Minggu, 27 September 2026
04:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kemboja

Kemboja

genus tumbuh-tumbuhan

Untuk negara di Asia Tenggara, lihat Kamboja. Untuk film orisinal tahun 2022, lihat Kambodja.
Kemboja
250px-Frangipani_flowers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Subfamili: Rauvolfioideae
Tribus: Plumerieae
Subtribus: Plumeriinae
Genus: Plumeria
Tourn. ex L.
Spesies

7-8 spesies:

Sinonim[1]
  • Plumieria Scop.
Artikel takson sembarang

Kemboja,[2] kamboja, atau semboja[3] adalah sekelompok tumbuhan dalam genus Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang tetapi tebal. Bunganya yang harumnya sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Jenis akarnya serabut dan tekstur bunganya tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus.

Tumbuhan ini berasal dari wilayah neotropika (Meksiko, Amerika Selatan, Karibia, Brasil, hingga Florida, Amerika Serikat).[1][4] Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat.[butuh rujukan] Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat.[butuh rujukan] Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang.

Plumeria saat ini populer digunakan sebagai tanaman hias luar ruangan. Awalnya tanaman ini hanya digunakan sebagai tanaman kuburan.

Penamaan

Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier, pakar botani asal Prancis.[5]

Jenis

Bunga kamboja tidak hanya terdiri dari satu jenis saja melainkan bermacam-macam, di antaranya Plumeria Bali-Whirl. Bunga kamboja ini memiliki mahkota yang bertumpuk, sedang cara memperbanyak serta melestarikannya adalah dengan penyetekkan.[6] Ada juga Plumeria acuminata, bentuk mahkotanya membulat serta bagian ujungnya menggulung.[6] Yang ketiga yakni Plumeria acutifolia, bau bunganya harum dan berkhasiat untuk obat kencing nanah, bengkak serta bisul.[6] Bunga kamboja jenis ini sering digunakan untuk upacara keagamaan oleh orang Bali.[6]

Selanjutnya adalah Plumeria Cendana, meskipun berbau harum tetapi getahnya mengandung racun yang dapat menimbulkan rasa gatal.[6] Plumeria Kok Putih, bunga kamboja ini sekalipun sudah mekar tetap terlihat agak kuncup.[6] Ada juga Adenium obesum, biasanya orang-orang menyebutnya dengan bunga kamboja Jepang.[7] Bunga ini bukan berasal dari negeri sakura melainkan dari Benua Afrika, tepatnya Tanzania, Kenya, dan Uganda.[7] Tanaman ini juga terkenal dengan sebutan the rose of desert (mawar padang pasir), hal ini disebabkan karena dia mampu bertahan hidup meskipun tumbuh di padang pasir.[7]

Kegunaaan

Obat

Bunga kamboja mempunyai sejumlah senyawa yang berkhasiat sebagai obat, yakni triterprenoid amirin, lupeol, dan fulvoplumierin.[8] Zat-zat tersebut bersifat antipiretik (menurunkan demam), antiinflamatif (mengatasi radang), dan analgesik (meredakan rasa sakit).[8] Karena kandungan-kandungan inilah, bunga kamboja berguna untuk mengurangi nyeri haid dan mencegah pingsan akibat udara panas atau terkena sinar matahari (heat stroke).[8]

Selain itu, bunga kamboja juga banyak mempunyai khasiat yang lain, yakni sebagai obat luar maupun dalam. Sebagai obat luar, getah kamboja dapat digunakan untuk, misalnya, mengobati gigi berlubang. Caranya adalah dengan melumaskan getah kamboja pada kapas yang kemudian digunakan untuk menutupi gigi yang berlubang. Namun hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar getah kamboja tersebut jangan sampai mengenai gigi yang sehat. Sebagai obat dalam, bunga kamboja dapat digunakan untuk mengobati orang yang terkena penyakit disentri. Caranya adalah dengan memasukkan 12-24 gram bunga kamboja kering ke dalam wadah berisi air 400 cc, lalu merebusnya dan menyisakan airnya sampai 200 cc.[9]

Makanan

Bunga kamboja juga dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan ringan, misalnya, untuk membuat tempura bunga.[8] Caranya mudah, yaitu hanya dengan melumuri bunga kamboja segar dengan adonan bumbu berupa bawang putih, merica, garam dicampur dengan tepung terigu serta baking powder dan menggorengnya hingga garing seperti kerupuk. Hal ini merupakan kreasi lain dalam penggunaan bunga kamboja yang selama ini hanya dikenal sebagi bunga penghias kebun.[8]

Galeri

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Plumeria Tourn. ex L." Plants of the World Online. Royal Botanic Gardens, Kew. Diakses tanggal 4 Januari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata kemboja pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-13.
  3. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata semboja pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2019-12-13.
  4. ↑ Eggli, Urs (2002). Albers, Focke (ed.). Illustrated Handbook on Succulent Plants. Vol. 5: Dicotyledons. Springer. hlm. 16. ISBN 978-3-540-41966-2.
  5. ↑ Zumbroich, Thomas J. (Desember 2013). "'Plumerias the Color of Roseate Spoonbills'- Continuity and Transition in the Symbolism of Plumeria L. in Mesoamerica". Ethnobotany Research & Applications. 11: 341–363. Diakses tanggal 15 April 2015.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 5 6 Ratnasari, Juwita (2007).Galeri Tanaman Bunga Hias.Depok:PT Penebar Swadaya. Hal 175 Cet. 2
  7. 1 2 3 Indriani, Yovita Hety (2006).Membuat Tanaman Hias Tampil Unik.Depok:PT Penebar Swadaya. Hal 31 Cet. VIII
  8. 1 2 3 4 5 Apriadji, Wied Harry (2008).Resep sehat Alami Wied Harry di TV.Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama. Hal 72
  9. ↑ Prof. Hembing (2000).Ensiklopedia Millenium:Tumbuhan Berkhasiat Obat Indonesia.Jakarta:Prestasi Insan Indonesia. Hal 78-79

Pranala luar

Lihat entri kemboja di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan