Minggu, 25 Oktober 2026
13:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Mahā Nikāya

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Mahā Nikāya (Pāli; Thai: มหานิกาย; RTGS: Maha Nikai; Khmer: មហានិកាយ; Terjemahan literal: "ordo besar") adalah salah satu dari dua ordo sangha dalam Buddhisme Theravāda di Tailan dan Kamboja modern. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada biku beraliran Theravāda mana pun yang tidak termasuk dalam Dhammayuttika Nikāya. Maha Nikāya merupakan ordo Buddhisme Theravāda terbesar di Thailand dan Kamboja, yang menampung lebih dari 90% biku di Thailand. Ordo Mahā Nikāya saat ini menelusuri garis keturunannya kembali ke abad ke-15, ketika sekelompok biku Siam dikirim ke Sri Lanka untuk ditahbiskan kembali guna merevitalisasi dan membantu melestarikan tradisi monastik Thailand.[1]

Sejarah

Beberapa dekade setelah Dhammayuttika Nikāya, suatu ordo baru sebagai usaha menyingkirkan unsur sinkretis Buddhisme dengan kepercayaan tradisional Tai yang dianggap penuh takhayul (melalui penekanan Tripitaka Pali sebagai dasar praktik), didirikan pada tahun 1833 oleh Pangeran Mongkut yang kala itu adalah seorang biku, semua biku yang diakui yang tidak ditahbiskan dalam ordo Dhammayuttika dianggap sebagai bagian dari Mahā Nikāya, "kumpulan besar" dari mereka yang berada di luar persaudaraan Dhammayuttika yang baru.[1][2] Dengan demikian, sebagian besar biku di Thailand menjadi anggota Maha Nikāya secara otomatis; ordo itu sendiri pada awalnya tidak menetapkan praktik atau pandangan tertentu yang menjadi ciri khas mereka yang menganut kepercayaannya. Pada kenyataannya, ada ratusan Nikāya ("ordo") yang berbeda di seluruh wilayah Thailand yang disatukan sebagai "Mahā Nikāya".

Di Kamboja, situasi serupa juga terjadi. Dhammayuttika Nikāya diduga diimpor dari Thailand pada tahun 1855, dan para biku yang tetap berada di luar ordo Dhammayuttika diakui sebagai anggota Mahā Nikāya (bahasa Khmer: មហានិកាយ Mohanikay). Seorang patriark tertinggi yang terpisah untuk Dhammayuttika Nikāya ditunjuk oleh Raja Norodom I. Patriark tertinggi nasional sebelumnya kemudian menjadi kepala tituler Mahā Nikāya Kamboja.[butuh rujukan]

Di Thailand, seorang patriark tertinggi tunggal diakui memiliki otoritas atas Mahā Nikāya dan Dhammayuttika Nikāya. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa biku Mahā Nikāya telah berkampanye untuk pembentukan patriark Mahā Nikāya yang terpisah, karena hampir semua patriark tertinggi Thailand saat ini selalu berasal dari Dhammayuttika Nikāya yang didukung oleh keluarga kerajaan, meskipun biku Dhammayuttika Nikāya hanya berjumlah enam persen dari seluruh biku di Thailand.[3]

Pengaruh

Indonesia

Ordo Mahā Nikāya yang berdasarkan pada gerakan Dhammakaya telah berkembang di Indonesia di bawah bimbingan Majelis Agama Buddha Mahānikāya Indonesia (MBMI) yang diakui oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).[4][5]

Referensi

  1. 1 2 Buswell, Robert; Lopez, Donald S. (2013), The Princeton Dictionary of Buddhism, Princeton University Press, ISBN 978-0-691-15786-3, diarsipkan dari versi asli pada 2016-12-27, diakses 2016-09-27.
  2. ↑ Prof. Phra Thepsophon (Rector of Mahachulalongkorn Buddhist University). Buddhism in Contemporary Thailand. Diarsipkan 2015-04-01 di Wayback Machine Speech at the International Conference on Buddhasasana in Theravada Buddhist countries: Issue and The Way Forward in Colombo, Sri Lanka, January 15, 2003, Buddhism in Thailand, Dhammathai – Buddhist Information Network
  3. ↑ "The politics of Thailand's Buddhist Supreme Patriarch". Channel News Asia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-09-07. Diakses tanggal 2017-05-20.
  4. ↑ Ditjen Bimas Buddha (2019-05-22). "Waisak Mahanikaya Indonesia, Nyoman Jadi Baik Bangun Bangsa". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2024-02-18.
  5. ↑ Ditjen Bimas Buddha (2022-07-31). "Hadiri Pelantikan MBMI, Nyoman Organisasi Harus Dipandang Sebuah Milik nan Menjadi Panggilan Hati". Kementerian Agama RI. Diakses tanggal 2024-02-18.
Indonesia
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Banglades
Kamboja
Myanmar
Sri Lanka
Tailan
Laos
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan