Rabu, 30 September 2026
01:43 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Ekaggatā

Ekaggatā

Salah satu dari tujuh cetasika universal

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Samādhi.
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Ekaggatā (Pali; Sanskerta: ekāgratā, एकाग्रता), diterjemahkan sebagai kemanunggalan, keterpusatan pikiran, pemusatan pikiran,[1][2] penyatuan batin, dan ketenangan batin,[a] adalah suatu faktor mental yang juga merupakan suatu faktor jhāna.

Dalam tradisi Theravāda, yang menafsirkan kembali jhāna sebagai konsentrasi terpusat, faktor mental ini dipandang sebagai komponen utama dalam semua tingkatan jhāna serta inti dari konsentrasi (samādhi). Pemusatan pikiran berfungsi menekan sementara nafsu indria, suatu syarat penting bagi pencapaian meditatif. Ekaggatā menjalankan peran untuk mengarahkan perhatian secara mendalam pada objek meditasi—ciri khas dari jhāna—namun tidak dapat bekerja sendiri. Ia memerlukan keterlibatan bersama empat faktor jhāna lainnya yang masing-masing memiliki fungsi khusus: vitakka, vicāra, pīti, and sukha.

Dalam ajaran Buddhis, ekaggatā diidentifikasi sebagai:

Etimologi

Ekaggatā (Pali) (Sanskerta: Ekāgratā, एकाग्रता) berarti:

  • "keterpusatan" (bahasa Inggris: one-pointedness), atau keadaan (-tā) memiliki satu (eka) titik (agga);
  • "penyatuan pikiran," ketika pikiran menjadi sangat tenang tetapi tidak menyatu dengan objek perhatian.[2]

Definisi

Tabel: Faktor-faktor rūpa jhāna
Faktor jhāna (jhānaṅga)Jhāna
pertama
Jhāna
kedua
Jhāna
ketiga
Jhāna
keempat
Vitakka
(penempatan awal)
✓
(terasing dari kāma dan akusala-dhammā)
✗ — —
Vicāra
(penempatan sinambung)
Pīti
(kegembiraan)
✓
(lahir dari
viveka)
✓
(lahir dari
samādhi;
sampasādana internal)
✗ —
Sukha
(kebahagiaan)
✓
(mengalami dengan kāya)
✗
(adukkhamasukhaṁ upekkhā-sati-pārisuddhi)
Ekaggatā
(kemanunggalan,
keterpusatan)
✓ ✓ ✓ ✓
(sati-pārisuddhi-citt-ekaggatā)

Bhikkhu Bodhi, dalam Manual Abhidhamma, menyatakan:

Ini adalah penyatuan pikiran pada objeknya. Meskipun faktor ini menonjol dalam jhāna dan berfungsi sebagai faktor jhāna, Abhidhamma mengajarkan bahwa benih dari kapasitas penyatuan mental tersebut hadir dalam semua jenis kesadaran, bahkan yang paling dasar sekalipun. Di sana, ia berfungsi sebagai faktor yang menetapkan pikiran pada objeknya. Ekaggatā memiliki ketiadaan pengembaraan pikiran atau ketiadaan gangguan sebagai karakteristiknya. Fungsinya adalah untuk menggumpalkan atau menyatukan keadaan-keadaan yang terkait.[5]

Bhikkhu Bodhi juga mencatat bahwa konsentrasi yang lebih dalam dan lebih mendalam (dibandingkan dengan konsentrasi yang halus) menyebabkan kedamaian (passaddhi). Hal ini dianggap muncul dari dan didasarkan pada kebahagiaan (sukha). [5]

Nina van Gorkom menjelaskan:

Ekaggatā, bagian dari faktor-faktor mental, memungkinkan seseorang untuk memperhalus fokusnya dan menetap pada objek tunggal. Penghalusan ini terjadi dengan memisahkan indera ke dalam 6 kelompok aspek persepsi yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pergerakan, pengecapan, dan pikiran.[butuh rujukan]

Kitab Atthasālinī (1, Bagian IV, Bab 1. 118, 119) menguraikan ekaggatā (dalam konteks sammā-samādhi):

Samādhi ini, yang dikenal sebagai ekaggatā, memiliki ketiadaan penyebaran (dari dirinya sendiri) atau ketiadaan gangguan (dari keadaan-keadaan yang terkait) sebagai karakteristik, penyatuan keadaan-keadaan yang berdampingan sebagai fungsi, seperti air yang mengaduk bubuk mandi menjadi pasta, dan kedamaian pikiran atau pengetahuan sebagai manifestasi. Oleh karena telah dikatakan: 'Dia yang terkonsentrasi mengetahui, melihat sesuai dengan kebenaran.' Hal ini dibedakan dengan memiliki kenyamanan (sukha) (biasanya) sebagai sebab terdekat. Seperti kestabilan lampu tanpa adanya angin, demikian pula keteguhan pikiran harus dipahami.[6]

Ajahn Sucitto lebih lanjut menjelaskan:

Ini adalah faktor penyerapan (absorpsi) yang muncul bergantung pada pengarahan pikiran, ketidakterlibatan, dan evaluasi. Hal ini terjadi dalam meditasi ketika kualitas kenyamanan telah menenangkan kegiuran (pīti) dan energi mental; energi pemusatan dan energi jasmani berada dalam harmoni. Hasil dari penyatuan pikiran dan tubuh ini dialami sebagai keteguhan dalam kesadaran, yang karenanya tidak dapat ditembus oleh kesan-kesan indra (phassa).[7]

Namun, Richard Shankman mencatat bahwa ekaggatā juga berarti "penyatuan pikiran"; pada kondisi ini, pikiran menjadi sangat tenang tetapi tidak menyatu dengan objek perhatian, sehingga mampu mengamati dan memperoleh pandangan terang (vipassanā) ke dalam aliran pengalaman yang terus berubah.[2]

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Bedakan dari upekkhā, yang juga sering diterjemahkan sebagai "ketenangan".

Referensi

  1. ↑ BuddhaSasana: Concise Pali-English Dictionary
  2. 1 2 3 Shankman 2008, hlm. 4.
  3. ↑ Henepola Gunaratana, The Path of Serenity and Insight: An Explanation of the Buddhist Jhānas, hlm. 87
  4. ↑ Roderick S. Bucknell (1993), Reinterpreting the Jhanas, hlm .375
  5. 1 2 Bhikkhu Bodhi 2012, Kindle Locations 2217-2221.
  6. ↑ Gorkom (2010), Definition of ekaggata[pranala dihapus]
  7. ↑ Ajahn Sucitto (2011). Meditation, A Way of Awakening. Amaravati Publications. hlm. 267. (dari glosarium)

Daftar pustaka

  • Bhikkhu Bodhi (2012), A Comprehensive Manual of Abhidhamma: The Abhidhammattha Sangaha (Vipassana Meditation and the Buddha's Teachings), Independent Publishers Group Kindle Edition
  • Nina van Gorkom (2010), Cetasikas[pranala dihapus], Zolag //tautan rusak
  • Shankman, Richard (2008), The Experience of Samadhi, Shambhala Publications

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan