Sabtu, 03 Oktober 2026
14:04 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Stasiun Depok

Stasiun Depok

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Stasiun Depok Baru.
Untuk kegunaan lain, lihat DP.
Stasiun Depok
KAI Commuter
B21

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-PapanNamaStasiun_DP.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Depok_2022.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Depok, 2022
Nama lainStasiun Depok Lama
Lokasi
Koordinat 6°24′15.92″S 106°49′1.51″E / 6.4044222°S 106.8170861°E / -6.4044222; 106.8170861
Ketinggian+93 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 32+684 lintas Jakarta—Manggarai—Bogor/Nambo[1]
Jumlah peronDua peron pulau yang tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 4: sepur lurus)
LayananCommuter Line Bogor
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka31 Januari 1873
Elektrifikasi1 Mei 1930
Perusahaan awalNederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Depok Baru Commuter Line Bogor Citayam
menuju Bogor atau Nambo
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Tangga naik/turun Mesin tiket Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Jalur difabel Ruang menyusui Pos kesehatan Isi baterai Galeri ATM Air minum 
Diagram lintasan stasiun
ke Depok Baru
Underpass Dewi Sartika
ke Depo KRL
ke Citayam
Lokasi pada peta
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Depok&revid=29529332&groups=_436059350b32009bac6920f9ab1cd094ac6e5c83&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Depok (DP) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Stasiun Depok Lama, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +93 meter ini hanya melayani layanan kereta api komuter Commuter Line dengan jarak 32½ km arah selatan dari Jakarta Kota. Stasiun ini kadang-kadang juga disebut sebagai Depok Lama, untuk membedakannya dengan Depok Baru dan merupakan salah satu stasiun kereta api tertua di wilayah Depok.

Sejak 25 Maret 2021, stasiun ini, bersama Stasiun Bekasi, Tanah Abang, Kranji, Jakarta Kota, Depok Baru, Bojonggede, Citayam, Parung Panjang, dan Angke resmi menghapus penjualan kartu single-trip untuk layanan Commuter Line.[3]

Sejarah

lossy-page1-250px-Station_Depok_KITLV_141900.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Emplasemen Stasiun Depok eks-NIS. Masih menampakkan ciri-ciri NIS seperti pintu berbentuk busur yang mirip dengan Stasiun Salem di Gemolong, Sragen
250px-Stasiun_Depok_in_1930.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun Depok pada tahun 1930

Pada abad ke-17 hingga ke-18, Depok merupakan wilayah kawedanan sekaligus perkebunan yang didirikan oleh tuan tanah Cornelis Chastelein.[4] Hingga abad ke-19 kota yang dibangun Chastelein terus berkembang. Mengingat kebutuhan akan pengangkutan perkebunan dan penumpang semakin meningkat, pada akhir dekade 1860-an dibangunlah jalur kereta api Batavia–Buitenzorg oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, perusahaan kereta api rel berat pertama di Hindia Belanda.

Stasiun ini dibuka oleh NIS bersamaan dengan pembukaan segmen terakhir, Meester Cornelis N.I.S.–Buitenzorg pada tanggal 31 Januari 1873.[5] Tidak seperti lintas Samarang–Vorstenlanden yang menggunakan lebar sepur 1.435 mm, NIS justru menggunakan sepur 1.067 mm untuk lintas ini.[6] Pada tanggal 1 November 1913, Staatsspoorwegen resmi membeli aset NIS di jalur tersebut dan mengembangkan stasiun ini.[7]

Sehubungan dengan pengembangan pelayanan SS, layanan kereta api komuter berbasis kereta rel listrik dan lokomotif listrik mulai dijalankan di lintas Tandjongpriok (Tanjung Priuk)–Batavia–Buitenzorg serta Tandjongpriok–Meester Cornelis (Jatinegara). Untuk mewujudkan hal tersebut, SS membangun tiang listrik aliran atas di sepanjang jalur-jalur tersebut, dan pada 6 April 1925, layanan kereta api komuter mulai beroperasi bersamaan dengan peringatan 50 tahun SS berkarya di tanah Jawa.[8]

250px-STASIUN_DEPOK_2014.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kondisi Stasiun Depok, 2014

Stasiun Depok yang lama kini sudah dibongkar karena dampak pembangunan jalur ganda Jakarta Kota–Depok yang telah disusun rencananya sejak 1981 dan mulai dibangun sepanjang dekade 1980-an, sepaket dengan jalur ganda layang Jakarta Kota–Manggarai.[9] Terkait dengan tabrakan KRL Ratu Jaya 1993, dilakukan percepatan pembangunan jalur ganda untuk segmen Depok–Bogor kemudian diresmikan pada tanggal 17 September 1996.[10]

Tata letak

Ke arah selatan dari Stasiun Depok terdapat sebuah depo KRL, yang merupakan terbesar di Asia Tenggara. Kini stasiun ini memiliki empat jalur untuk mempercepat perjalanan Commuter Line Bogor dari Bogor dan untuk tempat pemberhentian akhir kereta tujuan Depok. Stasiun Depok Lama mempunyai keunikan tersendiri. Jika pada umumnya stasiun-stasiun yang memiliki 4 jalur seperti Stasiun Gambir, Manggarai, Tambun, Pasar Minggu, dan Cakung jalur 2 dan 3 yang menjadi sepur lurus, maka di Stasiun Depok Lama jalur 1 dan 4-nyalah yang merupakan sepur lurus.

Penyeberangan antar peron dan gerbang barat dan timur dilakukan melalui terowongan yang berada di bagian selatan peron. Terowongan tersebut hanya dapat diakses dnegan tangga, sehingga pengguna jasa disabilitas dapat menggunakan perlintasan sebidang lama yang ada di ujung selatan peron serta rampa untuk mencapai peron tinggi.

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail B21 250px-PapanNamaStasiunKomuter_DP.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
G Bangunan utama stasiun P

Lantai peron

Jalur 1 ← (Depok Baru)      Commuter Line Bogor menuju Jakarta Kota Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri kedatangan kereta di jalur 1, atau kanan kedatangan kereta di jalur 2 Jalur 2 ← (Depok Baru)      Commuter Line Bogor dari dan menuju Jakarta Kota dan menuju Bogor/Nambo (Citayam) → Jalur 3 ← (Depok Baru)      Commuter Line Bogor dari dan menuju Jakarta Kota dan menuju Bogor/Nambo (Citayam) → Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan kedatangan kereta di jalur 3, atau kiri kedatangan kereta di jalur 4 Jalur 4      Commuter Line Bogor menuju Bogor/Nambo (Citayam) → G Pintu dan loket barat Underpass, penyeberangan antar peron

Layanan kereta api

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
20px-Jakarta_KRL_B.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Bogor Bogor
Depok
Nambo (sebagian jadwal)
Jakarta Kota –

Antarmoda penghubung

Jenis angkutan umum Trayek Rute
Mikro Trans Depok D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar (via Grand Depok City–Cilodong)

Insiden

  • Pada tanggal 25 Juli 2013, sebuah KRL Commuter Line terbakar di Stasiun Depok Lama, pukul 09.14 WIB. Diduga diakibatkan gangguan pada kompresor.[11]
  • Pada tanggal 05 Desember 2018, sebuah KRL Commuter Line mengeluarkan asap tebal berwarna putih. Tidak ada korban jiwa, tetapi menyebabkan kepanikan penumpang. Akibatnya, penumpang harus dialihkan dan armadanya langsung dibawa ke Depo KRL Depok untuk pemeriksaan.[12][13]

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Anwar, Muhammad Choirul (2021-03-18). Anwar, Muhammad Choirul (ed.). "Mulai 25 Maret, 10 Stasiun KRL Ini Tak Layani Tiket Harian Berjaminan". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-08-07.
  4. ↑ "Cornelis Chastelein; Tuan Tanah Baik Hati Pembangun Depok". Republika Online. 2019-07-15. Diakses tanggal 2020-06-06.
  5. ↑ Burgerlijke Openbare Werken (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Poolman, W. Verslag van den raad van beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij...28sten Junij 1870. Amsterdam: C.A. Spin & Zoon.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Regeerings-almanak voor de Nederlandsch-Indië. Weltevreden: Landsdrukkerij. 1922.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Reitsma, S.A. (1925). Gedenkboek der staatspoor- en tramwegen in Nederlandsch-Indië, 1875-1925. Weltevreden: Topografische Inrichting.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Sejarah Penataan Kereta Commuter Line. I. Jakarta: Tempo Publishing. 2019. ISBN 9786232076143.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ "Merayap Pasti Merebut Kepercayaan". Warta Ekonomi. IX (46–52): 37. 1998.
  11. ↑ Virdhani, Marieska Harya. "KRL Commuter Line Terbakar di Stasiun Depok". Okezone.com. Diakses tanggal 2018-12-06.
  12. ↑ Pradipto, Deodatus (2018-12-05). Pradipto, Deodatus (ed.). "KRL Commuter Line Tujuan Bogor Keluarkan Asap di Stasiun Depok, Penumpang Dievakuasi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2018-12-06.
  13. ↑ Mardiyansyah, Khafid. "KRL yang Mengeluarkan Asap Sudah Dievakuasi ke Dipo Stasiun Depok". Okezone.com. Diakses tanggal 2018-12-06.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Depok Baru Jakarta–Bogor Pondok Terong
menuju Bogor
20px-Jakarta_KRL_B.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Bogor
Jalur cabang Nambo
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Cikarang
20px-Jakarta_KRL_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Rangkasbitung
20px-Jakarta_KRL_T.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Tangerang
20px-Jakarta_KRL_TP.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Tanjung Priok
Y Commuter Line Yogyakarta
20px-Jakarta_-_Soekarno_Hatta_Airport_Train_Line_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Basoetta
  • Tebal: Stasiun awal/akhir dan stasiun transit
    †: Hanya melayani satu arah
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Jawa Barat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan