Jumat, 30 Oktober 2026
04:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Venus dari Willendorf

Venus dari Willendorf

Bagikan:
250px-Venus_von_Willendorf_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Venus dari Willendorf

Venus dari Willendorf adalah ukiran dari zaman Paleolitikum yang diukir dari batu gamping yang diperkirakan berasal dari 25.000-21.000 SM.[1] Ukiran ini ditemukan di Willendorf, Austria.[1]

Walaupun berukuran sebesar tangan, karya seni ini dianggap monumental dan ekspresif dengan bentuk yang organik.[1] Ukiran menampakkan bentuk oval bergelombang mereprenstasikan kepala, dada, torso dan paha.[1] Bagian wajah, leher dan kaki bagian bawah tampak dieliminasikan.[1] Kedua tangannya berpangku di dada tidak begitu mudah dikenali karena tidak sempurna.[1] Berdasarkan spekulasi, pengukiran hanya pada bagian-bagian tertentu karena berhubungan dengan fungsi menyusui dan reproduksi.[1]

Jika kedua sisi dibandingkan, maka bagian depan lebih diprioritaskan daripada bagian belakang yang menandakan bahwa benda ini memang untuk dilihat dari sisi depan.[1] Karena frontalitas adalah karakter yang banyak ditampilkan dalam karya seni religius pada abad-abad berikutnya, kombinasi frontalitas dan simbolis yang berlebihan ini disimpulkan oleh para ahli bahwa Venus dari Willendorf merupakan dewi kesuburan.[1]

Temuan ini merupakan salah sekian dari figur wanita prasejarah yang diberi nama Venus (nama dewi cinta dan kecantikan Romawi), walaupun tiada bukti yang menunjukkan siapa yang diperlambangkan oleh ukiran tersebut.[1] Artefak-artefak ini memiliki ukuran dada dan pinggul yang berlebihan, mengindikasikan bahwa adanya hubungan dengan kesuburan di mana pelestarian suatu spesies bergantung.[1]

Venus dari Laussel

Venus dari Laussel adalah ukiran yang serupa dengan Venus dari Willendorf, tetapi diukir sebagai relief.[1][2] Ukiran ini ditemukan di Laussel, Dordogne, Prancis dan berasal dari 25.000 SM-23.000 SM.[1] Pinggul serta dadanya pun mempunyai ukuran berlebihan dan tangannya lebih terlihat jelas.[1] Di tangan sebelah kanannya ia memegang sebuah tanduk hewan yang diukir.[1]

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Venus of Willendorf.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Adams, Laurie Schneider (2001). A History of Western Art. McGraw-Hill. hlm. 22-23. ISBN 0-07-231717-5.
  2. ↑ (Inggris) Women in Prehistory, The "Venus" of Laussel Diarsipkan 2006-08-30 di Wayback Machine, arthistory. Diakses pada 19 Mei 2010.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan