Senin, 12 Oktober 2026
11:55 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Darmacakra

Darmacakra

Bagikan:
250px-Ashoka_Chakra_Y.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simbol Dharmachakra kuno yang digunakan oleh Kaisar Ashoka.
250px-Dharmacakra_flag_%28Thailand%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera Buddhis Thai (Bendera Dhammacakka, Thong Dhammacak ธงธรรมจักร)
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Darmacakra (Sanskerta: धर्मचक्र; Pali: dhammacakka), juga disebut sebagai roda darma dan roda dhamma, adalah simbol yang umum digunakan secara luas oleh Buddhisme.[1][2] Simbol ini juga digunakan dalam agama Hindu, khususnya di tempat-tempat yang mengalami transformasi agama,[3][4][5][6] Jainisme, dan di India modern.

Secara historis, darmacakra sering digunakan sebagai hiasan patung dan prasasti di Asia Timur.[7] Darmacakra tetap menjadi simbol utama Buddhisme hingga saat ini.

Delapan ruas pada Darmacakra melambangkan Jalan Mulia Berunsur Delapan (Pāli: ariya aṭṭhaṅgika magga), ajaran utama Buddha Gotama tentang jalan yang menuntun kepada Nirwana, sejak zaman Buddhisme awal. Dharmacakra dihubungkan dengan peristiwa pemutaran Roda Darma pertama kali oleh Buddha di Taman Rusa Isipatana. Darmacakra mengajarkan bahwa kebenaran itu seperti lingkaran atau roda dari sebab dan akibat. Artinya, sebab yang satu timbul dari sebab yang lainnya. Hukum sebab-akibat yang saling bergantungan ini disebut sebagai Kemunculan Bersebab (Pāli: paṭiccasamuppāda).[8] Darmacakra juga melambangkan Empat Kebenaran Mulia (Pāli: cattāri ariyasaccāni), yaitu hidup adalah penderitaan, penderitaan berasal dari suatu sebab, sebab penderitaan dapat dimusnahkan, ada jalan untuk melenyapkan sebab-sebab penderitaan.[9]

Rujukan

  1. ↑ John C. Huntington, Dina Bangdel, The Circle of Bliss: Buddhist Meditational Art, hlm. 524.
  2. ↑ "Buddhist Symbols". Ancient-symbols.com. Diakses tanggal 22 Juni 2018.
  3. ↑ Mansinha, Mayadhar (10 September 2021) [1960]. "CHAPTER VIII. THE POST SARALA PERIOD - A PERIOD OF EXPERIMENTS: I.The Buddhist Influence - The Metaphysical Poets". History of Oriya Literature. Creative Media Partners, LLC. ISBN 978-1015025486.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Nayak, Dr. Ganeswar (11 Maret 2014). "History of Odisha (From earliest times to 1434 A.D)" (PDF). Paralakhemundi: Shri Krushna Chandra Gajapati Autonomous College. hlm. 107.
  5. ↑ Misra, Bijoy M. (2007). Bryant, Edwin Francis (ed.). Krishna: A Sourcebook. Oxford University Press. hlm. 141. ISBN 978-0195148923.
  6. ↑ Sahu, Nabin Kumar (1958). "Sailodbhavas, Bhaumakaras and Somavamśīs,". Buddhism in Orissa. Bhubaneshwar: Utkal University. hlm. x. OCLC 1391872675.
  7. ↑ "Dharma And Ethics The Indian Ideal Of Human Perfection 1st Published". priscilla.work (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 29 Oktober 2021. Diakses tanggal 2021-10-29.
  8. ↑ Anonym (1989). Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pusaka.
  9. ↑ Hassan Sadhily. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve. hlm. 807.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan