-sumber[4] yang diakui oleh para ahli, Buddha sesaat menjelang kematiannya, merekomendasikan empat tempat berikut untuk dikunjungi oleh umat Buddha:
      • tempat kelahiran-Nya di (Lumbini)
      • tempat Dia mencapai Pencerahan (Bodh Gaya)
      • tempat Dia memberikan ajaran untuk pertama kalinya (dekat Benares)
      • tempat Dia wafat (Kusinara)

Namaskara

Artikel utama: Namaskara (Buddhisme)

Namaskara merupakan gerakan yang dipraktikkan dalam Buddhisme untuk menghormati Triratna, yakni Buddha, Dhamma, dan Sangha; atau suatu objek penghormatan lainnya.

Puja

Artikel utama: Puja (Buddhisme)

Puja bakti simbolis diberikan kepada Triratna (Buddha, Dhamma, dan Saṅgha) sehingga menimbulkan rasa syukur dan inspirasi kontemplatif.[5] Puja merupakan salah satu praktik bakti. Persembahan materi biasanya melibatkan benda-benda sederhana seperti lilin yang menyala atau lampu minyak,[6] dupa yang menyala,[7] bunga,[8] makanan, buah, air atau minuman.[9]

Berdoa

Secara umum, umat Buddha Theravāda mendefinisikan ulang terminologi berdoa sebagai aktivitas batin yang merenungi Dhamma dan menyampaikan puji-pujian kepada Tiratana, bukan meminta sesuatu yang diinginkan kepada makhluk apa pun. Jika berdoa didefinisikan sebagai suatu aktivitas batin yang memohon atau meminta sesuatu yang diinginkan—misalnya kebahagiaan—kepada dewa, brahma, atau makhluk apa pun yang diyakini bisa memberikannya, maka Buddhisme menolak kegiatan berdoa.

Sādhu

Artikel utama: Sādhu (Buddhisme)

Dalam praktik-praktik religius Buddhisme Theravāda, kata sādhu digunakan dalam berbagai konteks sebagai kata penutup, kata pembuka, pernyataan kebaikan, dan seruan apresiasi. Kata ini berperan seperti kata Amin dalam agama Abrahamik, atau Swaha dalam agama Weda.

Pindapata

Artikel utama: Pindapata

Pindapata adalah suatu praktik monastik Buddhis berupa pemberian sedekah makanan dan kebutuhan lainnya dari umat awam kepada para biksu dan biksuni. Praktik ini juga diartikan sebagai tanda bakti seseorang kepada sangha.

Pelimpahan jasa

Artikel utama: Pelimpahan jasa

Pelimpahan jasa adalah suatu tindakan standar dari latihan spiritual Buddhis ketika jasa atau kebajikan dari seseorang dilimpahkan kepada kerabat yang telah meninggal, orang tua, leluhur, dewa, atau semua makhluk hidup. Praktik ini juga diartikan sebagai tanda bakti seseorang kepada orang tua dan leluhurnya.

Pradaksina

Artikel utama: Pradaksina

Pradaksina adalah kegiatan ritual penghormatan dengan mengelilingi sebuah objek pemujaan searah jarum jam.

Ziarah

Artikel utama: Ziarah (Buddhisme)

Ziarah adalah praktik untuk berkunjung atau berziarah ke tempat-tempat suci Buddhisme. Tempat-tempat ziarah terpenting dalam agama Buddha terletak di Dataran Rendah Indo-Gangga di India Utara dan Nepal Selatan, dalam wilayah antara New Delhi dan Rajgir. Tempat tersebut merupakan tempat-tempat Buddha Gotama hidup dan mengajar, dan tempat-tempat utama yang terhubung dengan hidup-Nya, yang sekarang menjadi tempat ziarah yang penting bagi umat Buddha dan Hindu. Selain itu, banyak negara dengan mayoritas penganut agama Buddha juga memiliki tempat suci dan tempat yang dapat dikunjungi untuk berziarah.

Referensi

  1. ↑ Harvey, page 170
  2. ↑ Morgan, pages v, 73
  3. ↑ Macmillan (Volume One), page 139
  4. ↑ Digha Nikaya, volume II, pages 140f (PTS pagination)
  5. ↑ See, for instance, Harvey (1990), pp. 172-3.
  6. ↑ Indaratana (2002), pp. iv, v; Kapleau (1989), p. 193; Khantipalo (1982); Lee & Thanissaro (1998).
  7. ↑ Indaratana (2002), pp. 11-12.
  8. ↑ See, for instance, Indaratana (2002), pp. 11-12. Harvey (1990), p. 173, and Kariyawasam (1995), chapter 1, both maintain that flowers are the most common form of offering.
  9. ↑ Kapleau (1989), p. 193; Khantipalo (1982); and, Harvey (1990), p. 175, particularly in regards to Northern Buddhism.

Daftar pustaka

  • Harvey, Peter (1990). An introduction to Buddhism: Teachings, history and practices. Cambridge: Cambridge University. ISBN0-521-31333-3.
  • Indaratana Maha Thera, Elgiriye (2002). Vandana: The Album of Pali Devotional Chanting and Hymns. Penang, Malaysia:Mahindarama Dhamma Publication. Retrieved 2007-10-22 from "BuddhaNet" at
  • Kariyawasam, A.G.S. (1995). Buddhist Ceremonies and Rituals of Sri Lanka (The Wheel Publication No. 402/404). Kandy, Sri Lanka: Buddhist Publication Society. Retrieved 2007-10-23 from "Access to Insight" (1996 transcription) at http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/kariyawasam/wheel402.html#ch3.
  • Kapleau, Philip (1989b). Zen: Merging of East and West. NY:Anchor Book. ISBN0-385-26104-7.
  • Khantipalo, Bhikkhu (1982). Lay Buddhist Practice: The Shrine Room, Uposatha Day, Rains Residence (The Wheel No. 206/207). Kandy, Sri Lanka:Buddhist Publication Society. Retrieved 2007-10-22 from "Access to Insight" (transcribed 1995) at http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/khantipalo/wheel206.html.
  • Lee Dhammadharo, Ajaan & Thanissaro Bhikkhu (trans.) (1998). Visakha Puja. Retrieved 2007-10-22 from "Access to Insight" at http://www.accesstoinsight.org/lib/thai/lee/visakha.html.
  • Nyanaponika Thera (2000). The Vision of Dhamma: Buddhist Writings of Nyanaponika Thera. Seattle: BPS Pariyatti Editions. ISBN1-928706-03-7.
  • Soni, R.L. & Bhikkhu Khantipalo (2006). Life's Highest Blessings: The Maha Mangala Sutta. Retrieved 2007-10-22 from "Access to Insight" at http://www.accesstoinsight.org/lib/authors/soni/wheel254.htm[pranala nonaktif permanen].
  • Macmillan Encyclopedia of Buddhism, 2004
  • Morgan, Kenneth W., ed, The Path of the Buddha: Buddhism Interpreted by Buddhists, Ronald Press, New York, 1956
  • Welch, Holmes, The Practice of Chinese Buddhism, 1900-1950, Harvard University Press, 1967
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan