Rabu, 28 Oktober 2026
22:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Saṁyuttanikāya

Saṁyuttanikāya

Kumpulan ketiga di Suttapiṭaka dalam kitab suci Tripitaka Pali milik Buddhisme Therawada

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Suttanipāta.
Saṁyuttanikāya
JenisKitab kanonis
IndukSuttapiṭaka
AtribusiMahākassapa; Bhāṇaka
AṭṭhakathāSāratthappakāsinī (Saṁyuttanikāya-aṭṭhakathā)
PengomentarBuddhaghosa
ṬīkāLīnatthappakāsinī (Sagāthāvaggaṭīkā, Nidānavaggaṭīkā, Khandhavaggaṭīkā, Saḷāyatanavaggaṭīkā, Mahāvaggaṭīkā)
SingkatanSN;[1] S
← MN
AN →
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Tipiṭaka
250px-Folios_of_the_Bhikkhuni-patimokkha_%28BL_IO_Man.Pali_21%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Kitab Saṁyuttanikāya (Pali untuk "Kumpulan Bertaut"; disingkat SN),[note 1] juga ditulis sebagai Saṁyutta Nikāya, adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian ketiga dari lima nikāya ("kumpulan") dalam Suttapiṭaka, yang merupakan salah satu dari "tiga keranjang" yang menyusun Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda.

Kanonisitas

Penanggalan

Bhikkhu Sujato, seorang biku cendekiawan kontemporer, berpendapat bahwa kesesuaian yang luar biasa dari berbagai edisi yang ditemukan menunjukkan bahwa Saṁyuttanikāya (dan Saṁyuktāgama, versi teks berbahasa Sanskerta Hibrida Buddhis yang paralel dengan teks ini beserta terjemahannya dalam bahasa Tionghoa Klasik, yang memiliki beberapa perbedaan dari versi Pali) adalah satu-satunya koleksi yang struktur dan kontennya telah diselesaikan sejak periode prasektarian.[2]

Penomoran

Oleh karena perbedaan cara penulisan antaredisi, jumlah total sutta tergantung cara penulisan edisinya. Penyunting edisi Pali Text Society dari kitab ini mencantumkan 2889 jumlah sutta, Bhikkhu Bodhi dalam terjemahannya mencantumkannya sejumlah 2904 sutta, sementara kitab komentar menyebutkan bahwa jumlahnya ada 7762 sutta. Sebuah studi oleh Rupert Gethin[3] mencantumkan total untuk edisi Burma dan Sinhala masing-masing sejumlah 2854 dan 7656,[note 2] dan perhitungannya sendiri sejumlah 6696; ia juga mengatakan bahwa total dalam edisi Thailand tidak begitu jelas. Sutta tersebut dikelompokkan menjadi lima vagga ("bab"). Setiap vagga dibagi lagi sehingga terdapat 56 saṁyutta ("tautan"), yang masing-masing berisi sekelompok sutta tentang topik terkait.

Keparalelan

Kitab Saṁyuttanikāya paralel dengan Saṁyuktāgama yang ditemukan dalam Sūtrapiṭaka (dilestarikan aliran non-Theravāda) dari berbagai aliran Buddhis awal. Fragmennya bertahan dalam bahasa Sanskerta dan terjemahan Tibet. Terjemahan bahasa Tionghoa Klasik lengkap dari resensi aliran Sarvāstivāda juga ada dalam Tripitaka Tionghoa, yang dikenal sebagai Zá Āhánjīng (雜阿含經); yang berarti "āgama campuran". Perbandingan antara teks-teks yang dilestarikan aliran Sarvāstivāda, Kāśyapīya, dan Theravāda menunjukkan konsistensi isi yang cukup besar, meskipun setiap resensi berisi sūtra/sutta yang tidak ditemukan dalam versi aliran lain.[4] Kolasi dan Anotasi Saṁyuktāgama[5] (《<雜阿含經>校釋》, versi bahasa Tionghoa) membuat perbandingan lebih lanjut.

Susunan

Vagga yang terkandung dalam Saṁyuttanikāya ditunjukkan dalam tabel berikut ini.

(Penomoran saṁyutta di sini mengacu pada edisi Pali Text Society dan Burma, edisi yang dirujuk di SuttaCentral; edisi Sinhala[note 3] dan Thailand membagi teks dengan cara yang agak berbeda)

Vagga Deskripsi No. rujukan sutta Saṁyutta
Bab I.
Sagāthā-
kumpulan sutta yang berisi syair-syair (Pali: sagāthā), banyak dikutip di berbagai bagian lain dalam Tripitaka Pali, seperti Theragāthā, Therīgāthā, Suttanipāta, Dhammapada, dan Jātaka.[6]

beberapa topiknya adalah:

  • perbuatan-perbuatan bermusuhan dari Māra kepada Sang Buddha dan para siswa-Nya,
  • bujukan yang tidak berhasil dari Māra terhadap para bikuni dan perbedaan pendapatnya dengan mereka,
  • brahma Sahampati memohon kepada Sang Buddha untuk membabarkan ajaran-Nya kepada dunia,
  • Sang Buddha menguraikan sifat-sifat Sakka, raja para dewa,
  • dan lain-lain
SN 1-11

1. devatā-
2. devaputta-
3. kosala-
4. māra-
5. bhikkhunī-
6. brahma-
7. brāhmaṇa-
8. vaṅgīsa-
9. vana-
10. yakkha-
11. sakka-

Bab II.
Nidāna-
kumpulan sutta yang terutama berkaitan dengan sebab musabab (Pali: nidāna)

beberapa topiknya adalah:

SN 12-21

12. nidāna-
13. abhisamaya-
14. dhātu-
15. anamatagga-
16. kassapa-
17. lābhasakkāra-
18. rāhula-
19. lakkhaṇa-
20. opamma-
21. bhikkhusaṁyutta

Bab III.
Khandha-
kumpulan sutta yang terutama berkaitan dengan lima gugusan kehidupan (Pali: khandha)

beberapa topiknya adalah:

SN 22-34

22. khandha-
23. rādha-
24. diṭṭhi-
25. okkanta-
26. uppāda-
27. kilesa-
28. sāriputta-
29. nāga-
30. supaṇṇa-
31. gandhabbakāya-
32. valāhaka-
33. vacchagotta-
34. jhāna-

Bab IV.
Saḷāyatana-
kumpulan sutta yang terutama berkaitan dengan enam landasan indra (Pali: saḷāyatana), termasuk "Khotbah Api" (Ādittapariyāya Sutta)

beberapa topiknya adalah:

  • tiga jenis perasaan dan sikap yang benar terhadap perasaan itu,
  • kehendak/niat tidak baik yang timbul melalui kontak indra-indra adalah yang disebut sebagai karma buruk,
  • sesuatu yang tidak terbentuk (Nirwana),
  • dan lain-lain
SN 35-44

35. saḷāyatana-
36. vedanā-
37. mātugāma-
38. jambukhādaka-
39. sāmaṇḍaka-
40. moggallāna-
41. citta-
42. gāmaṇi-
43. asaṅkhata-
44. abyākata-

Bab V.
Mahā-
koleksi terbesar–yaitu, "besar" (Pali: mahā)

beberapa topiknya adalah:

SN 45-56

45. magga-
46. bojjhaṅga-
47. satipaṭṭhāna-
48. indriya-
49. sammappadhāna-
50. bala-
51. iddhipāda-
52. anuruddha-
53. jhāna-
54. ānāpāna-
55. sotāpatti-
56. sacca-

Terjemahan

Bahasa Inggris

Terjemahan lengkap

Teks-teks pilihan

  • Sebuah antologi yang diterbitkan oleh Buddhist Publication Society, Kandy, Sri Lanka[8]
  • Nidāna Saṁyutta, diterbitkan di Burma; dicetak ulang Sri Satguru, Delhi

Bahasa Indonesia

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Ketika merujuk pada sutta dari Saṁyuttanikāya, singkatan peka huruf besar/kecil "SN" digunakan. Singkatan ini dibedakan dari singkatan "Sn" yang secara tradisional merujuk pada Suttanipāta dalam Khuddakanikāya di Tripitaka Pali.
  2. ↑ Jumlah sutta menurut "An analysis of the Pali Canon" wheel no.217/218/219/220.
  3. ↑ Sementara Saṁyuttanikāya edisi Pali Text Society memiliki 56 saṁyutta (tautan), edisi Buddha Jayanti Tripitaka (BJT) Sinhala memiliki 54 saṁyutta dan, berdasarkan edisi BJT, softcopy edisi Sri Lanka Tripitaka Project (SLTP) memiliki 55 saṁyutta. Alasan perbedaan ini adalah:
    • saṁyutta ke-12 (Abhisamaya-) dalam edisi BJT dan SLTP menggabungkan saṁyutta ke-12 (Nidāna-) dan ke-13 (Abhisamaya-) edisi PTS, dan mewakili saṁyutta terakhir sebagai vagga (bab) terakhir dalam saṁyutta sebelumnya.
    • saṁyutta ke-34 dalam edisi BJT (Vedanā-) menggabungkan saṁyutta ke-35 (Saḷāyatana-) dan ke-36 (Vedanā-) edisi PTS.

Referensi

  1. ↑ When referring to a sutta from the Saṁyuttanikāya, the case-sensitive abbreviation 'SN' is used. This abbreviation is distinguished from the abbreviation 'Sn' which traditionally refers to the Suttanipāta in the Khuddakanikāya of the Tripitaka Pali.
  2. ↑ Sujato, Bhante (2012), A History of Mindfulness (PDF), Santipada, hlm. 31, 37–52, ISBN 9781921842108
  3. ↑ Gethin, Rupert (2007). "What's in a Repetition? On Counting the Suttas of the Samyutta-nikaya" (PDF). Journal of the Pali Text Society. XXIX: 369, 381. ISBN 9780860134381. Diakses tanggal 21 Februari 2023.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  4. ↑ A Dictionary of Buddhism, oleh Damien Keown, Oxford University Press: 2004
  5. ↑ The Collation and Annotation of Saṃyuktāgama, oleh Wang Jianwei dan Jin Hui, East China Normal University Press: 2014
  6. ↑ Bodhi (2000), hlm. 69.
  7. ↑ Bodhi (2000), hlm. 1485-6, menunjukkan bahwa tujuh bab pertama Mahāvagga berkaitan dengan tujuh set kualitas yang mendukung Kecerahan.
  8. ↑ Antologi Buddhist Publication Society diterbitkan dalam tiga bagian, disunting oleh John D. Ireland (1981), Bhikkhu Ñanananda (1983) dan Maurice O'C. Walshe (1985).

Daftar pustaka

Pranala luar

Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Saṁyuttanikāya.
Dīghanikāya
(DN)
Sīlakkhandhavagga
(DN 1-13)
Mahāvagga
(DN 14-23)
Pāthikavagga
(DN 24-34)
Majjhimanikāya
(MN)
Mūlapaṇṇāsa
(MN 1-50)
Mūlapariyāyavagga
(MN 1-10)
Sīhanādavagga
(MN 11-20)
Opammavagga
(MN 21-30)
Mahāyamakavagga
(MN 31-40)
Cūḷayamakavagga
(MN 41-50)
Majjhimapaṇṇāsa
(MN 51-100)
Gahapativagga
(MN 51-60)
Bhikkhuvagga
(MN 61-70)
Paribbājakavagga
(MN 71-80)
Rājavagga
(MN 81-90)
Brāhmaṇavagga
(MN 91-100)
Uparipaṇṇāsa
(MN 101-152)
Devadahavagga
(MN 101-110)
Anupadavagga
(MN 111-120)
Suññatavagga
(MN 121-130)
Vibhaṅgavagga
(MN 131-142)
Saḷāyatanavagga
(MN 143-152)
Saṃyuttanikāya
(SN)
Aṅguttaranikāya
(AN)
Khuddakanikāya
(KN)
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan