Minggu, 04 Oktober 2026
02:31 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Tari Torompio

salah satu tarian di Indonesia

Bagikan:

Tari Torompio (bahasa Inggris:Torompio dance), adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari dan dilestarikan oleh masyarakat suku Pamona, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kata Torompio dalam bahasa Pamona berarti "Angin Berputar", di mana kata ini terdiri dari dua kata, yaitu "Toro" artinya putar, "Pio" artinya angin. Torompio menjadi lambang bagi para remaja yang sedang dimabuk asmara.[1]

Sejarah

Tari Torompio bermula pada masa penjajahan Jepang di Indonesia terutama di Tanah Poso pada saat pembukaan jalan Takolekaju. Tarian ini diyakini berasal dari Pamona Timur tepatnya di Desa Taripa. Pada tahun 1943 atas jasa Almarhum Bapak T. Lanipa yang ketika itu sebagai guru di Taripa, tarian ini menjadi populer. Mulai saat itulah tarian ini dikembangkan dan dilestarikan oleh masyarakat Pamona di seluruh Tanah Poso dan seluruh Indonesia, sehingga identik dengan tarian dari Poso/Pamona.[2]

Perlengkapan

Layaknya sebuah tarian, Torompio dalam pelaksanaannya didukung oleh alat musik, busana, dan syair lagu.[3]

Alat musik

Alat musik yang digunakan adalah gong, gendang, karatu (gendang duduk), dan gitar.

Busana

Oleh karena tarian ini dimainkan oleh pria dan wanita, maka dalam hal busana dibedakan antara pakaian pria dan pakaian wanita.

  • Busana Pria: baju banjara, salana, siga dan salempa;
  • Busana Wanita: lemba, topi mombulu, tali bonto dan kamagi.

Syair lagu

Dalam tiap syair lagu yang dinyanyikan oleh para penari, menggambarkan isi hati dari para muda-mudi yang dimabuk asmara. Berikut beberapa penggal syair lagu dari tari Torompio:[4]

Pria dan Wanita: Mosipanca siko a'i
Pampogonggamu kamagi
Siolo kita mawani
Dantambawe sari

Pria: Madago pesuncu enu
Setu ri yapi mpulemu
Ane pande meporewu
Koroku se'e dandeku

Wanita: Enu madago posuncu
Setu ri yapi baturu
Ane pande mepoyunu
Barani yaku melulu

Referensi

  1. ↑ User, Super. "Tari Torompio". Poso Tourism. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-04. Diakses tanggal 3 Januari 2017.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  2. ↑ "Tarian Torompio Meriahkan Pameran Bersama di Museum Sulawesi Tengah". MetroSulawesi. Diakses tanggal 3 Januari 2017.
  3. ↑ "Gemulainya Tari Torompio". Griya Wisata. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-01-08. Diakses tanggal 3 Januari 2017.
  4. ↑ "Tarian Torompio". Poso Mori. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-01-04. Diakses tanggal 3 Januari 2017.
Aceh
Alas-Kluet
Batak
Gayo
Kerinci
Lampung
Melayu
Mentawai
Minangkabau
Nias
Palembang
Rejang, Kaur,
Mukomuko,
dan Serawai
Singkil
Tamiang
Bantenan
Betawi
Cirebon-Indramayu
Jawa
Madura
Sunda
Banjar
Bulungan
Dayak
Melayu Kalimantan
Kutai Kartanegara
Paser
Tidung
Alor
Bali
Bima dan Sumbawa
Flores
Sasak
Sumba
Timor
Bugis, Makassar,
Bone, dan Luwu
Buton, Muna, dan Wakatobi
Gorontalo
Mandar
Minahasa
Bolaang dan Mongondow
Padoe
Bare'e, Pamona, dan Kaili
Sangihe, Talaud,
dan Siau Tagulandong
Biaro
Toraja
Arfak
Asmat
Biak
Dani
Fakfak
Isirawa
Mimika (Kamoro)
Kep. Maluku Tengah dan Selatan
Kep. Maluku Utara
Moi
Sentani
Serui dan Waropen
Lain-lain
India-Indonesia
Arab-Indonesia
Tionghoa-Indonesia
Eropa-Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan