Rabu, 23 September 2026
02:46 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Kartikeya

Kartikeya

Kartikeya
Dewa perang dan kejayaan,
Panglima para dewa[1]
250px-Kartikeya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lain
  • Muruga
  • Subrahmanya
  • Kumara
  • Skanda
  • Sarawana
  • Arumuka
  • Dewasenapati
  • Sangmuka
  • Katirwela
  • Guha
  • Swaminata
  • Belayuda
  • Vēļ[2][3]
Genderpria
AfiliasiDeva, Siddhar
KediamanKailasa
PlanetAnggaraka (Mars)
Mantra
  • Om Saravana Bhava
  • Vetrivel Muruganukku Arogara
Simbolayam jantan
SenjataVel
Wahanamerak
HariSelasa
Pemujaan
KepercayaanHindu India, Hindu Tamil
AliranKaumaram
Perayaan
Keluarga
Orang tua
SaudaraGanesa
Istri

Kartikeya (Dewanagari: कार्तिकेय; ,IAST: Kārtikeya, कार्तिकेय) (Tamil: முருகன) (disebut juga Skanda, Murugan, dan Kumara) adalah Dewa Hindu yang terkenal di kalangan orang Tamil di negara bagian Tamil Nadu di India, dan Sri Lanka. Dia juga dikenal dengan berbagai nama, seperti misalnya Murugan, Kumara, Shanmukha, Skanda dan Subramaniam. Dia merupakan Dewa perang dan pelindung negeri Tamil.

Kartikeya digambarkan sebagai dewa berparas muda, mengendarai burung merak dan bersenjata tombak. Mitologi Hindu mengatakan bahwa ia adalah putra dari Dewa Agni karena disebut Agnibhuh. Satapatha Brahmana menyatakan ia sebagai putra dari Rudra dan ia merupakan wujud kesembilan dari Agni. Beberapa legenda menyebutkan bahwa ia adalah putra Dewa Siwa.

Kartikeya memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Ganesa dan Dewi Parwati.

Versi Bali dan Pewayangan

Di Indonesia, khususnya di Bali dan kisah pewayangan, Kartikeya lebih dikenal dengan nama Rare Kumara. Menurut kitab Lontar Kala Purana dan Dharma Pewayangan, Rare Kumara merupakan putra Bhatara Guru yang tak lain adalah Dewa Siwa. Kisahnya yang terkenal yakni di kisah Mawija. Dikisahkan, Bharata Siwa sedang bertamasya dengan permaisurinya, Bhatari Uma. Naiklah birahi sang dewa tetapi sang Dewi menolak untuk melakukan itu. Akhirnya kama Bhatara Siwa jatuh ke laut dan berubah menjadi dewa berparas raksasa. Karena lahir dari kama miliknya dan lahir di saat hari Respati Pon wuku Wayang ketika sandikala, raksasa itu diakui sebagai putra Siwa dan diberi nama Bhatara Kala. Beberapa waktu kemudian, Bhatara Siwa mempunyai seorang anak lelaki lagi. Anak itu lahir dari wuku yang sama dengan Bhatara Kala hanya berbeda hari, yakni pada hari Saniscara Kliwon. Anak itu diberi nama Kumara. Setelah lama Bhatara Kala bertapa besarlah Ia. Sang Bhatara mendapat panugrahan dari tapa itu yakni ia diperbolehkan memakan orang-orang yang lahir pada wuku Wayang, memakan orang yang berjalan pada kalitepet (pertengahan hari) dan sandikala (waktu peralihan antara sore dan malam hari).[6]

Bhatara Kala teringat dengan anaknya yang lahir pada waktu Wayang itu, yang tentunya dapat menjadi makanannya. Ia teringat pada adiknya, Kumara yang juga lahir saat wuku Wayang. Bhatara Kala meminta pada ayahnya untuk memakannya. Bhatara Siwa menghalangi niatnya dan mengatakan bahwa Bhatara Kala boleh memakan Kumara kalau ia sudah besar. Bhatara Siwa segera memberikan anugerah kepada Kumara agar selalu muda dan tetap berwujud kanak-kanak. Karena wujudnya seperti itu maka namanya menjadi Rare Kumara (rare : kanak-kanak). Merasa dibohongi, Bhatara Kala mengejar Bhatara Kumara. Pengejaran itu berakhir ketika Bhatara Rare Kumara sembunyi di sebuah rumah yang mengadakan pertunjukan wayang. Bhatara Kala yang lapar memakan banten dan sesaji yang terhidang. Sang Dalang (versi Jawa disebut Dalang Kondobuono) meminta ganti rugi. Bhatara Kala yang tak mau repot memberikan kompensasi yakni setiap anak yang lahir di hari yang sama dengan dirinya (Tumpek Wayang) atau anak yang kena naas akan dimangsa dirinya akan selamat jika diadakan lakon wayang Sapuh Leger. Di Jawa, pertunjukan wayang Sapuh Leger disebut Lakon Murwakala. Biasanya lakon ini digelar untuk acara meruwat sukerta (orang yang mendapat kemalangan karena kondisi tertentu saat kelahirannya). ak.

Lihat pula

Referensi

  1. Zvelebil 1991, hlm. 87.
  2. Kumar 2008, hlm. 179.
  3. Pillai 2004, hlm. 17.
  4. Dalal 2010, hlm. 251.
  5. Varadara 1993, hlm. 113-114.
  6. "Sang Hyang Kumara [2]". phdi.or.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-06-23.


Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. Kartikeya's marital status varies across regions. In South Indian traditions, he has two wives — Deivanai (identified with Devasena) and Valli whereas some Sanskrit scriptures only mention Devasena (also known as Shashthi) as his wife. He is also considered celibate in parts of North India.[4][5]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan