Selasa, 22 September 2026
06:48 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Begawan

Begawan

gelar kehormatan dari India

330px-Arjun-er_Biswarup_Darshon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca Begawan Kresna (kanan) menunjukkan Wiswarupa kepada Arjuna (kiri), seperti yang termaktub dalam kitab Bhagawadgita ("Nyanyian Sang Begawan").

Begawan adalah suatu gelar kehormatan dari bahasa Sanskerta, berasal dari kata Bhagawan (Dewanagari: भगवान्; ,IAST: Bhagavān,; Pali: Bhagava; juga ditulis Bhagvan atau Bhagavat) yang secara harfiah berarti "memiliki keberuntungan, terberkati, sejahtera". Kata Bhagawan berasal dari kata benda bhaga, berarti "nasib baik, kekayaan", berkaitan dengan rumpun bahasa Slavia bog berarti 'Tuhan', dan bahasa Rusia богачcode: rus promoted to code: ru [boga'ch] berarti 'kaya'.[1]

Terminologi

Begawan yang digunakan sebagai gelar kehormatan sering kali diterjemahkan sebagai "Tuan", misalnya "Begawan Kresna", "Begawan Siwa", "Bhagavan Swaminarayan", dan lain sebagainya. Kata feminin untuk Bhagawan adalah Bhagawatī dan merupakan gelar Durga dan dewi Hindu lainnya.[2][3] Gelar tersebut juga digunakan sebagai bentuk kata sapaan terhormat untuk guru spiritual di India pada zaman sekarang.

Keagamaan

Hinduisme

Dalam beberapa tradisi agama Hindu, kata Bhagawan digunakan untuk merujuk kepada Zat Yang Mahakuasa atau Kebenaran Mutlak, tetapi dengan rujukan yang lebih spesifik mengacu kepada Zat yang Mahakuasa yang memiliki kepribadian (Tuhan berkepribadian).[4] Ciri "pribadi" ini mengindikasikan perbedaan penggunaan kata Bhagawan dari istilah serupa lainnya,[5] seperti Brahman, "Roh Yang Tertinggi" atau "jiwa", maka dalam penggunaan ini, Bhagawan dalam banyak hal mirip dengan konsep ketuhanan Kekristenan secara umum.

Buddhisme dan Jainisme

250px-Buddha_impresive.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arca raksasa Buddha di Hong Kong. Dia juga sering disebut bhagava dalam kitab Buddhis.

Dalam agama Buddha dan Jainisme, tokoh-tokoh penting seperti Buddha Gotama, Mahawira, para Tirthankara, para Buddha dan bodhisatwa juga dihormati dengan gelar tersebut.[6] Dalam kitab Buddhis berbahasa Pali dan Sanskerta, istilah tersebut biasanya ditujukan kepada Sang Buddha, dieja sebagai Bhagavā atau Bhagavān, diterjemahkan menjadi "Tuan" atau "Yang Mulia".[7][8] Istilah Bhagavan juga ditemukan dalam kitab-kitab Buddhis aliran Theravada, Mahayana, dan Tantra.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. Macdonell Sanskrit-English dictionary[pranala nonaktif permanen]
  2. Friedhelm Hardy (1990), The World's Religions: The Religions of Asia, Routledge, ISBN978-0415058155, page 84
  3. Sarah Caldwell (1998), Bhagavati, in Devi: Goddesses of India (Editors: John Stratton Hawley, Donna Marie Wulff), Motilal Banarsidass, ISBN978-8120814912, pages 195-198
  4. Who is Krishna? "God the person, or Bhagavan"
  5. Bhag-P 1.2.11 Diarsipkan 2007-09-26 di Wayback Machine. "Learned transcendentalists who know the Absolute Truth call this nondual substance Brahman, Paramatma or Bhagavan"
  6. Buswell, Robert E.; Lopez, Donald S. (2014). The Princeton Dictionary of Buddhism. Princeton: Princeton University Press. hlm. 108.
  7. The latter term preferred by Bhikkhu Bodhi in his English translations of the Pali Canon
  8. Ju-Hyung Rhi (1994), From Bodhisattva to Buddha: The Beginning of Iconic Representation in Buddhist Art, Artibus Asiae, Vol. 54, No. 3/4, pages 207-225
Ikon rintisan

Artikel bertopik agama Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konsep
Hindu omkaar
Dewa
individual
Dewi
individual
Aditya
Dasawatara
Dikpala
Mahawidya
Matrika
Nawadewata
Nawadurga
Nawagraha
Trimurti
Brahma
Wisnu
Siwa
Dewa
Dewi
Dewa
Dewi
Artikel terkait: Brahman ·Tuhan dalam agama Hindu
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan