Sabtu, 31 Oktober 2026
14:55 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Bagalamuki

Bagalamuki

Bagikan:
Bagalamuki
Dewi yang melumpuhkan musuhnya
Anggota Sepuluh Mahawidya
250px-Bagalamukhi_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama lainBagala
Genderwanita
AfiliasiMahawidya
Warna kulitkeemasan
Senjatagada atau pedang
Wahanajenazah
KepercayaanHindu India
AliranSakta
Keluarga
SuamiSiwa sebagai Narada-Bairawa

Bagalamuki (Dewanagari: बगलामुखी; ,IAST: Bagalāmukhī, बगलामुखी) adalah salah satu dewi dalam agama Hindu, yang termasuk anggota sepuluh Mahawidya atau dewi kebijaksanaan dalam aliran Tantra. Menurut pustaka Tantrasara, Bagalamuki duduk di singgasana emas. Kulitnya berwarna kuning keemasan. Dia mengenakan pakaian kuning, dihiasi kembang kuning dan perhiasan serba emas. Dia sering digambarkan sedang menarik lidah asura dengan tangan kirinya, sedangkan tangan yang lainnya memegang gada atau pedang] dengan posisi siap menyerang si asura. Deskripsi lainnya menyatakan bahwa ia memiliki empat lengan dan mata ketiga. Dahinya dihias dengan bulan sabit kuning.[1]

Legenda

Kemunculan

Dikisahkan bahwa pada zaman Satyayuga (zaman pertama dari siklus empat masa menurut kosmologi Hindu), suatu badai yang dahsyat mengancam kelangsungan dunia. Dewa Wisnu terusik dengan kondisi tersebut, lalu dia melaksanakan tapa di Haridra Sarovar (danau air kunyit) untuk menyenangkan hati Dewi Parwati dengan harapan agar sang dewi bersedia menyelamatkan dunia. Sang dewi berkenan dengan tapa yang dilakukan Wisnu, lalu dia menciptakan manifestasi dirinya berupa Bagalamuki, yang muncul dari tengah danau. Bagalamuki menenangkan badai yang sedang berlangsung, sehingga menyelamatkan dunia.[2]

Mengalahkan Madanasura

Dalam suatu versi dikisahkan bahwa ada seorang asura bernama Madana (Madanasura)[3] yang memiliki kemampuan Wak-siddhi; apa pun yang diucapkannya akan menjadi kenyataan. Dia menyalahgunakan kemampuan tersebut sehingga mendatangkan masalah bagi para makhluk di dunia. Para dewa pun memohon bantuan kepada Bagalamuki. Sang dewi akhirnya merenggut lidah sang asura dan melumpuhkannya. Sebelum dieksekusi, Madana berharap agar dia ikut dipuja bersama sang dewi. Bagalamuki pun mengabulkan permohonan tersebut sehingga sang raksasa diabadikan dalam arca dan gambar sang dewi.[2]

Referensi

  1. ↑ Kinsley, David R. (1988). "Tara, Chinnamasta and the Mahavidyas". Hindu Goddesses: Visions of the Divine Feminine in the Hindu Religious Tradition (Edisi 1). University of California Press. ISBN 978-0-520-06339-6.
  2. 1 2 Kinsley, David R. (1997). Tantric Visions of the Divine Feminine: The Ten Mahāvidyās. University of California Press. hlm. 193–5. ISBN 978-0-520-20499-7.
  3. ↑ "Bagalamukhi | Mahavidya" (dalam bahasa American English). 26 Desember 2017. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-07-20. Diakses tanggal 2019-07-20.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan