Sabtu, 03 Oktober 2026
00:07 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Issā

Issā

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Isa.
Terjemahan dari
issā
Indonesiairi hati; iri
Inggrisjealousy,
envy
Paliissā
Sanskertairshya, īrṣyā
Tionghoa嫉
Tibetཕྲག་དོག
(Wylie: phrag dog;
THL: tradok
)
Khmerឫស្យា
(UNGEGN: reusya)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari Abhidhamma Theravāda
52 Cetasika
250px-Tilted_heraldic_lotus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme Theravāda
6 sesekali (pakiṇṇaka)
14 tidak baik (akusala)
4 tidak baik universal (akusalasādhāraṇa)
3 keserakahan (lobha)
4 kebencian (dosa)
3 yang terakhir
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Issā (Pali; Sanskerta: ईर्ष्य, īrṣyā), diterjemahkan sebagai iri hati atau keirihatian, adalah suatu faktor mental yang biasanya dikategorikan sebagai tidak baik. Iri hati diartikan sebagai suatu keadaan batin ketika seseorang sangat berhasrat untuk mendapatkan kekayaan dan kehormatan bagi dirinya sendiri, tetapi tidak mampu menanggung keunggulan orang lain.[1][2]

Issā diidentifikasi dalam konteks:

Definisi

Abhidhamma Theravāda

Dalam terjemahannya atas kitab Abhidhammatthasaṅgaha, Ashin Kheminda menjelaskan bahwa issā didefinisikan dalam empat batasan:[3]

  • Karakteristik: iri hati atas keberhasilan orang lain (parasampattīnaṃ usūyanalakkhaṇaṃ).
  • Fungsi: tidak senang dengan keberhasilan orang lain (anabhiratirasa).
  • Manifestasi: membuang muka (vimukhabhāvapaccupaṭṭhāna).
  • Sebab-terdekat: kesuksesan orang lain (parasampattipadaṭṭhāna).

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa:

Issā adalah faktor-mental yang tidak senang setiap kali melihat orang lain sedang menikmati keberhasilan, keberuntungan, kekayaan, dan kebahagiaannya. Issā muncul di kesadaran yang berakar pada kebencian (dosa-mūla-citta) dan perasaan yang menyertai adalah perasaan tidak senang (domanassa-vedanā). Inilah mengapa kemunculan issā selalu membuat hati seseorang gelap gulita, suram, dan muram. Kesuraman hatinya kadang terpancar di wajah sehingga membuat sinar wajahnya pun menjadi suram dan senyumnya pun kecut. Oleh karena issā, seseorang bisa melakukan sesuatu untuk menghancurkan kebahagiaan orang lain. Issā tidak bisa menerima fakta bahwa semua makhluk mempunyai hak untuk bahagia dan dengan demikian membuat hati kehilangan cinta kasih serta akal sehatnya.[3]

Referensi

  1. 1 2 Guenther (1975), Kindle Locations 890-891.
  2. 1 2 Kunsang (2004), hlm. 26.
  3. 1 2 Kheminda, Ashin (2019-09-01). Manual Abhidhamma: Bab 2 Faktor-Faktor-Mental. Yayasan Dhammavihari. hlm. 101. ISBN 978-623-94342-7-4.

Daftar pustaka

  • Berzin, Alexander (2006), Primary Minds and the 51 Mental Factors
  • Goleman, Daniel (2008). Destructive Emotions: A Scientific Dialogue with the Dalai Lama. Bantam. Kindle Edition.
  • Guenther, Herbert V. & Leslie S. Kawamura (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding" Dharma Publishing. Kindle Edition.
  • Kunsang, Erik Pema (penerjemah) (2004). Gateway to Knowledge, Vol. 1. North Atlantic Books.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan