Selasa, 29 September 2026
16:34 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Anuruddha

Bagikan:
Murid Buddha Gotama, yang paling unggul dalam kemampuan mata dewaTemplat:SHORTDESC:Murid Buddha Gotama, yang paling unggul dalam kemampuan mata dewa
Untuk kegunaan lain, lihat Anuruddha (disambiguasi).

Yang Mulia Anuruddha Maha Thera
GelarDibbacakkhukānaṃ (Yang paling unggul di antara mereka yang memiliki kemampuan mata dewa)
Kehidupan pribadi
Lahir
Anuruddha

Meninggal
(umur 150) Desa Veluva, Liga Vajjika
Orang tuaRaja Sakya Amitodana (ayah)
PekerjaanBiku
Kehidupan religius
AgamaBuddhisme
Posisi senior
GuruBuddha Gotama
Murid
  • Y.M. Mahā Sumana Maha Thera, dsb.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Anuruddha (Sanskerta: अनुरुद्ध; Pali: Anuruddha), juga dieja sebagai Aniruddha, adalah salah satu dari sepuluh murid utama dan sepupu dari Buddha Gotama.

Kehidupan awal

Anuruddha adalah putra Amitodana dan saudara laki-laki dari Mahānāma serta putri Rohiṇī. Oleh karena Amitodana adalah saudara laki-laki dari Suddhodana, raja suku Sakya di Kapilavatthu, Anuruddha merupakan sepupu dari Siddhattha Gotama, sang calon Buddha. Ia adalah seorang dari kasta kesatria (khattiya) sejak lahir, yang membuatnya dibesarkan dalam kemewahan. Sang Buddha kembali ke kampung halamannya dua tahun setelah pencerahan-Nya, mengajarkan ajaran-Nya ke kerajaan Sakya. Bersama dengan tiga sepupunya, yaitu Bhaddiya, Ānanda, dan Devadatta, serta pelayan mereka Upāli, Anuruddha ditahbiskan oleh Sang Buddha di Hutan Mangga Anupiya.[1]

Kehidupan religius

Anuruddha memperoleh "mata dewa" (dibba-cakkhu) dan ditempatkan sebagai yang paling unggul di antara mereka yang memiliki kemampuan tersebut. Sāriputta menugaskan delapan pemikiran orang besar kepada Anuruddha untuk digunakan sebagai objek meditasi. Ia melakukan perjalanan ke Pacinavamsadaya di negara Ceti untuk berlatih. Ia mampu menguasai tujuh di antaranya, tetapi tidak dapat mempelajari yang kedelapan, yang kemudian diajarkan oleh Sang Buddha kepadanya. Anuruddha mengembangkan pandangan terang (vipassanā) dan kemudian mencapai tingkat arahatta.

Penggambaran

Anuruddha digambarkan di dalam Tripitaka Pali sebagai seorang bhikkhu yang penuh kasih sayang dan setia, serta selalu berdiri di dekat Sang Buddha dalam pertemuan majelis. Pada satu waktu, ketika Sang Buddha merasa kecewa dengan perdebatan para biku di Kosambi, Beliau menyendiri ke Pacinavamsadaya untuk tinggal bersama Anuruddha. Dalam banyak teks, bahkan ketika banyak biku terkemuka hadir, Anuruddha sering kali menjadi penerima pertanyaan-pertanyaan dari Sang Buddha, dan menjawab atas nama Saṅgha.

Setelah kemangkatan Buddha

Anuruddha hadir ketika Sang Buddha mangkat di Kusinārā. Ia adalah orang yang paling depan dalam menghibur para biku dan menasihati mereka tentang tindakan yang harus dilakukan di masa depan, mengingatkan mereka akan ketetapan Sang Buddha untuk mengikuti Dhamma. Ketika Sang Buddha sedang berbaring dan melalui tingkat-tingkat jhāna, Ānanda berkata kepada Anuruddha: "Yang Mulia telah mencapai Nibbāna akhir, Bhante." Anuruddha, yang memiliki kemampuan mata dewa, menyatakan bahwa Sang Buddha sedang terserap dalam kondisi "pelenyapan" (nirodha-samāpatti), tetapi belum mangkat. Anuruddha juga dimintai nasihat oleh suku Malla dari Kusinārā mengenai upacara pemakaman terakhir Sang Buddha.

Kemudian, pada Konsili Buddhis Pertama, ia memainkan peran penting dan dipercaya sebagai penjaga bagian Aṅguttara Nikāya. Anuruddha meninggal dunia di Veluvagama di wilayah Liga Vajjika di bawah naungan semak bambu. Ia berusia seratus lima puluh tahun pada saat kematiannya.

Penggambaran di dalam Jātaka

Anuruddha sering digambarkan di dalam Jātaka, yang menceritakan kelahiran-kelahiran lampau dari tokoh-tokoh Buddhis. Pada zaman Buddha Padumuttara, ia adalah seorang perumah tangga yang kaya raya. Mendengar salah satu biku dinyatakan sebagai yang terbaik di antara para pemilik mata dewa, ia mendambakan kehormatan yang sama. Ia lantas melakukan tindakan-tindakan kebajikan, termasuk mengadakan perayaan cahaya yang besar di depan stupa Sang Buddha. Pada era Buddha Kassapa, ia terlahir kembali di Varanasi; suatu hari ia menempatkan mangkuk-mangkuk berisi minyak samin di sekeliling stupa Sang Buddha dan menyalakannya, lalu mengelilingi stupa tersebut sepanjang malam seraya membawa sebuah mangkuk yang menyala di atas kepalanya.

Ia kemudian terlahir kembali di sebuah keluarga miskin di Varanasi dan diberi nama Annabhāra. Suatu hari, saat bekerja untuk majikannya, seorang hartawan bernama Sumana, ia memberikan makanannya kepada seorang paccekabuddha bernama Upariṭṭha. Sang hartawan, setelah mendengar perbuatan saleh Annabhāra, memberinya hadiah dengan membantunya mendirikan sebuah usaha. Sang raja yang terkesan memberinya sebidang tanah untuk dibangun rumah, dan ketika tanah di bawahnya digali, ditemukan banyak harta karun yang terpendam.

Referensi

  1. ↑ Hecker, Hellmuth (18 Juni 2006). "Ananda, The Guardian of the Dhamma". Buddhist Publication Society. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Maret 2007. Diakses tanggal 5 April 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan