Minggu, 27 September 2026
00:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Dhāraṇī

Dhāraṇī

330px-11th-century_Buddhist_Pancaraksa_manuscript_of_8th-century_original%2C_Pali_script%2C_text_on_spells%2C_benefits_and_goddess_rituals.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Manuskrip Buddha 'Pancaraksa' abad ke-11 dalam aksara Pala. Ini adalah teks 'dharani' tentang mantra, manfaat, dan ritual dewi.
Berdasarkan Tripitaka Taishō
Tripitaka Tionghoa
250px-Section_of_Tripitaka_%28Issai-kyo%29%2C_13th_century%2C_Dayton_Art_Institute.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Terjemahan teks India
Karya Tionghoa dan Jepang
  • 1693–1803 Sūtravibhāṣā
  • 1804–1815 Vinayavibhāṣā
  • 1816–1850 Śāstravibhāṣā
  • 1851–2025 Sarvasamaya
  • 2026–2120 Sejarah
  • 2121–2136 Ensiklopedia
  • 2137–2144 Teks Nonbuddhis
  • 2145–2184 Katalog
Suplemen
  • 2185–2700 Klarifikasi Sūtra Tambahan
  • 2701–2731 Siddhaṃ
  • 2732–2864 Kuno
  • 2865–2920 Diragukan
  • Vol. 86–97 Ilustrasi
  • Vol. 98–100 Harta Karun Keyakinan Shōwa
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Dhāraṇī (Sanskerta; Dewanagari: धारणी) adalah darasan Buddhis, kode mnemonik, puji-pujian, bacaan atau mantra yang biasanya terdiri dari frasa Sanskerta atau Pali. Dhāraṇī dipercaya sebagai pelindung dan memiliki kekuatan untuk mendatangkan pahala bagi umat Buddha, terutama aliran Mahāyāna. Darani merupakan bagian utama dari literatur Buddhis yang bersejarah.[1][2][3] Darasan ini berakar dalam literatur Vedic Sanskrit,[4] dan banyak yang ditulis dalam skrip Sanskerta seperti aksara Siddham[5] serta ditransliterasikan ke dalam syair berbahasa Mandarin, Korea, Jepang dan lainnya.[6][7][8]

Referensi

  1. ↑ Richard McBride (2004). Robert Buswell (ed.). Encyclopedia of Buddhism. Macmillan Reference. hlm. 21, 180, 217–218, 253. ISBN 978-0-02-865718-9.
  2. ↑ Moriz Winternitz (1996). A History of Indian Literature: Buddhist literature and Jaina literature. Motilal Banarsidass. hlm. 369–374 with footnotes. ISBN 978-81-208-0265-0.
  3. ↑ Davidson 2009, hlm. 101-102.
  4. ↑ Frits Staal (1991). Harvey P. Alper (ed.). Understanding Mantras. Motilal Banarsidass. hlm. 59–66. ISBN 978-81-208-0746-4.
  5. ↑ F Max Muller; Bunyiu Nanjio (1881). Anecdota Oxoniensia: Buddhist texts from Japan, edited by F.M. Müller. 1881-1884, Vol 1, Part 3. Oxford University Press. hlm. 22–25.
  6. ↑ Helen J. Baroni (2002). The Illustrated Encyclopedia of Zen Buddhism. The Rosen Publishing Group, Inc. hlm. 66. ISBN 978-0-8239-2240-6.
  7. ↑ Robert Gimello (2010). Phyllis Granoff and Koichi Shinohara (ed.). Images in Asian Religions: Text and Contexts. University of British Columbia Press. hlm. 229–231. ISBN 978-0-7748-5980-6.
  8. ↑ Silvio A. Bedini (1994). The Trail of Time: Time Measurement with Incense in East Asia. Cambridge University Press. hlm. 69–84. ISBN 978-0-521-37482-8.

Daftar pustaka

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan