Senin, 28 September 2026
12:30 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Dewi Ibu

Artikel ini merupakan bagian dari seri
Teisme
20px-P_religion_world.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalAgama

Dewi Ibu adalah dewi atau sosok perempuan yang melambangkan atau merupakan perwujudan kekuatan alam, sifat keibuan, kesuburan, penciptaan, kehancuran, atau melambangkan kemurahan atau kelimpahan anugerah bumi. Ketika disamakan dengan bumi atau kekuatan alam, maka dewi ini biasanya disebut sebagai Ibu Bumi atau Ibu Pertiwi.

Banyak dewi-dewi dalam berbagai bentuk kepercayaan melambangkan sifat keibuan dalam satu cara atau lainnya. Dewi Ibu sering kali dihubungkan dengan kelahiran kemanusiaan sebagai keseluruhan, bersama dengan jagat raya dan seisinya. Dewi lainnya melambangkan kesuburan bumi.

Figur Paleolitik

Beberapa figur patung kecil yang menggambarkan sosok perempuan bertubuh montok ditemukan di lapisan paleolitik akhir. Patung Venus dari Willendorf, mungkin adalah yang paling terkenal.[1] Patung kecil ini diperkirakan berasal dari 24.000–22.000 SM. Beberapa arkeolog percaya bahwa sosok ini dimaksudkan sebagai perwujudan dewi, sementara yang lainnya percaya bahwa patung ini dibuat untuk maksud lain. Figur-figur ini berusia lebih tua ribuan tahun dari sosok-sosok dewi yang muncul kemudian dalam kepercayaan purba di Timur Tengah dan kebudayaan klasik.

Galeri

  • Venus dari Dolní Věstonice, salah satu perwujudan paling awal tubuh manusia, diperkirakan berasal dari 29.000–25.000 SM (budaya Gravettia pada era paleolitik akhir).
    Venus dari Dolní Věstonice, salah satu perwujudan paling awal tubuh manusia, diperkirakan berasal dari 29.000–25.000 SM (budaya Gravettia pada era paleolitik akhir).
  • Paleolitik akhir, Venus dari Willendorf, diperkirakan diukir pada 24.000–22.000 SM.
    Paleolitik akhir, Venus dari Willendorf, diperkirakan diukir pada 24.000–22.000 SM.

Referensi

  1. ↑ Venus of Willendorf Christopher L. C. E. Witcombe, 2003
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan