Jumat, 25 September 2026
20:16 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Baruna

Baruna

Baruna
Dewa langit, hukum alam, kebenaran, air, dan sihir (Hindu Kuno) Dewa air dan perairan (Itihasa-Purana)
Anggota Dikpala dan 12 Aditya
250px-Varuna.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain
  • Sindhu
  • Samudra
  • Ratnākara
Genderpria
AfiliasiHindu Kuno: Asura, Dewa Itihasa-Purana: Dewa
Arahbarat
Kediamansamudra
PlanetNeptunus[1]
PustakaWeda, Purana, Itihasa
MantraOṃ jala bimbāya vidmahe
nīla puruṣāya dhīmahi tanno varuṇaḥ pracodayāt.
Oṃ Varunāya Namaḥ
SenjataPasa, Barunastra, Gandiwa
WahanaMakara
Dewa/dewi terkaitJhulelal
KepercayaanHindu
Keluarga
Orang tua
IstriVersi Itihasa-Purana:
AnakVersi Itihasa-Purana
Padanan
NordikNjörðr
RomawiNeptune
YunaniPoseidon

Baruna atau Waruna (Dewanagari: वरुण; ,IAST: Varuṇa, वरुण) adalah salah satu dewa dalam agama Hindu. Dalam agama Weda atau kepercayaan Hindu Kuno, dia dipandang sebagai dewa yang mahakuasa, pemimpin para asura, dan menguasai langit dan hukum alam yang disebut reta. Pada perkembangan agama Weda selanjutnya, saat periode Itihasa-Purana (masa ketika pustaka sejarah dan legenda Hindu menjamur di masyarakat), perannya bergeser menjadi penguasa perairan, dan posisinya sebagai pemimpin serta pemegang kewenangan akhirnya berubah menjadi dikpala yang menjaga arah barat.

Dalam sastra Tamil, Baruna disebutkan dalam karya Tolkāppiyam dengan nama Kadalon (Tamil: கடலோன், alih aksara: Kaṭalōṉ), dewa lautan dan hujan,[5] dan akhirnya dipuja pula sebagai dewa dalam Jainisme.[6][7] Dalam Buddhisme di Jepang, Baruna dikenal sebagai Suiten (水天, terj. har. "Dewa Air") dan menjadi salah satu anggota Dua belas dewa (Jūniten).[8][9][10]

Kepercayaan

Baruna merupakan salah satu dewa dalam panteon agama Hindu Kuno yang masih bertahan hingga kini, dan mengalami pergeseran peran yang signifikan dari periode Weda hingga periode Hindu Purana. Dalam kepercayaan Hindu Kuno atau Weda Kuno, Baruna diyakini sebagai dewa yang mahakuasa, menguasai langit dan memegang kewenangan atas hukum alam. Dia juga disebut sebagai raja para asura, yang memperoleh status sebagai dewa, berperan sebagai pemimpin para Aditya, suatu kelompok dewa surgawi. Baruna memegang teguh kebenaran dan hukum reta, yaitu hukum semesta dan moral, sehingga dipuja sebagai hakim penegak hukum yang mahatahu, dengan bintang-bintang sebagai simbol dari pengawasannya atau mata-mata darinya. Dia seringkali disebut bersamaan dengan Mitra, dan menjadi dewa bagi aspek gaib dan spekulatif dari kekuasaan, mengawasi hubungan antara para dewa dengan manusia.[11][12][13][14]

Dalam transisi dari zaman Weda Kuno ke zaman berikutnya, ranah kekuasaan Baruna bergeser dari langit ke perairan. Mula-mula dia dipuja sebagai dewa perairan surgawi, menandai fase awal dari pergeseran perannya. Pada zaman perkembangan Itihasa-Purana, peran Baruna berganti menjadi penguasa segala perairan, mengatur samudra, sungai, dan danau. Dia disebut berkedudukan di istana bawah air―sebagaimana Poseidon dalam mitologi Yunani―dan diiringi dengan para dewi sungai seperti Gangga dan Yamuna. Supremasi Baruna pada zaman sebelumnya akhirnya tiada, dan dia menempati posisi sebagai dikpala (penjaga mata angin) yang menjaga arah barat.

Baruna digambarkan sebagai pria muda, mengendarai (makhluk mirip buaya), membawa pasa (jerat atau laso) dan kendi.[11][8][12] Dia juga digambarkan memiliki banyak istri dan anak. Di antara anak-anaknya, yang terkemuka ialah Resi Wasista dan Agastya.[11] Salah satu istrinya bernama Barunani, dewi lautan, yang tinggal di istana mutiara. Oleh orang bijaksana, Baruna juga disebut sebagai Dewa langit, penguasa seluruh perairan, yang menguasai seluruh sifat yang berbentuk air, dan dewa yang menguasai hukum alam (reta). Baruna juga merupakan hakim yang menghakimi manusia, setan, iblis, bahkan para dewa jika mereka melakukan suatu kesalahan. Sebagai salah satu dewa terkuat, Baruna sangat ditakuti oleh kaum Asura. Bahkan sesama dewa enggan untuk memancing amarahnya.

Mantra

Dalam kitab Weda, Dewa Baruna sebagai penguasa hukum alam amat sering dipuja, antara lain sebagai Dewa pelindung.

Mantra untuk Dewa Baruna:

Agnum su tubhyam varuna svadhavo,
hrdi stoma upasritas cid astu sam nah kseme sam u yoge no astu,
yuyam pata svastibhih sada nah
Arti
Semoga pujaan ini berkesan pada-Mu, O Waruna yang bebas
Semoga kami selamat dalam beristirahat, semoga kami selamat dalam bekerja
Lindungilah kami dengan berkahmu

Nama lain

  • Jalapati (penguasa air)
  • Pracheta (yang bijaksana)
  • Yadapati ( Raja binatang laut)
  • Ambhuraja (Raja awan)
  • Pasi (yang membawa jaring)

Referensi

  1. ↑ "Planetary Linguistics". 2007-12-17. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Desember 2007. Diakses tanggal 2025-01-28.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mani, Vettam (1975). Puranic encyclopaedia : a comprehensive dictionary with special reference to the epic and Puranic literature. Robarts – University of Toronto. Delhi : Motilal Banarsidass. ISBN 978-0-8426-0822-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  3. ↑ G.V.Tagare (1958). Brahmanda Purana – English Translation – Part 3 of 5. hlm. 794.
  4. ↑ www.wisdomlib.org (2017-10-09). "Stuta, Stutā: 5 definitions". www.wisdomlib.org. Diakses tanggal 2020-01-15.
  5. ↑ Journal of Tamil Studies (dalam bahasa Inggris). International Institute of Tamil Studies. 1969. hlm. 131.
  6. ↑ Sehdev Kumar (2001). A Thousand Petalled Lotus: Jain Temples of Rajasthan : Architecture & Iconography. Abhinav Publications. hlm. 18. ISBN 978-81-7017-348-9.
  7. ↑ Kristi L. Wiley (2009). The A to Z of Jainism. Scarecrow. hlm. 248. ISBN 978-0-8108-6821-2.
  8. 1 2 Adrian Snodgrass (1992). The Symbolism of the Stupa. Motilal Banarsidass. hlm. 120–122 with footnotes. ISBN 978-81-208-0781-5.
  9. ↑ "Kyoto National Museum". Kyoto National Museum (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-17.
  10. ↑ "JAANUS / juuniten 十二天". www.aisf.or.jp. Atsumi International Scholarship Foundation. Diakses tanggal 2025-05-17.
  11. 1 2 3 George Mason Williams (2003). Handbook of Hindu Mythology. ABC-CLIO. hlm. 294. ISBN 978-1-57607-106-9.
  12. 1 2 James G. Lochtefeld (2002). The Illustrated Encyclopedia of Hinduism: N-Z. The Rosen Publishing Group. hlm. 741. ISBN 978-0-8239-3180-4.
  13. ↑ Dalal, Roshen (2010). Hinduism: An Alphabetical Guide. Penguin Books India. ISBN 9780143414216.
  14. ↑ Bauer, Susan Wise (2007). The History of the Ancient World: From the Earliest Accounts to the Fall of Rome (Edisi 1st). New York: W. W. Norton. hlm. 265. ISBN 978-0-393-05974-8.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan