Rabu, 28 Oktober 2026
15:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Halte Pondok Terong

Halte Pondok Terong

halte kereta api di Indonesia

Bagikan:
Halte Pondok Terong
40px-Logo_Kereta_Api_Indonesia_1991-2011.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Pondok Terong
330px-Bekas_emplasemen_Halte_Pondok_Terong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bekas emplasemen Halte Pondok Terong yang kini telah hilang tanpa sisa, difoto saat malam hari dari Jalan Raya Citayam, 2025
Lokasi
Koordinat 6°26′1.144″S 106°48′32.202″E / 6.43365111°S 106.80894500°E / -6.43365111; 106.80894500
Operator
Letak
km 30+684 lintas Jakarta–Manggarai–Bogor/Nambo[1]
Jumlah peron1
Jumlah jalur1 (dulu) 2 (sekarang)
Layanan-
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiHalte[2]
Sejarah
Dibuka1980/1990-an
Ditutup1996;30 tahun lalu (1996)
Elektrifikasi1 Mei 1930
Diagram lintasan stasiun
ke Depok
Jl. Masjid Ittihad
Jl. Raya Citayam
ke Citayam
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.4336511111111,106.808945,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Halte_Pondok_Terong&revid=30103048&groups=_c67a7265e19659efdfe16fd6b8d5bc589abebb20&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Halte Pondok Terong (PTO) adalah sebuah halte kereta api nonaktif yang terletak di Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok. Halte ini terletak di perbatasan antara kelurahan Bojong Pondok Terong dengan kelurahan Pondok Jaya. Semasa masih aktif, halte ini melayani perjalanan KRL Jabodetabek tujuan Jakarta Kota–Bogor atau sebaliknya. Pada tahun 1996, halte ini ditutup karna ingin di bangun double track di jalur Stasiun Manggarai–Stasiun Bogor,[3] yang kini hanya menyisakan rumah sinyal.[4]

Insiden

Pada tanggal 2 November 1993, terjadi sebuah tabrakan kereta api yang hebat di sebelah utara halte ini. Peristiwa ini, yang dikenal sebagai Tabrakan KRL Ratujaya 1993, menyebabkan 20 orang meninggal dan ratusan orang luka-luka.

Setelah kejadian itu, pemerintah mulai membangun double-track Jalur Manggarai-Bogor guna menghindari terjadinya tabrakan kereta api lagi. Karena dibangunnya double-track ini, stasiun ini terpaksa ditutup dan dibongkar untuk keperluan lahan jalur double-track. Kini bekas peron stasiun ini masih tampak, tetapi bangunannya sudah dibongkar.

Referensi

Gambar pada pranala luar
Potret Halte Pondok Terong ketika masih ada, karya Ian Lynas (Peringatan: Dilarang keras melakukan unggah ulang (reupload) potret ini ke semua proyek Wikimedia, karena hak cipta foto berikut ini dilindungi undang-undang.)
20px-Searchtool.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail https://www.flickr.com/photos/151168744@N05/38345802965/in/album-72157688621637082
  1. ↑ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero).
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Masri, Zainal Arifin; Alam, Bambang Perkasa (2020-11-16). "Revitalisasi Bangunan Masjid Al Firdaus Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok". KANGMAS: Karya Ilmiah Pengabdian Masyarakat. 1 (3): 84–92. doi:10.37010/kangmas.v1i3.58. ISSN 2722-2004.
  4. ↑ Afrian, Arifin (2025-01-15' 15 Januari 2025);). [Afryan.com/id "Kai.com"]. Informasi Stasiun/halte. Diakses tanggal 2025-01-15'15 Januari 2025.{{cite web}}: Periksa nilai |url=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Depok Jakarta–Bogor Citayam
menuju Bogor
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan