Selasa, 22 September 2026
07:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Kucingan

Kucingan

salah satu tarian di Indonesia

Artikel ini berisi tentang kesenian. Untuk tanaman, lihat Kucingan (tanaman).
250px-Kucingan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akrobatik yang dilakukan oleh si Tikus pada kesenian Kucingan

Kucingan (aksara Jawa: ꦏꦸꦕꦶꦔꦤ꧀) adalah sebuah kesenian tradisonal akrobatik yang menggunakan bambu yang dihubungkan dengan sebuah tali tambang yang panjang dari Ponorogo dan masih berhubungan dengan Reog Ponorogo.[1]

Sejarah

Kucingan menceritakan seekor kucing yang diperankan Singo Barong tanpa dadak merak sedang mengejar tikus yang diperankan oleh Bujang Ganong, karena telah mengganggu tidurnya.

Kesenian ini telah ada sejak lama, bahkan para peneliti dan pecinta seni dari Kerajaan kolonial Belanda menyebut bahwa Kucingan yang selalu ada pada Reog merupakan atraksi sirkus asli Jawa.

Apabila pada pertunjukan Reog begitu menakutkan penonton, berbeda lagi pada seni Kucingan yang selalu menampilkan humor, komedi, dan kelucuan penari.

Perkembangan

330px-Kucingan_vs_tikus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tikus melawan Kucing di tengah sawah

Perkembangan Kucingan sama seperti Reog. Bahkan Kucingan juga dapat ditemukan di luar Jawa seperti di Sumatra, Kalimantan, hingga Hong Kong. Pada tahun 2003, grup Reog Gogor Benua Etam tampil di halaman kantor Gebang Raja Bupati Kutai Kertanaegara meluncurkan kaset CD perjalanan menuju Festival Nasional Reog Ponorogo di Ponorogo yang juga menampilkan atraksi kesenian Kucingan.

Dalam permintaan penanggap, Kucingan tidak harus menggunakan bambu dan tali, melainkan juga menggunakan pohon setempat sehingga memunculkan kesan natural, karena pemain melakukan gerakan hewan kucing dan tikus.

Kesenian serupa yang mengadopsi seni Kucingan yaitu seperti

  1. Lais di Garut,[2]hanya saja pertunjukan pada lais tidak memakai topeng, hanya atraksi di atas bambu dan tali saja.
  2. Kethek Ogleng di Pacitan, menampilkan atraksi tokoh kera putih yang menggunakan kostum hanoman yang melakukan atraksi di atas bambu dan tali.
  3. Macanan di Lumajang dan Banyuwangi, Kucingan di Lumajang dan banyuwangi ini menampilkan barong yang berbentuk singo Barong yang dimainkan dua orang tanpa ada akrobatik bambu dan tali.
  4. Kucingan di Banyuwangi, Kucingan di Banyuwangi ini menampilkan barong yang dimainkan oleh 1 orang saja, dengan bentuk topeng yang ditambahkan mahkota.

Lihat pula

Referensi

  1. "Ponorogo - Kongres Kebudayaan Indonesia". kongres.kebudayaan.id. 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-31. Diakses tanggal 27 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Kesenian Lais". iannnews.com. IANN news. Diarsipkan dari asli tanggal 12 November 2013. Diakses tanggal 27 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan