Senin, 19 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Paṭisambhidāmagga

Paṭisambhidāmagga

Bagikan:
Paṭisambhidāmagga
JenisKitab kanonis
IndukKhuddakanikāya
AtribusiSāriputta; Bhāṇaka
AṭṭhakathāSaddhammapakāsinī (Paṭisambhidāmagga-aṭṭhakathā)
PengomentarMahānāma (abad ke-5)
SingkatanPs; Paṭis; Pṭs
Berdasarkan Chaṭṭha Saṅgāyana
Tipiṭaka
250px-Folios_of_the_Bhikkhuni-patimokkha_%28BL_IO_Man.Pali_21%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Kitab Paṭisambhidāmagga (Pali untuk "Jalan Pembedaan"; disingkat Ps, Paṭis, atau Pṭs) adalah sebuah kitab suci Buddhisme sebagai bagian dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka, yang merupakan bagian dari Tripitaka Pali sebagaimana dilestarikan oleh Buddhisme Theravāda. Kitab ini tercantum di sana sebagai kitab ke-12 dari Khuddakanikāya dalam Suttapiṭaka.

Kanonisitas

Penanggalan

Tradisi mengaitkan Paṭisambhidāmagga dengan Sāriputta, murid utama Buddha Gotama.[1] Kitab ini memiliki beberapa kesamaan dengan Dasuttara Sutta (DN 34) dari Dīghanikāya, yang juga dikaitkan dengan Sāriputta.[2][3]

Menurut tradisi Indologi Jerman, kitab ini kemungkinan disusun sekitar abad ke-2 Masehi.[4] Indikasi bahwa kitab ini relatif baru mencakup banyaknya kutipan dari Suttapiṭaka dan Vinayapiṭaka, serta adanya asumsi pengenalan pembaca terhadap berbagai legenda dan kisah buddhis. Sebagai contoh, nama-nama berbagai arahat disebutkan tanpa ada pembahasan mengenai identitas mereka.[2] Istilah paṭisambhidā tidak muncul dalam teks-teks sutta dan vinaya yang lebih tua, tetapi muncul dalam Abhidhamma dan beberapa teks Khuddakanikāya lainnya yang dianggap relatif baru.[2] Bentuk variannya, pratisaṃvid, muncul dalam Sanskerta Hibrida Buddhis yang menunjukkan bahwa konsep itu sendiri digunakan bersama dengan aliran-aliran non-Theravāda lainnya.[2] Paṭisambhidāmagga juga dicantumkan dalam Dīpavaṃsa ke dalam daftar teks yang ditolak oleh kaum Mahāsāṁghika.[2] Berdasarkan rujukan ini dan elemen-elemen tematis tertentu, A. K. Warder berpendapat bahwa suatu bentuk dari kitab ini mungkin berasal dari abad ke-3 SM, tanggal tradisional yang dikaitkan dengan perpecahan kaum Mahāsāṁghika.[5] L. S. Cousins mengaitkannya dengan perpecahan doktrinal pada Konsili Buddhis Kedua dan memperkirakan kitab ini berasal dari abad pertama SM.[5]

Pengklasifikasian

Paṭisambhidāmagga telah digambarkan sebagai "upaya untuk menyistematisasikan Abhidhamma" dan karenanya kemungkinan merupakan kitab pendahulu dari Visuddhimagga.[4] Pendekatan sistematis teks ini dan kehadiran mātikā (matriks daftar isi) yang merangkum isi bagian pertama merupakan dua ciri yang menyerupai Abhidhamma, tetapi ia juga mencakup beberapa fitur dari Suttapiṭaka, termasuk pengulangan pembukaan standar evaṃ me sutaṃ ('demikianlah yang kudengar').[2][6] Isi dan aspek penyusunannya tumpang tindih secara signifikan dengan kitab Vibhaṅga, dan A. K. Warder menyatakan bahwa pada tahap tertentu dalam perkembangannya, kitab ini mungkin sempat diklasifikasikan sebagai teks Abhidhamma.[2]

Noa Ronkin berpendapat bahwa Paṭisambhidāmagga kemungkinan berasal dari era pembentukan Abhidhamma, dan mewakili perkembangan paralel dari tradisi interpretatif yang tercermin dalam kitab Vibhaṅga dan Dhammasaṅgaṇī.[5]

Susunan

Paṭisambhidāmagga terdiri dari 30 bab tentang berbagai topik. Topik yang pertama, tentang pengetahuan, mencakup sekitar sepertiga dari keseluruhan isi kitab ini.

Kitab ini memiliki tiga kelompok bagian (vagga) yang masing-masing terdiri dari sepuluh "bab" (kathā) sehingga totalnya ada tiga puluh bab. Ketiga bagian tersebut adalah:

  • Mahāvagga ("Kelompok Besar")—dimulai dengan pencacahan (mātikā) 73 jenis pengetahuan (ñāṇa) yang kemudian diuraikan secara rinci.
  • Yuganandhavagga ("Kelompok Serangkai")—berisi serangkaian pertanyaan.
  • Paññāvagga ("Kelompok Kebijaksanaan")—menjawab pertanyaan-pertanyaan di kelompok sebelumnya.[7]

Berikut adalah rincian susunan bagian di dalamnya:

SCPTSJudul PaliJudul Inggris

Mahāvagga

(The Great Chapter)
Ps 1.0PTS 1.1–1.3MātikāSchedule
Ps 1.1PTS 1.4–1.134ÑāṇakathāTreatise on Knowledge
Ps 1.2PTS 1.135–1.161DiṭṭhikathāTreatise on Views
Ps 1.3PTS 1.162–1.196ĀnāpānassatikathāTreatise on Breathing
Ps 1.4PTS 2.1–2.34IndriyakathāTreatise on Faculties
Ps 1.5PTS 2.35–2.71VimokkhakathāTreatise on Liberation
Ps 1.6PTS 2.72–2.77GatikathāTreatise on Destinations
Ps 1.7PTS 2.78–2.79KammakathāTreatise on Action
Ps 1.8PTS 2.80–2.81VipallāsakathāTreatise on Perversions
Ps 1.9PTS 2.82–2.85MaggakathāTreatise on the Paths
Ps 1.10PTS 2.86–2.91MaṇḍapeyyakathāTreatise on a “Fine Extract to be Drunk”

Yuganaddhavagga

(Chapter Beginning With Coupling)
Ps 2.1PTS 2.92–2.103YuganaddhakathāTreatise on Coupling
Ps 2.2PTS 2.104–2.114SaccakathāTreatise on Actualities
Ps 2.3PTS 2.115–2.129BojjhaṅgakathāTreatise on Enlightenment Factors
Ps 2.4PTS 2.130–2.139MettākathāTreatise on Loving Kindness
Ps 2.5PTS 2.140–2.146VirāgakathāTreatise on Fading Away
Ps 2.6PTS 2.147–2.158PaṭisambhidākathāTreatise on Discriminations
Ps 2.7PTS 2.159–2.165DhammacakkakathāTreatise on the “Wheel of the True Idea”
Ps 2.8PTS 2.166–2.167LokuttarakathāTreatise on the Supramundane
Ps 2.9PTS 2.168–2.176BalakathāTreatise on Powers
Ps 2.10PTS 2.177–2.184SuññakathāTreatise on Voidness

Paññāvagga

(Discussion of Wisdom)
Ps 3.1PTS 2.185–2.204MahāpaññākathāTreatise on the Great Understanding
Ps 3.2PTS 2.205–2.214IddhikathāTreatise on Success (Supernormal Power)
Ps 3.3PTS 2.215–2.218AbhisamayakathāTreatise on Convergence
Ps 3.4PTS 2.219–2.224VivekakathāTreatise on Seclusion
Ps 3.5PTS 2.225–2.226CariyākathāTreatise on Behaviour
Ps 3.6PTS 2.227–2.229PāṭihāriyakathāTreatise on Marvels (Metamorphosis)
Ps 3.7PTS 2.230–2.231SamasīsakathāTreatise on Same-Headedness
Ps 3.8PTS 2.232–2.235SatipaṭṭhānakathāTreatise on the Four Foundations of Mindfulness
Ps 3.9PTS 2.236–2.242VipassanākathāTreatise on Insight
Ps 3.10PTS 2.243–2.246MātikākathāTreatise on a Schedule

Signifikansi

Ajaran tentang kekosongan

Lihat pula: Sunyata

Paṭisambhidāmagga mungkin merupakan teks bergenre Abhidhamma (meskipun secara kanonik berada dalam Khuddakanikāya) berbahasa Pali pertama yang menggunakan istilah "sabhāva" (karakteristik dasar) di dalam bagian yang berjudul "Suññakathā".[5] Bagian tersebut mendefinisikan sabhāva sebagai sifat kosong (suññaṃ) dari lima gugusan:

“ Jātaṁ rūpaṁ sabhāvena suññaṁ. Vigataṁ rūpaṁ vipariṇatañceva suññañca. Jātā vedanā sabhāvena suññā. Vigatā vedanā vipariṇatā ceva suññā ca …pe… jātā saññā … jātā saṅkhārā … jātaṁ viññāṇaṁ … jātaṁ cakkhu …pe… jāto bhavo sabhāvena suñño. Vigato bhavo vipariṇato ceva suñño ca. Idaṁ vipariṇāmasuññaṁ."Rūpa yang terlahir adalah kosong dari sabhāva (sabhāvena suññaṃ); rūpa yang lenyap telah berubah dan kosong. Vedanā yang terlahir adalah kosong dari sabhāva; vedanā yang lenyap telah berubah dan kosong… Saññā yang terlahir… Saṅkhāra yang terlahir… Viññāṇa yang terlahir… Bhava yang terlahir adalah kosong dari sabhāva; bhava yang lenyap telah berubah dan kosong. Inilah yang disebut ‘kosong dalam hal perubahan’."[5] ”
— Suññakathā, Ps 2.10

Teks ini juga mendefinisikan landasan indra sebagai "kosong (suñña) dari diri (atta), atau apa yang menjadi milik diri (attaniya); atau apa yang kekal (nicca), permanen (dhuva), maupun abadi (sassata); atau tidak-tunduk-pada-perubahan (avipariṇāma)" (…suññaṁ attena vā attaniyena vā niccena vā dhuvena vā sassatena vā avipariṇāmadhammena vā).[8]

Menurut Noa Ronkin: "kutipan ini berarti bahwa totalitas pengalaman manusia adalah kosong dari substansi yang kekal atau dari apa pun yang menjadi bagian dari substansi tersebut, karena totalitas ini bergantung pada banyak kondisi yang beragam, dan pada hakikatnya tunduk pada proses kemunculan dan pelenyapan yang terus-menerus."[5]

Instruksi cinta kasih

"Semoga semua makhluk terbebas dari
kebencian, kesukaran, dan penderitaan,
dan semoga mereka hidup berbahagia."

—Mettākathā (Ps 2.4)[9][10]

Kitab Paṭisambhidāmagga (Ps) juga memuat bagian yang berjudul Mettākathā (Ps 2.4, "Risalah tentang Cinta Kasih").[11] Dalam bagian tersebut, diberikan sebuah rumusan umum yang populer sebagai instruksi pengamalan meditasi cinta kasih (di bawah ini, dalam bahasa Indonesia dan Pali), yang pada hakikatnya identik dengan syair Cunda Sutta (AN 10.176)—terutama terlihat jelas dalam bahasa Pali—yang juga terkait dengan pemancaran cinta kasih.

Instruksi tersebut menjelaskan dua puluh dua aspek “kebebasan kehendak oleh cinta kasih dengan pemancaran” (mettācetovimutti) dapat dipancarkan dengan:[9]

“
lima aspek dari "pemancaran yang tidak ditentukan" (anodhiso pharaṇā)
semua makhluk (sabbe sattā), semua makhluk bernapas (sabbe pāṇā bhāvapariyāpannā), semua yang (sabbe bhūtā bhāvapariyāpannā), semua pribadi (sabbe puggalā bhāvapariyāpannā), semua yang memiliki kepribadian (sabbe attabhāvapariyāpannā)
tujuh aspek dari "pemancaran yang ditentukan" (anodhiso pharaṇā)
semua perempuan (sabbā itthiyo), semua laki-laki (sabbe purisā), Para Mulia (sabbe ariyā), semua yang belum mencapai Kemuliaan (sabbe anariyā), para dewa (sabbe devā), semua manusia (sabbe manussā), semua yang menderita kesusahan [di alam bawah] (sabbe vinipātikā),
sepuluh aspek dari "pemancaran terarah" (disā-pharaṇā)
semua makhluk di arah timur (puratthimāya disāya), di arah barat (pacchimāya disāya), di arah utara (uttarā disāya), di arah selatan (dakkhīṇāya disāya), di arah timur laut (puratthimāya anudisāya), di arah barat laut (pacchimāya anudisāya), di arah barat daya (uttarā anudisāya), di arah tenggara (dakkhīṇāya anudisāya), di arah bawah (heṭṭhimāya disāya), di arah atas (uparimāya disāya).
”
— Mettākathā, Ps 2.4
terj. Indra Anggara

Kemudian, pemancaran terarah dapat diterapkan pada masing-masing pemancaran yang tidak ditentukan dan pemancaran yang ditentukan. Misalnya, setelah memancarkan cinta kasih kepada semua makhluk di arah timur (Sabbe puratthimāya disāya sattā…), seseorang memancarkan cinta kasih ke semua makhluk di arah barat, lalu ke arah utara, lalu ke arah selatan, dan seterusnya; kemudian, seseorang memancarkannya ke semua makhluk bernapas dengan cara ini (Sabbe puratthimāya disāya pāṇā…), kemudian semua makhluk, semua pribadi, dan seterusnya hingga diperluas untuk semua yang lahir di alam rendah.

Terjemahan

Bahasa Inggris

Paṭisambhidāmagga adalah salah satu kitab terakhir dalam Tripitaka Pali yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.[12] Bahasa teknis yang digunakan kitab ini dan seringnya penggunaan pengulangan ayat merupakan tantangan bagi para penerjemah dan juru bahasa.[13]

  • Terjemahan pertama oleh Bhikkhu Ñāṇamoli diterbitkan secara anumerta, setelah melalui penyuntingan dan pengerjaan ulang yang ekstensif oleh AK Warder.[12][13]
  • Terjemahan: The Path of Discrimination, oleh Nanamoli, 1982, Pali Text Society, Bristol.
  • Sebagai tambahan, Mindfulness of Breathing, oleh Nanamoli, 1998 (edisi ke-6), Buddhist Publication Society, Kandy, Sri Lanka, mencakup terjemahan Ānāpānassatikathā atau Ānāpānakathā dalam Paṭisambhidāmagga, bersama dengan Ānāpānasati Sutta dan materi-materi lain dari kepustakaan Pali tentang subjek tersebut.

Referensi

  1. ↑ Kaitan ini dapat ditemukan dalam aṭṭhakathā (komentar) berbahasa Pali untuk Paṭisambhidāmagga (Paṭis-a I 1,18) (Hinüber, 2000, hlm. 60).
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Norman, Kenneth Roy (1983). Pali Literature (dalam bahasa English). Wiesbaden: Otto Harrassowitz. hlm. 87-89. ISBN 3-447-02285-X.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Lihat, mis., Sujato (terj.), "Up to Ten" (Dasuttarasutta, DN 34) di https://suttacentral.net/dn34/en/sujato.
  4. 1 2 Hinüber (2000), hlm. 60.
  5. 1 2 3 4 5 6 Ronkin, Noa (2005). Early Buddhist Metaphysics (dalam bahasa English). New York: Routledge. hlm. 91-2. ISBN 0-415-34519-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  6. ↑ Law, Bimala Churn (2000). A History of Pali Literature (dalam bahasa English). Varanasi: Indica Books. hlm. 287-90. ISBN 81-86569-18-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ↑ Hinüber (2000), hlm. 60.
  8. ↑ Ñāṇamoli, The Path of Discrimination, 1982, hlm. 359
  9. 1 2 Anggara, Indra (2009). Suttapiṭaka Khuddakanikāya: Paṭisambhidāmagga (PDF). Medan: Indonesia Tipitaka Center (ITC). hlm. 548–551.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Dikutip dalam Buddhaghosa & Ñāṇamoli (1999), hlm. 302, Vsm.IX,50. Lihat pula Ñanamoli (1987), bagian 11, "Methodical Practice: from the Patisambhidamagga," yang menerjemahkan kalimat ini sebagai: "May all beings be freed from enmity, distress and anxiety, and may they guide themselves to bliss."
  11. ↑ Dalam bagian artikel ini, sumber utama berbahasa Inggris adalah:
  12. 1 2 Norman, K. R. Journal of the Royal Asiatic Society of Great Britain and Ireland, no. 2, 1983, hlm. 314–315. JSTOR, www.jstor.org/stable/25211568.
  13. 1 2 McDermott, James hlm. Journal of the American Oriental Society, vol. 105, no. 4, 1985, hlm. 784–784. JSTOR, www.jstor.org/stable/602776.

Sumber

  • Hinüber, Oskar von (2000). A Handbook of Pāli Literature. Berlin: Walter de Gruyter. ISBN3-11-016738-7.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Ikon rintisan

Artikel bertopik Theravāda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan