Sabtu, 26 September 2026
23:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Jathil

Jathil

tokoh dalam seni Reog Ponorogo

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Jathil" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2026)
250px-Legendaris%2C_Kuda_Lumping.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pementasan tari Jathil dalam garapan Pakem atau Festival

Jathil (aksara Jawa: ꦗꦛꦶꦭ꧀) adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog yang berasal dari Ponorogo. Jathil merupakan kesenian tertua yang ada di tanah Jawa.

Deskripsi

Jathil merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Tarian ini dibawakan oleh penari dengan saling berpasangan. Ketangkasan dan kepiawaian dalam berperang di atas kuda ditunjukkan dengan ekspresi atau semangat sang penari.[1][2]

250px-Jathil.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pementasan tari Jathil dalam garapan Obyokan

Jathil ini pada mulanya ditarikan oleh laki-laki yang halus, berparas tampan atau mirip dengan wanita yang cantik yang disebut Gemblak.[3] Gerak tarinya pun lebih cenderung feminin. Sejak tahun 1980-an ketika tim kesenian Reog Ponorogo hendak dikirim ke Jakarta untuk pembukaan PRJ (Pekan Raya Jakarta), penari jathilan diganti oleh para penari putri dengan alasan lebih feminin. Ciri-ciri kesan gerak tari Jathilan pada kesenian Reog Ponorogo lebih cenderung pada halus, lincah, dan cekatan. Hal ini didukung oleh pola ritmis gerak tari yang silih berganti antara irama mlaku (lugu) dan irama ngracik[4].walaupun begitu tari jathil Lanang atau laki laki masih ada tapi jarang ditampilkan.

Jenis

Setidaknya ada 3/4 Jenis Jathil dalam terselenggaranya Reog Ponorogo:

Jathil Lanang

Merupakan Jathil yang ditarikan oleh laki-laki. Sebelum ditarikan oleh perempuan seperti saat ini, tarian Jathil ditarikan oleh remaja laki-laki yang umumnya adalah Gemblak, tapi Jathil Lanang itu masih ada tapi hanya saja jarang ditampilkan. Dan tidak semua jathil laki laki adalah gemblak.

Jathil Obyok

Merupakan Jathil yang diselenggarkan dalam garapan Reog Obyok yang di mana tanpa ada persiapan atau latihan sama sekali. Jathil Obyok merupakan peninggalan dari kelompok Reog Surya Alam yang kerap dipentaskan dalam hajatan masyarakat.

Jathil Pakem atau Festival atau Garapan

Merupakan Jathil yang diselenggarakan berdasarkan Pakem dan kesepakatan seniman Reog dalam sresahan tahun 1993, karena pada dasarnya disetiap daerah kecamatan di Ponorogo memiliki ciri khas masing-masing gerak tari. Kemudian dalam saersahab disebutkan bahwa Reog menggunakan alur cerita Bantarangin, biasanya dapat ditemui dalam kegiatan formal dan Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).

Jathil Syariah

Merupakan Jathil yang menggunakan pakaian serba panjang, tertutup, tidak menonjolkan bagian perempuan. Mulanya muncul pertama kali di Malaysia pada akhir tahun 1980-an ketika Ponorogo mulai menampilkan Jathil Perempuan ke publik, kemudian disusul oleh seniman Jathil yang menganut Islam Muhammadiyah pada tahun 1990-an hingga sekarang.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Mubarok, Imam (21 Oktober 2014). Winarno, Hery H (ed.). "Mengenal falsafah dan sejarah Reog Ponorogo". Merdeka.com. merdeka.com. Diakses tanggal 27 Desember 2019.{{cite news}}: |author= and |last= ditentukan lebih dari satu kali
  2. ↑ ditindb (17 Desember 2015). "Reog Ponorogo". kebudayaan.kemdikbud.go.id. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemdikbud. Diakses tanggal 26 Desember 2019.
  3. ↑ Endra Dwiono (29 Agustus 2019). "Dalam Sejarah, Penari Jathil Adalah Laki-Laki". beritajatim.com. Diakses tanggal 27 Desember 2019.
  4. ↑ "Warisan Budaya". budaya.data.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2025-10-01.

Pranala luar

  • Media terkait Jathil di Wikimedia Commons
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan