Senin, 19 Oktober 2026
05:22 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Tari Rejang

Tari Rejang

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Rejang (disambiguasi).
250px-Tarian_Rejang_Renteng.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tari Rejang Renteng

Tari Rejang adalah sebuah tarian kesenian rakyat/suku Bali yang ditampilkan secara khusus oleh perempuan dan untuk perempuan. Gerak-gerik tari ini sangat sederhana tetapi progresif dan lincah. Tari Rejang di beberapa tempat juga disebut dengan ngeremas, Simi atau sutri.[1][2]

Komponen tari

Penari

Tarian ini dilakukan/ditarikan oleh penari-penari gadis yang rata-rata berusia 6 - 8 tahun di Bali.[2] Tarian ini disajikan dengan penuh rasa hikmat, penuh rasa pengabdian kepada Dewa-Dewi Hindu dan penuh penjiwaan.

Busana

Para penarinya mengenakan pakaian upacara yang meriah dengan banyak dekorasi-dekorasi, menari dengan berbaris melingkari halaman pura atau pelinggih yang kadang kala dilakukan dengan berpegang-pegangan tangan.

Waktu dan tempat pertunjukan

Biasanya pagelaran tari Rejang diselenggarakan di pura[2] pada waktu berlangsungnya suatu upacara adat atau upacara keagamaan Hindu Dharma.

Jenis-jenis

Berikut ini adalah beberapa jenis tari Rejang yang biasa dipentaskan:

Rejang Daha

Tarian ini ditampilkan pada upacara hari purnama sasih Kasa, serta pada hari Paing dan Pon Kuningan di Pura Desa Asak, Karangasem. Penarinya berasal dari anak gadis tiap keluarga di desa tersebut. Pementasan tari ini diiringi dengan tabuhan gong Salunding, dengan tabuh rejang atau parejangan.[2]

Penari mengenakan kain sarung yang disesuaikan dengan jenis gelungan yang dipakai. Jika menggunakan pusung tekek, sarung yang dikenakan adalah kain songket, sedangkan untuk pusung perong dapat berupa songket maupun kain endek. Sebagai pelengkap, penari memakai gelungan atau hiasan kepala dengan dua variasi: pusung tekek yang ditata dengan bunga emas, dan pusung perong berbentuk setengah lingkaran dari anyaman bambu yang dihiasi bunga kamboja serta bunga emas. Selain itu, digunakan saput yang menyesuaikan gelungan, yakni kain perada untuk pusung tekek dan kain barabas merah untuk pusung perong.[2]

Rejang Ayodpadi

Rejang Anyar

Rejang Amerta Maha Merta

Rejang Bengkel

Rejang Dewa

Rejang Dedari

Rejang Dedari Kuning

Rejang Galuh

Rejang Giri Putri

Rejang Haja

Rejang Kesari

Rejang Kesuma Dewa

Rejang Membingin

Rejang Makitut

Rejang Negara

Rejang Palak

Rejang Pakuluh

Rejang Pamendak

Rejang Puspa

Rejang Puspa Kencana

Rejang Puspa Mahosadi

Rejang Playon

Rejang Renteng

Dalam pementasan Tari Rejang, para penari dipimpin oleh seorang pemangku yang berjalan di barisan paling depan sambil membawa pedupaan (pasepan). Di belakangnya, para penari bergerak berderet sambil memegang seutas benang panjang yang terhubung dari tangan pemangku hingga penari terakhir, atau saling menggenggam selendang penari lain sehingga membentuk rangkaian. Pola berantai pada tarian ini kemudian dikenal dengan nama Rejang Renteng.[2]

Rejang Sari

Tarian ini diciptakan oleh I Ketut Rena pada tahun 2017, pertama kali dipentaskan di Banjar Pande saat odalan, lalu dipublikasikan dalam pementasan Calonarang di Pura Desa Sumerta.[3]

Penari mengenakan tapih kuning, kamen wali, angkin prada, serta selendang kuning (baik sifon maupun kain biasa), ditambah pending sebagai ikat pinggang. Dalam beberapa pementasan, busana disederhanakan menjadi kebaya putih, kain kuning, dan selendang kuning, tetapi tetap mempertahankan ciri khas Rejang Sari Pementasan arian ini diiringi dengan gamelan gong Kebyar.[3]

Rejang Siwa Prastuti

Rejang Sri Sedana

Rejang Taman Sari

Rejang Teratai Putih

Rejang Taksu Bhuwana

Rejang Suralaya

Rejang Wahyu Paramartha

Referensi

  1. ↑ "Tari Rejang". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-02. Diakses tanggal 2011-12-31.
  2. 1 2 3 4 5 6 Agung, Anak Agung Gde Putra (1981). Beberapa tari upacara dalam masyarakat Bali (PDF). Jakarta: Direktorat jenderal kebudayaan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Putra, I Made Dwi Yoga Pramana; Sugama, I Wayan; Gunawan, I Gede Gusman Adhi (2024-04-30). "Eksistensi Seni Pertunjukan Tari Rejang Sari di Desa Sumerta Kecamatan Denpasar Timur". Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni. 1 (1): 140–165.

Lihat juga

Pranala luar

Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan