Kamis, 08 Oktober 2026
11:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Viññāṇa

konsep tentang batin atau mental dalam Buddhisme, kata yang sama juga digunakan dalam agama Hindu

Bagikan:
Untuk istilah serupa dalam kepustakaan Pali, lihat Citta. Untuk faktor-faktor batin penyerta kesadaran, lihat Cetasika. Untuk seorang umat awam laki-laki utama Sang Buddha, lihat Citta (upasaka).
Artikel ini bukan mengenai Sati (Buddhisme), Manasikāra, Appamāda, atau Khanti.
Terjemahan dari
viññāṇa
Indonesiakesadaran; pengetahu
Inggrisdiscernment (Hinduism & Buddhism); understanding, knowledge (Hinduism); consciousness,
mind, life force (Buddhism)
Paliviññāṇa
Sanskertaविज्ञान (vijñāna)
Tionghoa識 (T) / 识 (S)
(Pinyin: shí)
Jepang識 (shiki)
Korea식/識 (sik)
Tibetརྣམ་པར་ཤེས་པ་ (sna'i rnam par shes pa)
Myanmarဝိညာဉ်
(MLCTS: wḭɲɪ̀ɰ̃)
Thaiวิญญาณ
(RTGS: winyan)
Vietnam識 (thức)
Khmerវិញ្ញាណ
(UNGEGN: vĭnhnhéan)
Sinhalaවිඥ්ඥාන
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Viññāṇa (Pali; Sanskerta: विज्ञान vijñāna),[a] diterjemahkan sebagai kesadaran,[b] pengetahu, atau batin yang mengetahui, adalah suatu konsep penting terkait kesadaran batin atau mental yang berhubungan dengan kontak antara indra-indra dan unsur eksternal.[1][2]

Dalam Tripitaka Pali, viññāṇa merupakan salah satu istilah bahasa Pali yang secara tumpang tindih sering diterjemahkan sebagai pikiran atau batin, istilah lainnya adalah manas dan citta.[3][4][5] Masing-masing digunakan dalam pengertian umum dan nonteknis dari "pikiran", tetapi ketiganya terkadang digunakan secara berurutan untuk merujuk pada proses mental seseorang secara keseluruhan.[6] Akan tetapi, kegunaan utamanya memiliki nuansa pemaknaan yang agak berbeda.[7]

Istilah vijñāna juga digunakan dalam konteks Hindu sebagaimana disebutkan di banyak bagian awal kitab Upanisad, dan diterjemahkan sebagai pemahaman (understanding), pengetahuan (knowledge), dan kecerdasan (intelligence).[8][9]

Dalam delapan belas unsur

Artikel utama: Unsur (Buddhisme)

Enam jenis viññāṇa membentuk enam dari delapan belas unsur.

Delapan belas unsur (aṭṭhārasa dhātuyo) dari landasan indra (āyatana) internal-eksternal yang mengondisikan kontak (phassa)
No. Unsur indra
(indriya-dhātu)
No. Unsur objek
(ārammaṇa-dhātu)
No. Unsur kesadaran
(viññāṇa-dhātu)
1. unsur mata
(cakkhudhātu)
7. rupa visual
(rūpadhātu)
13. kesadaran mata
(cakkhuviññāṇadhātu)
2. unsur telinga
(sotadhātu)
8. suara
(saddadhātu)
14. kesadaran telinga
(sotaviññāṇadhātu)
3. unsur hidung
(ghānadhātu)
9 ganda/bau
(gandhadhātu)
15. kesadaran hidung
(ghānaviññāṇadhātu)
4. unsur lidah
(jivhādhātu)
10. rasa
(rasadhātu)
16. kesadaran lidah
(jivhāviññāṇadhātu)
5. unsur tubuh
(kāyadhātu)
11. sentuhan
(phoṭṭhabbadhātu)
17. kesadaran tubuh
(kāyaviññāṇadhātu)
6. unsur batin
(manodhātu)
12. objek batiniah
(dhammadhātu)
18. kesadaran batin
(manoviññāṇadhātu)

Dalam lima gugusan

Artikel utama: Gugusan (Buddhisme)
 Lima Gugusan (pañcakkhandha)
sesuai dengan Tripitaka Pali.
 
 
rupa (rūpa)
  4 unsur
(mahābhūta)
   
   
    ↓
      
 kontak 
(phassa)


    ↓ ↑
 
kesadaran
(viññāṇa)

 
 
 
 
 

→
←
 
 
 
←
  faktor mental (cetasika)  
 
perasaan
(vedanā)

 
 
 
persepsi
(saññā)

 
 
 
formasi
(saṅkhāra)

 
 
 
 
Sumber: MN 109 (Thanissaro, 2001)

Hubungannya dengan indra dan nafsu

Enam Kelompok-Enam
sesuai Tripitaka Pali:
 
  landasan indra (āyatana)  
 
→
     
 
→
     
  organ
indra
"internal"
↔ objek
indra
"eksternal"
 
 
↓ ↓
↓ kontak (phassa)
↓ ↑
   
kesadaran (viññāṇa)
 
 
 
  1. Enam landasan indra internal adalah mata, telinga, hidung, lidah, tubuh, dan batin.
  2. Enam landasan indra eksternal adalah warna, suara, bau, rasa, sentuhan, dan objek-objek batiniah.
  3. Kesadaran yang sesuai muncul dengan bergantung pada sepasang landasan indra internal–eksternal.
  4. Kontak adalah pertemuan dari suatu landasan indra internal, landasan indra eksternal, dan kesadaran.
  5. Perasaan bergantung pada kontak.
  6. Nafsu bergantung pada perasaan.
Sumber: MN 148 (Thanissaro, 1998)

Dalam dua belas mata rantai

  12 Mata Rantai (nidāna) 
Kemunculan Bersebab:
Ketidaktahuan (avijjā)
↓
Formasi (saṅkhārā)
↓
Kesadaran (viññāṇa)
↓
Batin-&-Jasmani (nāmarūpa)
↓
6 Landasan Indra (saḷāyatana)
↓
Kontak (phassa)
↓
Perasaan (vedanā)
↓
Nafsu (taṇhā)
↓
Kemelekatan (upādāna)
↓
Kemenjadian (bhava)
↓
Kelahiran (jati)
↓
Tua & Mati (jarā-maraṇa)

Catatan

  1. ↑ Sebagaimana standar dalam artikel Wikipedia Indonesia, istilah Pali viññāṇa akan digunakan saat membahas literatur Pali, dan kata Sanskerta vijñāna akan digunakan saat merujuk pada teks yang secara kronologis muncul belakangan setelah Tripitaka Pali, atau saat membahas topiknya secara luas, dalam konteks teks Pali dan non-Pali.
  2. ↑ Istilah "kesadaran" juga terkadang digunakan untuk menerjemahkan istilah sati ("kewawasan, perhatian-penuh"; Inggris: mindfulness) ke dalam bahasa Indonesia, yang merujuk pada konsep yang berbeda. Artikel ini membahas konsep consciousness (Pali: viññāṇa) dalam Buddhisme. Untuk konsep mindfulness (sati), lihat artikel Kewawasan (Buddhisme).

Referensi

  1. ↑ Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 618, entry for "Viññāṇa", retrieved on 2007-06-17 from the University of Chicago's "Digital Dictionaries of South Asia". University of Chicago[pranala dihapus]
  2. ↑ Apte (1957-59) Diarsipkan Maret 28, 2016, di Wayback Machine, hlm. 1434, entry for "vijñānam," retrieved from "U. Chicago" at [pranala dihapus] ; and, Monier-Williams (rev. 2008) Diarsipkan Maret 3, 2016, di Wayback Machine, hlm. 961, "entry for 'Vi-jñāna'". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2016-05-14. Diakses tanggal 2010-10-22 – via U. Cologne.
  3. ↑ "What is Vijnana in Buddhism?". ThoughtCo. Diakses tanggal 2017-05-07.
  4. ↑ "Question: What is the difference between jnana and vijnana? | Sri Chinmoy Library". Sri Chinmoy Library (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-05-07.
  5. ↑ "Alaya-vijnana: The Storehouse Consciousness, Source of All Experience". ThoughtCo. Diakses tanggal 2017-05-07.
  6. ↑ Sue Hamilton, Identity and Experience. LUZAC Oriental, 1996, pages 105-106.
  7. ↑ Bodhi, Bhikkhu (penerjemah) (2000b). The Connected Discourses of the Buddha: A Translation of the Samyutta Nikaya. (Part IV is "The Book of the Six Sense Bases (Salayatanavagga)".) Boston: Wisdom Publications. ISBN0-86171-331-1., hlm. 769-70, n. 154. For more information, see the section, "Overlapping Pali terms for mind", below.
  8. ↑ Radhakrishnan, Sarvepalli (1953). The Principal Upaniṣads. HarperCollins Publishers. ISBN 978-81-7223-124-8. OCLC 1128028420.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal
  9. ↑ In The Principal Upanisads, Sarvepalli Radhakrishnan has translated vijñāna by English words such as wisdom (hlm. 24), intellectual consciousness (hlm. 56), intelligence (hlm. 188-189 for Brihadaranyaka 2:1:16-17), knowledge (hlm. 200 for Brihadaranyaka 2:4:12-13), and understanding (hlm. 475-476 for Chandogya 7:7:1-2).

Pranala luar

Didahului oleh:
Saṅkhāra
12 mata rantai
Viññāṇa
Diteruskan oleh:
Nāmarūpa
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan