Senin, 09 November 2026
02:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Moha (Buddhisme)

Moha (Buddhisme)

Konsep delusi atau kebodohan batin yang menjadi salah satu dari sumber kejahatan dalam Buddhisme

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Avijjā.
Terjemahan dari
moha
Indonesiadelusi,
kebodohan batin,
kekeliruan
Inggrisillusion,[1]
delusion
Palimoha
Sanskertaमोह
moha
Tionghoa癡
Tibetགཏི་མུག
(Wylie: gti mug;
THL: timuk
)
Myanmarမောဟ
Thaiโมหะ
VietnamSi
癡
vô minh
無明
Khmerមោហៈ, មោហ៍
(UNGEGN: Moŭhă, Moŭh)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
icon PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, moha (Pali dan Sanskerta), juga dikenal sebagai delusi, kebodohan batin, kegelapan batin, kekeliruan, atau moha (KBBI), adalah suatu konsep yang mengacu pada kegagalan dalam memahami Empat Kebenaran Mulia (di dalamnya termasuk Jalan Mulia Berunsur Delapan dan trilaksana) dan kemelekatan terhadap dunia atau hal-hal duniawi.[2][3][4][5] Delusi sinonim dengan ketidaktahuan (avijjā) dalam Abhidhamma Theravāda.[3] Moha (delusi) merupakan suatu faktor mental berupa pengotor batin yang menjadi salah satu penyebab perbuatan buruk (akusalakamma) dari tiga akar kejahatan (ti akusalamūla)—lobha, dosa, dan moha.[6][7]

Moha diidentifikasi dalam konteks berikut:[8]

Referensi

  1. ↑ "Moha means - Vaniquotes".
  2. ↑ "Moha, Mohā: 53 definitions". Wisdom Library (dalam bahasa Inggris). 2008-06-29. Diakses tanggal 2024-08-10.
  3. 1 2 Robert E. Buswell Jr.; Donald S. Lopez Jr. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 546, 59, 68. ISBN 978-1-4008-4805-8.
  4. ↑ Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 543. ISBN 978-81-208-1144-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  5. ↑ Damien Keown (2004). A Dictionary of Buddhism. Oxford University Press. hlm. 8, 47, 143. ISBN 978-0-19-157917-2.
  6. ↑ "The Noble Eightfold Path: The Way to the End of Suffering". Access to Insight. Diakses tanggal 2024-08-10.
  7. ↑ "AN 6.39: Nidānasutta". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-08-10.
  8. ↑ Damien Keown (2004). A Dictionary of Buddhism. Oxford University Press. hlm. 8, 47, 89, 106, 143. ISBN 978-0-19-157917-2.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan