Kamis, 29 Oktober 2026
11:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Sakadagami

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Anagami.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dalam Buddhisme, sakadagami (KBBI;[catatan 1] Pali: sakadāgāmī; Sanskerta: sakṛdāgāmin), juga diterjemahkan sebagai "kembali sekali",[1] "yang kembali sekali lagi," atau "pengembali-sekali," adalah seseorang yang telah mencapai tahap kedua (keadaan sakadāgāmitā) dari empat tingkat pencerahan. Seorang sakadagami sebelumnya merupakan seorang sotapana (Pali: sotāpanna, "pemasuk-arus"), dan diyakini akan mencapai dua tingkat pencerahan berikutnya hingga menjadi seorang anagami (anāgāmī, "tidak-kembali") dan arahat (arahā, "yang layak, yang terbebaskan sepenuhnya").

Seorang sakadagami telah memutus tiga belenggu pertama yang mengikat batin orang-orang duniawi pada umumnya, dan secara signifikan melemahkan belenggu keempat dan kelima. Seorang sakadagami akan terlahir kembali ke alam-alam indrawi paling banyak satu kali lagi. Namun, jika mereka mencapai tahap pencerahan berikutnya (anagami) dalam kehidupan ini, mereka tidak akan kembali ke dunia ini lagi.

Belenggu yang disingkirkan

Empat tingkat kemuliaan sesuai Suttapiṭaka
Bodhi Punarbawa Belenggu yang disingkirkan
sotāpanna ± tujuh kali;
manusia
atau dewa
1. pandangan salah
terhadap jati diri
(sakkāya-diṭṭhi)
2. keraguan
(vicikicchā)
3. kemelekatan
pada ritual dan adat
(sīlabbata-parāmāsa)
belenggu
rendah
sakadāgāmī sekali lagi;
manusia
anāgāmī sekali lagi;
suddhāvāsa
4. hasrat indrawi
(kāmacchanda)
5. niat jahat
(vyāpāda/byāpāda)
arahā tidak ada 6. nafsu punarbawa
di alam materi
(rūparāga)
7. nafsu punarbawa
di alam nonmateri
(arūparāga)
8. kesombongan
(māna)
9. kebingungan
(uddhacca)
10. ketidaktahuan
(avijjā)
belenggu
tinggi

Tiga belenggu (Pali: saṃyojana) spesifik yang tidak lagi membelenggu seorang sakadagami sama seperti tiga belenggu yang telah disingkirkan oleh seorang sotapana:

  1. Sakkāya-diṭṭhi (Pali) - Pandangan salah tentang adanya diri, "aku", atau roh kekal (Pali: atta; Sanskerta: ātman)
  2. Sīlabbata-parāmāsa (Pali) - Kemelekatan pada adat/ritus dan ritual
  3. Vicikicchā (Pali) - Keraguan skeptis terhadap Dhamma

Lebih lanjut, seorang sakadagami juga secara signifikan melemahkan, tetapi belum sepenuhnya menyingkirkan, dua belenggu selanjutnya:

  1. Kāma-rāga (Pali) - Nafsu indriawi
  2. Vyāpāda (Pali) - Niat buruk, niat jahat, rasa benci

Dengan demikian, seorang sakadagami adalah tahap perantara antara sotapana, yang masih memiliki nafsu indrawi (kāma-rāga) dan niat jahat (vyāpāda) yang relatif kuat, dan anagami, yang telah sepenuhnya terbebas dari nafsu indrawi dan niat jahat. Batin seorang sakadagami sangatlah murni karena pikiran-pikiran yang berkaitan dengan keserakahan, kebencian, dan delusi, walaupun belum dilenyapkan sepenuhnya, tidak lagi sering muncul, dan jika pun muncul, tidak akan bersifat obsesif.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Istilah-stilah ini sudah diserap dalam KBBI: sotapana, sakadagami, anagami, dan arahat; tanpa konsonan ganda dan tanda diakritik sebagaimana dalam bahasa Pali.

Referensi

  1. ↑ "Definitions for sakadāgāmin". SuttaCentral. Diakses tanggal 11 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link).

Daftar pustaka

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan