Sabtu, 03 Oktober 2026
18:20 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Kamakya

Kamakya

dewi agama Hindu

Bagikan:
Kamakya
Dewi hasrat, kesuburan, dan daya cipta
250px-Kamakshya_Shakespeare_Sarani_Arnab_Dutta_2011.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Kamakya saat perayaan Kali Puja.
Genderwanita
AfiliasiDewi
KediamanNilacalaparwata
Senjatapedang, trisula, cakram, tameng, busur panah, gada, gancu
Wahanasinga
Dewa/dewi terkaitMahadewi, Mahawidya
Pemujaan
KepercayaanHindu India
AliranSakta, Tantra
PerayaanAmbubachi Mela, Navaratri
Keluarga
SuamiSiwa

Kamakya (Dewanagari: कामाख्या; ,IAST: Kāmākhyā, कामाख्या) adalah dewi ibu dalam aliran Tantra Sakta agama Hindu. Dia dianggap sebagai perwujudan kama (keinginan atau hasrat), sehingga dia dianggap sebagai dewi hasrat.[1] Tempat tinggalnya (Kuil Kamakhya) terletak di wilayah Kamarupa di Assam, India.[2][3]

Awalnya dia merupakan sesembahan suku Kirata, dengan pusat pemujaan di kuil bukit Nilachal di seberang tepi Sungai Brahmaputra, sebelah barat Guwahati yang dibangun pada abad ke-10 atau ke-11, dan dipugar kembali pada tahun 1565 M.[4] Dia disembah dalam wujud batu non-antropomorfik (tidak menyerupai manusia) yang berbentuk seperti yoni dan dialiri oleh sungai abadi.[5] Kuil ini adalah kuil utama di antara 51 tempat suci aliran Sakta, dan merupakan salah satu kuil Sakta yang paling penting.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Urban, Hugh B. (Desember 2008). "Matrix of Power: Tantra, Kingship, and Sacrifice In the Worship of Mother Goddess Kamakhya". Journal of South Asian studies. 31 (3): 501. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 23 November 2022. Diakses tanggal 23 November 2022.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Seated on top of Nīlacala hill on the banks of the Brahmaputra river in the state of Assam, Northeast India, Kamakhya temple is one of the oldest and most revered centres of Tantric practice in South Asia. Since at least the eighth century, the region of Kamarupa (the ‘place’ or ‘form of desire’, or Assam) has been recognised as one of the most important of the sakta pīthas (‘seats of power’) or centres of goddess worship that dot the sacred landscape of India, Pakistan and Bangladesh." Script error: The function "harvard_core" does not exist.
  3. ↑ "The Nilacala (blue hill) in Assam, the sacred abode of the well-known goddess Kamakhya has been one of the most significant Sakta-Tantric centres from the early medieval period and attracts millions of devotees from the neighboring states even today." Shin (2010, hlm. 3)
  4. ↑ "(T)he Nilacala Hill, the sacred abode of the goddess Kamakhya as well as the ten Mahavidyas in Guwahati, Assam." Script error: The function "harvard_core" does not exist.
  5. ↑ Shin (2010, hlm. 4–7)

Daftar pustaka

  • Kakati, Banikanta (1989), The Mother Goddess Kamakhya, Guwahati: Publication Board
  • Shin, Jae-Eun (2010). "Yoni, Yoginis and Mahavidyas : Feminine Divinities from Early Medieval Kamarupa to Medieval Koch Behar". Studies in History. 26 (1): 1–29. doi:10.1177/025764301002600101. S2CID 155252564.
  • Shin, Jae-Eun (2018). Change, Continuity and Complexity: The Mahavidyas in East Indian Sakta Traditions. London: Routledge. ISBN 978-1-138-32690-3.
  • Urban, Hugh (2019). "'The Cradle of Tantra': Modern Transformations of a Tantric Centre in Northeast India from Nationalist Symbol to Tourist Destination". South Asia: Journal of South Asian Studies. 42 (2): 256–277. doi:10.1080/00856401.2019.1570609. S2CID 150903863.
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan