Selasa, 29 September 2026
21:52 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Nikāya

Kata bahasa Pali yang berarti "volume"

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya
Artikel ini berisi tentang kata nikāya secara umum. Untuk istilah tidak merendahkan sebagai pengganti istilah Hinayana, lihat Buddhisme Nikāya.

Nikāya (निकाय) adalah kata Pāli yang berarti "volume". Penggunaan kata ini mirip dengan kata Sanskerta āgama (आगम) yang berarti "koleksi", "kumpulan", "kelas", atau "kelompok" dalam bahasa Pāḷi dan Sanskerta.[1] Kata ini paling umum digunakan untuk merujuk pada kitab-kitab yang menjadi bagian dari Tripitaka Pali, yaitu kitab yang ditemukan dalam Sutta Piṭaka. Kata ini juga digunakan untuk merujuk pada ordo atau silsilah monastik, yang terkadang diterjemahkan sebagai 'persaudaraan monastik'.

Istilah Buddhisme Nikāya kadang-kadang digunakan dalam ilmu pengetahuan kontemporer untuk merujuk pada berbagai model Buddhisme yang termasuk dalam kategori aliran-aliran Buddhis awal.

Koleksi kitab

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Awal
120px-Ashoka_Chakra_Y.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme

*Daftar ini merupakan penyederhanaan. Kemungkinan besar, perkembangan aliran-aliran Buddhis tidaklah linear. Terdapat pula perbedaan pendapat di kalangan para cendekiawan.

20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Dalam Tripitaka Pāli, khususnya, "Keranjang Diskursus" atau Sutta Piṭaka, arti nikāya kira-kira setara dengan "kumpulan" dan digunakan untuk menjelaskan pengelompokan diskursus menurut tema, panjangnya, atau kategori lainnya. Sutta Piṭaka dibagi menjadi lima nikāya:

Keseluruhan isi empat nikāya utama, yaitu Dīgha, Majjhima, Saṁyutta, dan Aṅguttara; serta beberapa kitab Khuddaka; termasuk dalam kitab Buddhis awal (EBT). Pada aliran Buddhis awal lainnya, istilah alternatif āgama digunakan sebagai pengganti nikāya untuk menggambarkan Sūtra Piṭaka mereka. Oleh karena itu, bagian non-Mahāyāna dari Sūtra Piṭaka berbahasa Sanskerta disebut sebagai "Āgama" oleh umat Mahāyāna. Sebagian besar Āgama bertahan hanya dalam versi terjemahan bahasa Tibet Klasik dan Tionghoa. Kitab-kitab tersebut berhubungan erat dengan nikāya berbahasa Pāli.[2]

Ordo monastik

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Di antara negara-negara Theravāda di Asia Tenggara dan Sri Lanka, nikāya juga digunakan sebagai istilah untuk ordo, divisi, atau garis keturunan kerahiban; pengelompokan ini juga kadang-kadang disebut "persaudaraan monastik" atau sebatas "persaudaraan". Nikāya dapat muncul di antara kelompok-kelompok monastik sebagai akibat dari perlindungan kerajaan atau pemerintah (seperti Dhammayuttika Nikāya di Thailand), asal-usul silsilah penahbisan mereka (Siam Nikāya di Sri Lanka), perbedaan penafsiran mengenai aturan monastik, atau faktor lain (seperti Amarapura Nikāya di Sri Lanka, yang muncul sebagai reaksi terhadap pembatasan kasta dalam Siam Nikāya). Perpecahan ini tidak sampai pada tingkat pembentukan aliran terpisah dalam aliran Theravāda karena nikāya baru biasanya tidak mengikuti ajaran dan/atau kitab-kitab aturan monastik yang berbeda, dan perpecahan ini juga tidak meluas ke kalangan umat awam.

Di Myanmar, ordo monastik nikāya muncul sebagai respons terhadap penafsiran Vinaya yang relatif konservatif, dan struktur hierarki dalam nikāya. Sejak tahun 1980, tidak ada nikāya baru yang diizinkan untuk dibentuk, dan terdapat total sembilan ordo monastik yang diakui secara hukum di Myanmar saat ini berdasarkan Undang-Undang tentang Organisasi Saṅgha tahun 1990.[3] Ordo yang terbesar adalah Thudhamma Nikāya, yang didirikan pada tahun 1800-an pada masa dinasti Konbaung.

Buddhisme Nikāya

Artikel utama: Buddhisme Nikāya

Istilah "Buddhisme Nikāya" dicetuskan oleh Masatoshi Nagatomifake sebagai istilah pengganti yang tidak merendahkan untuk Hinayana, yang berarti aliran-aliran Buddhis awal.[4] Contoh dari kelompok-kelompok ini adalah Buddhisme pra-sektarian dan aliran-aliran Buddhis awal. Beberapa cendekiawan mengecualikan Buddhisme pra-sektarian ketika menggunakan istilah tersebut. Istilah Theravāda merujuk pada praktik-praktik Buddhis yang berdasarkan pada ajaran-ajaran awal ini, sebagaimana yang tercantum dalam Tripitaka Pali.

Referensi

  1. ↑ Rhys Davids & Stede (1921-25), hlm. 352, entri untuk "Nikāya" di [pranala dihapus] (diakses 2007-11-06).
  2. ↑ Potter, Karl H. (1996). Abhidharma Buddhism to 150 A.D. - Volume 7 of The Encyclopedia of Indian Philosophies. Motilal Banarsidass. hlm. 24. ISBN 9788120808959.
  3. ↑ Gutter, Peter (2001). "Law and Religion in Burma" (PDF). Legal Issues on Burma Journal (8). Burma Legal Council: 10. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 14 Maret 2012.
  4. ↑ Robert Thurman dan Masatoshi Nagatomi dari Harvard University: "'Nikaya Buddhism' is a coinage of Professor Masatoshi Nagatomi of Harvard University who suggested it to me as a usage for the eighteen schools of Indian Buddhism, to avoid the term 'Hinayana Buddhism,' which is found offensive by some members of the Theravada tradition." dalam Thurman, Robert (1981). "The emptiness that is compassion: an essay on Buddhist ethics". Religious Traditions. 4: fn 10.
Indonesia
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banglades
Kamboja
Myanmar
Sri Lanka
Tailan
Laos
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan