Minggu, 20 September 2026
12:23 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lumbinī

Lumbinī

bangunan kuil di Nepal

Untuk provinsi di Nepal, lihat Provinsi Lumbini.
Lumbinī
Situs Warisan Dunia UNESCO
330px-Lumbini_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Lumbin%C4%AB&revid=29614789&groups=_ad16679779381d65fd281f6fa2a25808d1adeffe&parser=parsoid
Peta interaktif Lumbinī
KriteriaBudaya: iii, vi
Referensi666
Pengukuhan1997 (ke-21)
Ziarah ke
Situs-Situs Suci Buddhis
250px-Stupa_icon_Thailand.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
Delapan tempat agung
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Lumbinī (Sanskerta: लुम्बिनी "yang indah") atau Lumbini adalah sebuah tempat ziarah Buddhis di distrik Kapilavastu di Nepal, dekat perbatasan India. Ini adalah tempat di mana Ratu Mayadevi dikisahkan telah melahirkan Pangeran Siddhartha Gautama, yang pada akhirnya disebut sebagai Buddha Gautama, pendiri Ajaran Buddha. Sang Buddha hidup antara tahun 563 sampai dengan 483 SM. Taman Lumbini adalah salah satu dari empat tempat suci untuk berziarah yang sudah ada sejak zaman kehidupan Buddha Gautama. Ketiga tempat suci lainnya adalah di Kushinagar, Bodh Gaya, dan Sarnath.

Lumbini terletak di kaki gunung Himalaya,[1] 25 km sebelah timur kota Kapilavastu, kerajaan di mana Pangeran Siddhartha menghabiskan 29 tahun usianya. Kapilavastu adalah nama tempat tersebut dan juga nama dari distrik sekitarnya. Lumbini memiliki sejumlah tempat ibadah, termasuk Vihara Mayadevi dan vihara-vihara lain yang masih dalam proses pembangunan. Juga di sini terdapat Puskarini atau Kolam Suci - tempat di mana ibu Pangeran Siddhartha mengambil ritual mandi sesaat sebelum melahirkan dan di mana Pangeran Siddhartha pun mandi untuk pertama kalinya - serta terdapat pula sisa-sisa istana Kapilavastu. Di situs lain dekat Lumbini merupakan tempat Buddha sebelum Buddha Gautama, menurut cerita; lahir, mencapai pencerahan dan akhirnya melepaskan bentuk keduniawian.

250px-Map_of_Nepal_showing_location_of_Lumbini.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lokasi Lumbini, Nepal.

Pada Masa Kehidupan Buddha

Pada masa kehidupan Buddha Gautama, Lumbini adalah sebuah taman yang terletak di antara Kapilavastu dan Devadaha. Disanalah Pangeran Siddhartha (calon Buddha) lahir.[2] Sebuah pilar saat ini berdiri menandai titik kunjungan Asoka di Taman Lumbini. Menurut sebuah prasasti di pilar tersebut, pilar itu ditempatkan di sana oleh orang-orang yang bertanggung jawab atas taman Lumbini untuk memperingati kunjungan dan hadiah dari Raja Asoka. Taman itu sebelumnya dikenal sebagai Rummindei, dua mil sebelah utara Bhagavanpura.

Dalam Sutta Nipata (vs 683) disebutkan bahwa Buddha lahir di sebuah desa dari suku Sakya, di Lumbineyya Janapada. Sang Buddha tinggal di Lumbinívana selama kunjungannya ke Devadaha dan disana Dia membabarkan Devadaha Sutta [3]

Penemuan Kembali

Pada tahun 1896, para arkeolog Nepal (dengan usaha Khadga Samsher Rana) menemukan pilar yang terbuat dari batu besar di situs tersebut, yang dikaitkan dengan Raja Ashoka. Catatan yang dibuat oleh peziarah Cina Fa Xian juga digunakan dalam proses identifikasi situs terkenal relijius ini.

Lumbini Saat Ini

Lumbini, pada tahun 1997, menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO khusus dinominasikan untuk program Warisan Dunia Internasional.

Situs suci Taman Lumbini dibatasi oleh zona besar kebiaraan, di mana hanya vihara saja yang dapat dibangun, tidak ada toko, hotel ataupun restoran. Zona ini dibagi menjadi zona timur dan zona barat. Zona timur memiliki vihara-vihara berbasis Theravada, sedangkan zona barat memiliki vihara-vihara berbasiskan tradisi Mahayana dan Vajrayana.

Di dalam situs suci Taman Lumbini ini terdapat reruntuhan vihara kuno, sebuah pohon suci Bodhi, kolam mandi kuno, pilar Asoka dan vihara Mayadevi, tempat di mana kelahiran Buddha tepat berada. Dari awal pagi hingga sore hari, para peziarah dari berbagai negara melakukan bacaan dan meditasi di situs tersebut.

Galeri

  • Pohon Bodhi dan kolam di Lumbini
    Pohon Bodhi dan kolam di Lumbini
  • Tempat Kelahiran Buddha Gautama
    Tempat Kelahiran Buddha Gautama
  • Pilar Asoka
    Pilar Asoka
  • Api Perdamaian Abadi
    Api Perdamaian Abadi

Referensi

  1. Kuil Buddha india, Tour Candi Budha, Candi Budha di India, Candi Budha India Tour
  2. Ji52, 54; Kvu.97, 559; AA.i.10; MA.ii.924; BuA.227; Cv.li.10, dll
  3. MA.ii.810

Catatan

  • Artikel ini diterjemahkan dari artikel Wikipedia Lumbini, lebih detilnya dari versi ini.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lumbini.
Wikiwisata memiliki panduan wisata Lumbini.

27°28′02″N 83°16′30″E / 27.467155°N 83.274908°E / 27.467155; 83.274908

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan