Rabu, 28 Oktober 2026
01:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Tari bondan

Bagikan:
Tari bondan
Informasi pribadi
ProfesiTarian Daerah Jawa Tengah
Situs webwww.jatengprov.go.id

Cerita Tarian Tari Bondan

Tari Bondan ini berasal dari Surakarta,Jawa Tengah.Tarian ini menceritakan bahwa kasih sayang ibu kepada anaknya melalui menggendong bayi dengan payung terbuka dengan hati-hati dan perhatian.

Menurut legenda yang berkembang di Lereng barat Gunung Merapi (Kecamatan Dukun, Salam, Sawangan), tari Bondan adalah tari untuk mengingat sosok Nyai Bondan Kejawan, pengasuh Dewi Sri, Ibu kesuburan dalam mitologi Jawa. Bayi yang digendong penari melambangkan Dewi Sri yang selepas tercipta dari telur yang dikulum naga Antaboga, lalu dititipkan pada keluarga petani, Kyai dan Nyai Bondan Kejawan.

Dalam kisah selanjutnya, ketika padi yang tumbuh dari pusara Dewi Sri terus berusaha dimakan oleh Bathara Kala,Kyai Bondan, sayng bapa pengasuh kemudian menjelma menjadi rumput kejawan yang biasa tumbuh di sela tanaman padi. Ia mengorbankan diri agar burung jelmaan Kala terlebih dahulu memangsa dirinya daripada bulir-bulir padi penjelmaan Dewi Sri.

Legenda ini tersebar dari mulut ke mulut dan terus dituturkan pada sesepuh desa di kawasan tersebut. Kisah ini menunjukkan Tari Bondan sebagai salah satu tarian mistik dalam kosmologi masyarakat jawa.

Cara melakukan Tarian Tari Bondan

Tari Bondan ini dapat dilakukan oleh seorang wanita dengan menggendong boneka bayi dengan payung teerbuka yang harus hati-hati karena dia menari di atas kendi dan kendi itu tidak boleh sampai pecah.

Properti Tarian Tari Bondan

Tarian tari Bondan ini mempunyai properti tariannya sendiri yaitu :

  • Boneka Bayi Mainan
  • Payung
  • Kendi

Jenis-Jenis Tarian Tari Bondan

Tarian tari Bondan ada tiga jenis yaitu:

  • Tarian tari Bondan Cindogo
  • Tarian tari Bondan Mardisiwi
  • Tarian tari Bondan Pegunungan/Tani

Ciri Khas Tarian Tari Bondan

Tarian tari Bondan memiliki ciri khas tariannya sendri yaitu:

  • mengenakan pakaian gadis seperti gadis desa
  • Menggendong tenggok
  • memakai Caping
  • Membawa alat pertanian

Referensi

bukahalaman.blogspot.com/2011/03/tari-bondan-jawa-tengah.html WP:S2014-15 Salam,

Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan