Sabtu, 07 November 2026
03:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Acala

Acala

Bagikan:
250px-%E4%B8%8D%E5%8B%95%E6%98%8E%E7%8E%8B%E5%9D%90%E5%83%8F-Fud%C5%8D_My%C5%8D%C5%8D_MET_DP356182.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung Fudō Myōō (Acala), dari awal abad ke-13 (periode Kamakura) Jepang

Acala atau Achala (Sanskerta: अचल, "Yang Tak Tergoyahkan"), juga dikenal sebagai Acalanātha (अचलनाथ, "Penguasa yang Tak Tergoyahkan") atau Āryācalanātha (आर्याचलनाथ, "Penguasa Mulia yang Tak Tergoyahkan"), adalah dewa pemarah dan dharmapala (pelindung Dharma) yang menonjol dalam Buddhisme Vajrayana dan Buddhisme Asia Timur.[1]

Awalnya merupakan dewa kecil yang digambarkan sebagai utusan atau pengikut Buddha Vairocana, Acala kemudian menjadi terkenal sebagai objek pemujaan atas dirinya sendiri sebagai penghilang rintangan dan penghancur kejahatan, yang akhirnya terlihat sebagai manifestasi murka dari Vairocana, Buddha Akṣobhya, atau Bodhisattva Mañjuśrī. Dalam teks-teks selanjutnya, ia juga disebut Caṇḍaroṣaṇa (चण्डरोषण, "Yang Kasar dan Murka", IPA:[t͜ɕɐɳɖɐˈroːʂɐɳɐ]) atau Caṇḍamahāroṣaṇa (चण्डमहारोषण, "Yang Kasar dan Murka Besar", IPA:[t͜ɕɐɳɖɐmɐɦaːˈroːʂɐɳɐ]), nama-nama yang lebih dikenalnya di negara-negara seperti Nepal dan Tibet.[2][3][4]

Dalam Buddhisme esoterik Asia Timur, Acala digolongkan di antara Raja-Raja Kebijaksanaan (Vidyārāja) dan merupakan yang terkemuka di antara lima Raja Kebijaksanaan Alam Rahim. Dengan demikian, ia menempati posisi hierarki penting dalam Mandala Dua Alam. Di Tiongkok, ia dikenal sebagai Bùdòng Míngwáng (不動明王, "Raja Kebijaksanaan yang Tak Tergoyahkan", terjemahan bahasa Tionghoa dari bahasa Sanskerta Acala(nātha) Vidyārāja[5]), sementara di Jepang, ia disebut Fudō Myōō, bacaan on'yomi dari nama Tiongkoknya.[6] Acala (sebagai Fudō) adalah salah satu dewa yang sangat penting dan terkenal dalam Buddhisme Jepang, yang secara khusus dihormati dalam sekte Shingon, Tendai, Zen, dan Nichiren, serta dalam Shugendō.

Acala telah disembah sepanjang Abad Pertengahan dan hingga zaman modern di Nepal, Tibet, Tiongkok, dan Jepang, tempat representasi patung dan gambarnya paling sering ditemukan.[1][3]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Murakami 1988, Jp. rel. dict., pp. 242–246
  2. ↑ Weston, David (2018). "The Bayer Collection — University of Glasgow" (PDF). The Bayer Collection. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 23 Agustus 2021. Diakses tanggal 18 Desember 2019.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Donaldson, Thomas E. (2001). Iconography of the Buddhist Sculpture of Orissa: Text. Indira Gandhi National Centre for the Arts. hlm. 219–221. ISBN 978-0-486-25575-0.
  4. ↑ Hugo Kreijger (1999). Kathmandu Valley painting: the Jucker collection. Shambhala. hlm. 123. ISBN 978-1-57062-454-4.
  5. ↑ Goble, Geoffrey C. (2019). Chinese Esoteric Buddhism: Amoghavajra, the Ruling Elite, and the Emergence of a Tradition (dalam bahasa Inggris). Columbia University Press. hlm. 65. ISBN 978-0-231-55064-2.
  6. ↑ Fudō Myōō and Myō-ō, Encyclopædia Britannica

Daftar pusaka

Pranala luar

Buddha :
(Nyorai-bu)
120px-Daibutsu_of_Todaiji_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bodhisattva :
(Bosatsu-bu)
Wisdom Kings :
(Myōō-bu)
Deities :
(Ten-bu)
circumstantial appearances :
(Suijakushin-bu)
Religious men :
(Kōsō・Soshi-bu)
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan