Jumat, 06 November 2026
14:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Kucingan

Kucingan

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kesenian. Untuk tanaman, lihat Kucingan (tanaman).
250px-Kucingan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Akrobatik yang dilakukan oleh si Tikus pada kesenian Kucingan

Kucingan (aksara Jawa: ꦏꦸꦕꦶꦔꦤ꧀) adalah sebuah kesenian tradisonal akrobatik yang menggunakan bambu yang dihubungkan dengan sebuah tali tambang yang panjang dari Ponorogo dan masih berhubungan dengan Reog Ponorogo.[1]

Sejarah

Kucingan menceritakan seekor kucing yang diperankan Singo Barong tanpa dadak merak sedang mengejar tikus yang diperankan oleh Bujang Ganong, karena telah mengganggu tidurnya.

Kesenian ini telah ada sejak lama, bahkan para peneliti dan pecinta seni dari Kerajaan kolonial Belanda menyebut bahwa Kucingan yang selalu ada pada Reog merupakan atraksi sirkus asli Jawa.

Apabila pada pertunjukan Reog begitu menakutkan penonton, berbeda lagi pada seni Kucingan yang selalu menampilkan humor, komedi, dan kelucuan penari.

Perkembangan

330px-Kucingan_vs_tikus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tikus melawan Kucing di tengah sawah

Perkembangan Kucingan sama seperti Reog. Bahkan Kucingan juga dapat ditemukan di luar Jawa seperti di Sumatra, Kalimantan, hingga Hong Kong. Pada tahun 2003, grup Reog Gogor Benua Etam tampil di halaman kantor Gebang Raja Bupati Kutai Kertanaegara meluncurkan kaset CD perjalanan menuju Festival Nasional Reog Ponorogo di Ponorogo yang juga menampilkan atraksi kesenian Kucingan.

Dalam permintaan penanggap, Kucingan tidak harus menggunakan bambu dan tali, melainkan juga menggunakan pohon setempat sehingga memunculkan kesan natural, karena pemain melakukan gerakan hewan kucing dan tikus.

Kesenian serupa yang mengadopsi seni Kucingan yaitu seperti

  1. Lais di Garut,[2]hanya saja pertunjukan pada lais tidak memakai topeng, hanya atraksi di atas bambu dan tali saja.
  2. Kethek Ogleng di Pacitan, menampilkan atraksi tokoh kera putih yang menggunakan kostum hanoman yang melakukan atraksi di atas bambu dan tali.
  3. Macanan di Lumajang dan Banyuwangi, Kucingan di Lumajang dan banyuwangi ini menampilkan barong yang berbentuk singo Barong yang dimainkan dua orang tanpa ada akrobatik bambu dan tali.
  4. Kucingan di Banyuwangi, Kucingan di Banyuwangi ini menampilkan barong yang dimainkan oleh 1 orang saja, dengan bentuk topeng yang ditambahkan mahkota.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Ponorogo - Kongres Kebudayaan Indonesia". kongres.kebudayaan.id. 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-31. Diakses tanggal 27 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Kesenian Lais". iannnews.com. IANN news. Diarsipkan dari asli tanggal 12 November 2013. Diakses tanggal 27 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan