Kamis, 05 November 2026
21:20 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pataliputra

Pataliputra

Bagikan:
Pataliputra
पाटलिपुत्र
Pātaliputtā (Pāli)
Kota kuno
Denah Pataliputra dibandingkan dengan Patna saat ini
Denah Pataliputra dibandingkan dengan Patna saat ini
NegaraIndia
Negara bagianBihar
RegionMagadha
DivisiPatna
DistrikPatna
Pemerintahan
 • BadanKorporasi Munisipal Patna
Ketinggian53 m (174 ft)
Ziarah ke
Situs-Situs Suci Buddhis
250px-Stupa_icon_Thailand.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
Delapan tempat agung
icon PortalBuddhisme

Pataliputra (IAST: Pāṭaliputra), berdekatan dengan kota Patna saat ini, adalah sebuah kota pada zaman India kuno, dibangun pertama kali oleh penguasa Magadha, Ajatashatru pada tahun 490 SM sebagai sebuah benteng kecil (Pāṭaligrāma) dekat sungai Gangga.[1]

Penggalian arkeologis yang luas telah dilakukan di sekitar kota saat ini, Patna.[2][3] Penggalian di awal abad ke-20 di sekitar Patna mengungkapkan bukti yang jelas dari tembok benteng besar, termasuk tiang penopang kayu yang diperkuat.[4]

Etimologi

Etimologi dari Pataliputra tidak jelas. "Putra" berarti putra atau anak laki-laki raja, dan "pāţali" adalah nama sejenis padi atau tumbuhan Bignonia suaveolens.[5] Satu etimologi tradisional[6] menyatakan bahwa kota ini dinamakan sesuai nama tumbuhan tersebut.[7] Tradisi lainnya mengatakan bahwa Pāṭaliputra berarti putra dari Pāṭali, yang merupakan putri dari Raja Sudarshan.[8]

Sejarah

Pataliputra tidak disebutkan dalam sumber-sumber tertulis sebelum naskah-naskah Buddhis awal ( Kanon Pali dan Āgamas), di mana Pataliputra muncul sebagai desa Pataligrama dan and dikecualikan dari daftar kota-kota besar di wilayah ini.[9] Sumber-sumber Buddhis awal melaporkan sebuah kota yang dibangun di sekitar desa menjelang akhir kehidupan Buddha; ini umumnya sesuai dengan bukti arkeologis yang menunjukkan pembangunan perkotaan yang terjadi di daerah tidak lebih awal dari abad ke-3 atau 4 SM.[9] Pada tahun 303 SM, ahli sejarah dan duta besar Yunani, Megasthenes menyebut Pataliputra sebagai sebuah kota dalam karyanya, Indika.[10]

Kota Pataliputra dibentuk melalui pembentengan sebuah desa oleh penguasa Haryanka, Bimbisara.[11]

Kota ini merupakan lokasi sentral di India timur laut yang menyebabkan penguasa dari dinasti-dinasti yang berturutan untuk membangun ibu kota pemerintahannya di sini, dari dinasti Nanda, Maurya, Shunga, dan Gupta sampai kepada Pala.[12]

Terletak di pertemuan dari sungai-sungai Gangga, Gandhaka, dan Son, Pataliputra membentuk suatu "benteng air, atau jaldurga".[13] Posisinya membantunya mendominasi perdagangan sungai dari Dataran Rendah Indo-Gangga selama periode kekaisaran awal Magadha. Pataliputra merupakan pusat perdagangan dan perniagaan yang besar dan perdagangan dan menarik para saudagar dan cendekiawan, seperti Chanakya yang terkenal, dari seluruh India.

Kitab Buddhis awal mencatat Pataliputra sebagai tempat diselenggarakannya dua konsili Buddhis awal yang penting, Konsili Buddhis Pertama segera setelah parinirvana Buddha dan Konsili Buddhis Kedua pada masa pemerintahan Asoka.

Referensi

  1. ↑ Kulke, Hermann; Rothermund, Dietmar (2004), A History of India, 4th edition. Routledge, Pp. xii, 448, ISBN 0-415-32920-5
  2. ↑ "Patna". Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica Online. Encyclopædia Britannica Inc., 2013. Web. 13 Dec. 2013 <http://www.britannica.com/EBchecked/topic/446536/Patna>.
  3. ↑ "Heritage wall for Metro corridor plan".
  4. ↑ Valerie Hansen Voyages in World History, Volume 1 to 1600, 2e, Volume 1 pp. 69 Cengage Learning, 2012
  5. ↑ Monier-Williams Sanskrit-English Dictionary: Pāṭali, (a junior synonym of Stereospermum colais Diarsipkan 2011-07-22 di Wayback Machine)
  6. ↑ Encyclopaedia of Religion and Ethics, p.677
  7. ↑ Folklore, Vol. 19, No. 3 (30 September 1908), pp. 349–350
  8. ↑ The Calcutta Review Vol LXXVI (1883), p.218
  9. 1 2 Sujato, Bhikkhu; Bhikkhu, Brahmali, "1.1.5", The Authenticity of the Early Buddhist Texts (PDF), Oxford Center for Buddhist Studies[pranala nonaktif permanen]
  10. ↑ Tripathi, Piyush Kumar (16 Juli 2015). "Realty to broaden horizon". The Telegraph. Calcutta.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Sastri 1988, hlm. 11. sfn error: tanpa target: CITEREFSastri1988 (bantuan)
  12. ↑ Thapar, Romilak (1990), A History of India, Volume 1, New Delhi and London: Penguin Books. Pp. 384, ISBN 0-14-013835-8.
  13. ↑ The Pearson Indian History Manual, Pearson Education India, A94.

25°36′45″N 85°7′42″E / 25.61250°N 85.12833°E / 25.61250; 85.12833

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan