Selasa, 22 September 2026
14:09 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Moha (Buddhisme)

Moha (Buddhisme)

Konsep delusi atau kebodohan batin yang menjadi salah satu dari sumber kejahatan dalam Buddhisme

Artikel ini bukan mengenai Avijjā.
Terjemahan dari
moha
Indonesiadelusi,
kebodohan batin,
kekeliruan
Inggrisillusion,[1]
delusion
Palimoha
Sanskertaमोह
moha
Tionghoa
Tibetགཏི་མུག
(Wylie: gti mug;
THL: timuk
)
Myanmarမောဟ
Thaiโมหะ
VietnamSi

vô minh
無明
Khmerមោហៈ, មោហ៍
(UNGEGN: Moŭhă, Moŭh)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, moha (Pali dan Sanskerta), juga dikenal sebagai delusi, kebodohan batin, kegelapan batin, kekeliruan, atau moha (KBBI), adalah suatu konsep yang mengacu pada kegagalan dalam memahami Empat Kebenaran Mulia (di dalamnya termasuk Jalan Mulia Berunsur Delapan dan trilaksana) dan kemelekatan terhadap dunia atau hal-hal duniawi.[2][3][4][5] Delusi sinonim dengan ketidaktahuan (avijjā) dalam Abhidhamma Theravāda.[3] Moha (delusi) merupakan suatu faktor mental berupa pengotor batin yang menjadi salah satu penyebab perbuatan buruk (akusalakamma) dari tiga akar kejahatan (ti akusalamūla)—lobha, dosa, dan moha.[6][7]

Moha diidentifikasi dalam konteks berikut:[8]

Referensi

  1. "Moha means - Vaniquotes".
  2. "Moha, Mohā: 53 definitions". Wisdom Library (dalam bahasa Inggris). 2008-06-29. Diakses tanggal 2024-08-10.
  3. 1 2 Robert E. Buswell Jr.; Donald S. Lopez Jr. (2013). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton University Press. hlm. 546, 59, 68. ISBN 978-1-4008-4805-8.
  4. Thomas William Rhys Davids; William Stede (1921). Pali-English Dictionary. Motilal Banarsidass. hlm. 543. ISBN 978-81-208-1144-7.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  5. Damien Keown (2004). A Dictionary of Buddhism. Oxford University Press. hlm. 8, 47, 143. ISBN 978-0-19-157917-2.
  6. "The Noble Eightfold Path: The Way to the End of Suffering". Access to Insight. Diakses tanggal 2024-08-10.
  7. "AN 6.39: Nidānasutta". SuttaCentral. Diakses tanggal 2024-08-10.
  8. Damien Keown (2004). A Dictionary of Buddhism. Oxford University Press. hlm. 8, 47, 89, 106, 143. ISBN 978-0-19-157917-2.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan