Selasa, 03 November 2026
06:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Khuddakanikāya

Khuddakanikāya

Kumpulan kelima di Suttapiṭaka dalam kitab suci Tripitaka Pali milik Buddhisme Therawada

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Khuddakapāṭha atau Khandhaka.
Khuddakanikāya
JenisKoleksi kanonis
IndukSuttapiṭaka
IsiKhuddakapāṭha; Dhammapada; Udāna; Itivuttaka; Suttanipāta; Vimānavatthu; Petavatthu; Theragāthā; Therīgāthā; Apadāna; Buddhavaṁsa; Cariyāpiṭaka; Jātaka; Niddesa; Paṭisambhidāmagga; Nettipakaraṇa; Peṭakopadesa; Milindapañha
AṭṭhakathāParamatthajotikā (Khuddakapāṭha-aṭṭhakathā, Suttanipāta-aṭṭhakathā); Dhammapada-aṭṭhakathā; Paramatthadīpanī (Udāna-aṭṭhakathā, Itivuttaka-aṭṭhakathā, Vimānavatthu-aṭṭhakathā, Petavatthu-aṭṭhakathā, Theragāthā-aṭṭhakathā, Therīgāthā-aṭṭhakathā, Cariyāpiṭaka-aṭṭhakathā); Visuddhajanavilāsinī (Apadāna-aṭṭhakathā); Madhuratthavilāsinī (Buddhavaṃsa-aṭṭhakathā); Jātaka-aṭṭhakathā; Saddhammapajjotikā (Mahāniddesa-aṭṭhakathā, Cūḷaniddesa-aṭṭhakathā); Saddhammappakāsinī (Paṭisambhidāmagga-aṭṭhakathā); Nettippakaraṇa-aṭṭhakathā
ṬīkāNettippakaraṇa-ṭīkā; Nettivibhāvinī
SingkatanKN
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Tipiṭaka
250px-Folios_of_the_Bhikkhuni-patimokkha_%28BL_IO_Man.Pali_21%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Khuddakanikāya (Pali untuk "Kumpulan Pendek"; disingkat KN), juga ditulis sebagai Khuddaka Nikāya, adalah bagian terakhir dari lima nikāya ("kumpulan") dalam Suttapiṭaka, yang merupakan salah satu dari "tiga keranjang" yang menyusun Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh aliran Theravāda. Kumpulan ini terdiri dari lima belas (Thailand), lima belas (Sri Lanka, mengikuti daftar oleh Buddhaghosa), atau delapan belas kitab (Burma, dalam edisi berbeda) yang berisi berbagai topik yang dikaitkan dengan Buddha Gotama dan murid-murid utama-Nya.

Kanonisitas

Kata khuddaka berarti 'kecil' dalam bahasa Pali, dan nikāya adalah 'kumpulan'.

Khuddakapiṭaka

Hirakawa Akira menyatakan bahwa Khuddakanikāya menggambarkan tahapan dalam pengembangan Tripitaka Pali dan kitab-kitab Āgama (kitab berbahasa Sanskerta Hibrida Buddhis yang paralel dengan kitab-kitab nikāya dalam Suttapiṭaka) dengan penambahan kitab-kitab baru yang tidak dimasukkan sebagai bagian dari empat kitab nikāya pertama dalam Suttapiṭaka, tetapi dimasukkan ke dalam 'Khuddakapiṭaka' (Keranjang Minor) sebagai gantinya.[1] Khuddakapiṭaka ini merupakan tempat penyimpanan kitab-kitab yang tidak dianggap sebagai bagian dari empat kitab nikāya (Dīghanikāya, Majjhimanikāya, Saṁyuttanikāya, dan Aṅguttaranikāya) dan dengan demikian mencakup kitab-kitab awal dan belakangan.

Keparalelan

Beberapa aliran lain yang juga memiliki koleksi Khuddakapiṭaka yang khas dalam kanonnya adalah aliran Mahīśāsaka, Dharmaguptaka, dan Mahāsāṁghika. Khuddakanikāya dari aliran Theravāda adalah satu-satunya contoh Khuddakapiṭaka yang masih lestari hingga kini.[1] Koleksi serupa dalam aliran Dharmaguptaka dinamakan Kṣudrakāgama, yang dilestarikan dalam terjemahan bahasa Tionghoa dan Tibet. Selain itu, fragmen versi Gandhari dari kitab tersebut juga telah ditemukan.[2]

Kitab awal dan belakangan

Terkait penanggalan berbagai kitab dalam Khuddakanikāya, Oliver Abeynayake mencatat bahwa:

Khuddakanikāya dapat dengan mudah dibagi menjadi dua strata, yang satu adalah 'kitab awal' dan yang lainnya adalah 'kitab belakangan'. Kitab Dhammapada, Udāna, Itivuttaka, Suttanipāta, Theragāthā, Therīgāthā, dan Jātaka termasuk dalam lapisan 'kitab awal'. Kitab Khuddakapāṭha, Vimānavatthu, Petavatthu, Niddesa, Paṭisambhidāmagga, Apadāna, Buddhavaṁsa, dan Cariyāpiṭaka dapat dikategorikan dalam lapisan 'kitab belakangan'.[3]

Dalam edisi umum yang dikenali dunia Buddhis modern, berdasarkan pada kesepakatan Sidang Buddhis Keenam di Myanmar, kitab Netti, Peṭakopadesa, dan Milindapañha umumnya dianggap sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka.[4]

Daftar kitab

Nikāya ini mengandung beberapa atau semua kitab berikut:

  1. Khuddakapāṭha
  2. Dhammapada
  3. Udāna
  4. Itivuttaka
  5. Suttanipāta
  6. Vimānavatthu
  7. Petavatthu
  8. Theragāthā
  9. Therīgāthā
  10. Jātaka
  11. Niddesa
  12. Paṭisambhidāmagga
  13. Apadāna
  14. Buddhavaṁsa
  15. Cariyāpiṭaka
  16. Netti atau Nettipakaraṇa (termasuk dalam edisi Burma dan Sinhala, tetapi tidak dalam edisi Thailand)
  17. Peṭakopadesa (termasuk dalam edisi Burma dan Sinhala, tetapi tidak dalam edisi Thailand)
  18. Milindapañha (termasuk dalam edisi Burma, tetapi tidak dalam edisi Sinhala dan Thailand)

Daftar lengkap 18 kitab disertakan dalam catatan historis yang disetujui oleh Sidang Buddhis Kelima Burma dan dalam edisi cetak atas kitab-kitab yang disetujui pada Sidang Buddhis Keenam.

Kitab penjelas

Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Eksegesis Pāḷi
330px-Palm-leaf_manuscript_of_Atthakatha.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lontar Aṭṭhakathā berbahasa Pāḷi dan Sinhala dari Sri Lanka tahun 1756

Menurut edisi resmi dari Sidang Buddhis Keenam, komentar (aṭṭhakathā) dan subkomentar (ṭīkā) atas Khuddakanikāya disusun sebagai berikut:[5][6]

Khuddakanikāya-aṭṭhakathā

Buddhaghosa
  • Paramatthajotikā:
    • Paramatthajotikā I (Khuddakapāṭha-aṭṭhakathā)
    • Paramatthajotikā II (Suttanipāta-aṭṭhakathā)
  • Dhammapada-aṭṭhakathā
  • Jātaka-aṭṭhakathā
Dhammapāla
  • Paramatthadīpanī:
    • Udāna-aṭṭhakathā
    • Itivuttaka-aṭṭhakathā
    • Vimānavatthu-aṭṭhakathā
    • Petavatthu-aṭṭhakathā
    • Theragāthā-aṭṭhakathā
    • Therīgāthā-aṭṭhakathā
    • Cariyāpiṭaka-aṭṭhakathā
  • Nettippakaraṇa-aṭṭhakathā
Buddhadatta
  • Madhuratthavilāsinī (Buddhavaṃsa-aṭṭhakathā)
Upasena (abad ke-6)
  • Saddhammapajjotikā:
    • Mahāniddesa-aṭṭhakathā
    • Cūḷaniddesa-aṭṭhakathā
Mahānāma (abad ke-5)
  • Saddhammappakāsinī (Paṭisambhidāmagga-aṭṭhakathā)
Anonim
  • Visuddhajanavilāsinī (Apadāna-aṭṭhakathā)

Khuddakanikāya-ṭīkā

Dhammapāla
Saddhammapāla

Terjemahan

Bahasa Inggris

Terjemahan berikut memuat isi dari paling sedikit dua kitab Khuddakanikāya. Untuk terjemahan masing-masing kitab, lihat artikel terpisah untuk setiap kitab.

  • Psalms of the Early Buddhists, 9 & 8 tr CAF Rhys Davids, Pali Text Society, Bristol; awalnya diterbitkan secara terpisah.
  • Minor Anthologies of the Pali Canon, 1931–75, 4 volume, Pali Text Society, Bristol; terjemahan 2, 1, 3, 4, 14, 15, 6, 7.
  • The Udana and the Itivuttaka, diterjemahkan oleh John D. Ireland, Buddhist Publication Society, Kandy, Sri Lanka; awalnya diterbitkan secara terpisah.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Hirakawa Akira, diterjemahkan dan disunting oleh Paul Groner (1993), A History of Indian Buddhism, Motilal Banarsidass Publishers, Delhi, hlm. 128
  2. ↑ Andrew Skilton (2004). A Concise History of Buddhism. Windhorse Publications. hlm. 82. ISBN 0-904766-92-6.
  3. ↑ A textual and Historical Analysis of the Khuddaka Nikaya – Oliver Abeynayake Ph. D. , Colombo, First Edition – 1984, hlm. 113.
  4. ↑ Norman, K.R. Pali Literature, Otto Harrassowitz, Wiesbaden, 1983, hlm. 31, 108-113.
  5. ↑ Payutto, P. A. (2004). The Pali Canon: What a Buddhist Must Know (PDF). Diterjemahkan oleh Chanawangsa, Somseen. ISBN 974-91539-1-X. Diakses tanggal 12 Agustus 2026.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka". Vipassana Research Institute (VRI). Diakses tanggal 12 Agustus 2026. See the index for 'Aṭṭhakathā' and 'Ṭīkā' under the 'Khuddakanikāya' section.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Dīghanikāya
(DN)
Sīlakkhandhavagga
(DN 1-13)
Mahāvagga
(DN 14-23)
Pāthikavagga
(DN 24-34)
Majjhimanikāya
(MN)
Mūlapaṇṇāsa
(MN 1-50)
Mūlapariyāyavagga
(MN 1-10)
Sīhanādavagga
(MN 11-20)
Opammavagga
(MN 21-30)
Mahāyamakavagga
(MN 31-40)
Cūḷayamakavagga
(MN 41-50)
Majjhimapaṇṇāsa
(MN 51-100)
Gahapativagga
(MN 51-60)
Bhikkhuvagga
(MN 61-70)
Paribbājakavagga
(MN 71-80)
Rājavagga
(MN 81-90)
Brāhmaṇavagga
(MN 91-100)
Uparipaṇṇāsa
(MN 101-152)
Devadahavagga
(MN 101-110)
Anupadavagga
(MN 111-120)
Suññatavagga
(MN 121-130)
Vibhaṅgavagga
(MN 131-142)
Saḷāyatanavagga
(MN 143-152)
Saṃyuttanikāya
(SN)
Aṅguttaranikāya
(AN)
Khuddakanikāya
(KN)
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan