Sabtu, 10 Oktober 2026
01:39 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Stasiun Tangerang

Stasiun Tangerang

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Tangerang
KAI Commuter
T11

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_TNG.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Tangerang_2026.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tampak depan Stasiun Tangerang
Lokasi
Koordinat 6°10′49″S 106°37′45″E / 6.18028°S 106.62917°E / -6.18028; 106.62917
Ketinggian+15 m
Operator
Otoritas transportasiDirektorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda
Letak
km 19+297 lintas Duri—Tangerang[1]
Jumlah peronDua peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
LayananKRL Commuter Line
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1899
Elektrifikasi1997
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Tanah Tinggi
menuju Duri
Commuter Line Tangerang Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Pemesanan langsung di loket Jalur difabel Toilet Musala Ruang menyusui Pos kesehatan Galeri ATM Penitipan barang Air minum Isi baterai Wi-Fi 
Jenis persinyalan
  • Elektrik
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Tangerang&revid=29698470&groups=_ddca69ce31a3c13be159701fa740e3435d805a30&parser=parsoid
Peta interaktif Stasiun Tangerang
40px-Logo_Direktorat_Pelestarian_Cagar_Budaya_dan_Permuseuman.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Cagar budaya IndonesiaStasiun Kereta Api Tangerang
PeringkatKabupaten/Kota
KategoriBangunan
No. RegnasKB005501
No. SKSK No. 3 Tahun 2018
Tanggal SK15 Februari 2018
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
PengelolaKAI Commuter
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Diagram lintasan stasiun
gardu LAA
bangunan
lama
bangunan
baru
kios,
cagar budaya
Jl. K. H.
Sholeh Ali
Pasar Anyar
Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna
ke Ci Sadane
ke Tanah Tinggi
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.1802777777778,106.62916666667,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Tangerang&revid=29698470&groups=_16d68fdb90753dccb8669d05f8ac825f2d081b11&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Tangerang (TNG) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Sukarasa, Tangerang, Tangerang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +15 meter ini hanya melayani kereta api komuter Commuter Line. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di jalur kereta api Tangerang–Duri.

Hanya ada satu layanan kereta api yang mengawali dan mengakhiri perjalanan di stasiun ini, yaitu Commuter Line Tangerang.

Sejarah

Staatsspoorwegen membangun jalur percabangan dari Stasiun Duri ke Stasiun Tangerang melalui Staatblad No. 180 tanggal 5 Juli 1896 untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan militer, dan penumpang. Stasiun beserta jalur sepanjang 19 km ini diresmikan pada tanggal 2 Januari 1899.[3]

Di tahun 1935, tercatat setiap hari ada 12 kali operasional kereta api di Stasiun ini, begitu pula sebaliknya dengan jumlah perjalanan yang sama. Kerata api Duri-Tangerang tersedia dengan dua rangkaian, yakni rangkaian khusus kelas 3 dan rangkaian campuran antara kelas 2 dan 3. Kelas 2 diperuntukan bagi orang asing, orang Tionghoa, dan pengusaha pribumi sedangkan kelas 3 untuk orang-orang pribumi.

Barang yang diangkut sebagian besar berupa hasil-hasil pertanian. Tanah-tanah partikelir yang dahulu dikelola oleh pengusaha Tionghoa banyak ditanami padi, kacang tanah, ketela, nila, kelapa, dan berbagai jenis sayuran. Selain hasil pertanian, barang yang diangkut menggunakan kereta api adalah hasil kerajinan rumah tangga. Kerajinan yang paling banyak dikerjakan adalah penganyaman topi dari bambu. Hasil-hasil topi dibeli oleh orang Tionghoa dan Eropa. Sebagian besar orang Tionghoa menjual kembali topi bambu yang ia beli sedangkan orang Eropa mengirimnya ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Priok.[3]

Bangunan dan tata letak

Stasiun ini mempunyai 4 jalur kereta api, dengan jalur 1 dan 2 merupakan sepur lurus arah Tanah Tinggi. Tepat di sebelah jalur 4 terdapat subdepo KRL untuk menyimpan sarana.

Pada masa lampau, Stasiun Tangerang memiliki percabangan ke arah Sungai Cisadane, wesel percabangannya diyakini berada sebelum perlintasan sebidang Pasar Anyar tetapi kini tak bersisa. Percabangan ini digunakan untuk angkutan material dari Sungai Cisadane untuk pembangunan Gelora Bung Karno tahun 1960–1962.[4]

Bangunan utama stasiun yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen, kini telah ditetapkan sebagai aset cagar budaya.[5]

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail T11 250px-PapanNamaStasiunKomuter_TNG.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
G Bangunan utama stasiun
PLantai peron Peron sisi
Jalur 1      Commuter Line Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Jalur 2      Commuter Line Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Peron pulau
Jalur 3      Commuter Line Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Jalur 4      Commuter Line Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Peron pulau
Jalur 5 Area parkir kereta
Jalur 6 Area parkir kereta

Layanan kereta api

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
20px-Jakarta_KRL_T.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Tangerang Tangerang Duri –

Antarmoda pendukung

Jenis angkutan umumTrayekTujuan
Trans Tangerang Ayo 20px-TransTangerang_K1_roundel.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terminal Poris Plawad-Jatake
20px-TransTangerang_K4_roundel.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Bandara Internasional Soekarno Hatta—Periuk
Angkot Benteng AP 1.D Terminal Cimone—GOR K.H. Dimiyati

Insiden

Pada tanggal 19 Juli 2016, terjadi penutupan akses masuk Stasiun Tangerang oleh Pemerintah Kota Tangerang. Penumpang kemudian dialihkan melalui pintu masuk stasiun sebelah timur. Akibatnya, warga Tangerang kesulitan akses karena harus berjalan kaki jauh dari pintu masuk stasiun arah Jalan Kisamaun. Pasalnya, pintu masuk stasiun ditutup lantaran mengurai kesemrawutan angkot yang sedang menanti penumpang di Stasiun Tangerang.[6]

Galeri

  • Prasasti cagar budaya bangunan lama Stasiun Tangerang (Desember 2020).
    Prasasti cagar budaya bangunan lama Stasiun Tangerang (Desember 2020).
  • Empat KRL Commuter Line sedang berhenti di Stasiun Tangerang (Desember 2020).
    Empat KRL Commuter Line sedang berhenti di Stasiun Tangerang (Desember 2020).
  • Emplasemen timur (Desember 2020).
    Emplasemen timur (Desember 2020).
  • Kedua tiang sinyal langsir jalur lima dan enam sebagai sepur simpan KRL (Desember 2020).
    Kedua tiang sinyal langsir jalur lima dan enam sebagai sepur simpan KRL (Desember 2020).
  • Pemandangan sisi depan Stasiun Tangerang dari area parkir saat malam hari (Maret 2023).
    Pemandangan sisi depan Stasiun Tangerang dari area parkir saat malam hari (Maret 2023).

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. 1 2 "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2020-05-30.
  4. ↑ "Di Balik Pembangunan Stadion GBK". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2020-05-30.
  5. ↑ developer, medcom id (2022-08-16). "Tak Lekang Dimakan Zaman, Stasiun Tangerang Saksi Bisu Sejarah Pertempuran Rakyat dengan NICA". medcom.id. Diakses tanggal 2024-09-11.
  6. ↑ Pribadi, Andy (20 Juli 2017). "Jalan Masuk Stasiun Ditutup, Warga Kesulitan Akses Stasiun Tangerang". Tribunnews.com. Wartakota Tribun. Diakses tanggal 27 Desember 2017.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Tangerang–Duri Tanah Tinggi
menuju Duri
20px-Jakarta_KRL_B.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Bogor
Jalur cabang Nambo
20px-Jakarta_KRL_C.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Cikarang
20px-Jakarta_KRL_R.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Rangkasbitung
20px-Jakarta_KRL_T.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Tangerang
20px-Jakarta_KRL_TP.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Tanjung Priok
Y Commuter Line Yogyakarta
20px-Jakarta_-_Soekarno_Hatta_Airport_Train_Line_Icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Commuter Line Basoetta
  • Tebal: Stasiun awal/akhir dan stasiun transit
    †: Hanya melayani satu arah


Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Banten ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan