Minggu, 27 September 2026
17:09 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Vajrapāṇi

Vajrapāṇi

250px-Indischer_Maler_des_7._Jahrhunderts_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan dinding India bodhisatwa Vajrapāṇi di Gua Ajanta
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Wajrapani (dari bahasa Sanskerta: wajra, "halilintar" atau "intan" dan pāṇi, harfiah: "menggenggam") adalah salah satu bodhisatwa awal dalam aliran Buddha Mahayana. Dia adalah pelindung dan pemandu Buddha, dan muncul sebagai lambang kekuatan Buddha.

Wajrapani secara luas diwakili dalam ikonografi Buddha sebagai salah satu dari tiga dewa pelindung yang mengelilingi Buddha. Masing-masing melambangkan satu kebajikan Sang Buddha: Manjusri (manifestasi dari semua kebijaksanaan Buddha), Awalokiteswara (manifestasi dari semua kasih sayang Buddha) dan Wajrapani (manifestasi dari semua kekuatan Buddha serta kekuatan dari semua lima Tathagata).

Lebih jauh, Wajrapani adalah salah satu Dharmapala awal, dan satu-satunya tokoh dewata Buddha yang disebut dalam Kitab Pali, dipuja di kuil Shaolin, Buddhisme Tibet, dan Buddhisme Ranah Murni (dikenal sebagai Mahasthamaprapta dan sebagai salah satu trinitas bersama Amitabha dan Awalokiteswara). Manifestasi dari Vajrapani juga dapat ditemukan di banyak kuil Buddha di Jepang sebagai pelindung Dharma disebut Nio. Vajrapani juga terkait dengan Acala yang dihormati sebagai Fudo Myo-di Jepang yang dipuja sebagai pemegang Wajra.[1]

Wajrapani di sini berbeda dari pembawa wajra yang disebut dalam Weda sebagai Dewa Indra,raja dari para dewa dan dewa yang paling banyak disebutkan dalam semua kitab suci India.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan