Selasa, 29 September 2026
06:55 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Inisiasi Buddhis

"Visuddhi" beralih ke halaman ini. Untuk kitab risalah tradisional, lihat Visuddhimagga.
"Jyukai" beralih ke halaman ini. Untuk grup musik Jyukai, lihat Jyukai (grup musik).
"Jukai" beralih ke halaman ini. Untuk hutan di Jepang, lihat Aokigahara.
Artikel ini bukan mengenai Upasampadā.

Dalam agama Buddha, upacara inisiasi (Pali: Ārādhanā; Pinyin: shòujiè;Romaji: Jukai;bahasa Korea: 수계;Romaja: sugye), juga dikenal sebagai permohonan tuntunan Tisaraṇa dan Pañcasīla (Pali: Ārādhanā Tisaraṇa Pañcasīla)[1] dan visuddhi upāsaka-upāsikā (Pali; terj. har. 'pemurnian upasaka-upasika'),[web 1] mengacu pada upacara inisiasi (pengukuhan) publik ketika seorang umat awam Buddhis menyatakan perlindungan kepada Triratna dan menerima sila-sila Buddhis tertentu.[2][web 2] Rincian upacara ini sangat berbeda berdasarkan negara dan aliran Buddhis.

Buddhisme Theravāda

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
20px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalBuddhisme

Di komunitas Theravāda tradisional, seorang non-Buddhis menjadi umat awam Buddhis (upasaka-upasika) dengan melafalkan formula kuno dari Tiga Perlindungan (Tisaraṇa) dan Pancasila Buddhis, baik setelah menerima tuntunan formal dari seorang biku/bikuni,[web 3] atau dengan melakukan pembacaan secara pribadi di depan sebuah cetiya atau citra Buddha.[web 4] Bayi yang baru lahir dari orang tua Buddhis secara tradisional diinisiasi dengan dibawa dalam kunjungan pertama mereka ke wihara, biasanya pada hari uposatha (fase bulan purnama) atau hari raya, untuk dikenalkan kepada Triratna.

Terkadang, dalam konteks monastik, istilah "upacara inisiasi" dapat merujuk pada "upacara penahbisan."[web 5]

Buddhisme Zen

Bagian dari serial
Buddhisme
120px-%E7%A6%AA-ouyang.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lima Kelompok
Caodong / Sōtō
Linji / Rinzai
Fayan / Hōgen
Guiyang / Igyō
Yunmen / Unmon
Tata cara
Meditasi duduk
Samādhi
Pencerahan
Pelatihan Kōan
Naskah utama
Sūtra Laṅkāvatāra
Sūtra Intan
Sūtra Hati
Sūtra Śūraṅgama
Sūtra Mimbar
Kumpulan Kōan
Buddhisme Mahāyāna
Garis waktu Buddhisme
(Kategori)

Tiongkok

Di Tiongkok, ritual ini disebut shòujiè (受戒). Aksara 受 berarti "menerima," sedangkan 戒 berarti "sila-sila." Secara bersama-sama, aksara-aksara ini diterjemahkan sebagai "diinisiasi" atau "ditahbiskan."

Banyak orang percaya pada Buddhisme tetapi tidak melalui upacara inisiasi apa pun. Umat Buddha semacam ini merupakan mayoritas. Hanya sebagian kecil umat Buddha yang telah melalui upacara yang menjadikan penerima sebagai upasaka atau upasika dan menerima lima perintah. Mereka adalah umat Buddha formal.[3]

Lewis Hodous, dalam bukunya tahun 1920 Buddhism and Buddhists in China juga mengomentari upacara Tiongkok, setelah mencatat upacara inisiasi untuk mereka yang memasuki kehidupan monastik dan umat awam: "Yang kurang bersifat pribadi adalah inisiasi saudara dan saudari awam, diberi tanda (cap) bakar yang lebih ringan di pergelangan tangan kanan, sementara semua di sekitarnya melantunkan 'Namo Benshi Shijiamoni Fo.' (Hanzi:南無本師釋迦牟尼佛; Pinyin:Námó Běnshī Shìjiāmóunífó; harfiah: 'Aku berlindung pada Guru Asalku, Sākyamuni-Buddha').[4]

Jepang

Di Jepang, ritual ini disebut jukai.

Mazhab Sōtō

Dalam mazhab Sōtō di Amerika Serikat, inisiasi awam berlindung pada Tiga Permata (atau Tiga Perlindungan—Buddha, Dharma dan Sangha), Tiga Sila Murni (untuk tidak berbuat jahat, untuk berbuat baik saja, dan untuk berbuat baik bagi orang lain) dan Lima Sila Utama—Meneguhkan hidup: tidak membunuh; Memberi: tidak mengambil apa yang tidak diberikan secara cuma-cuma; Menghormati tubuh: tidak terlibat dalam perbuatan seksual yang salah; Mewujudkan kebenaran: tidak berbicara tidak benar; dan Melangkah dengan jelas: tidak mengaburkan pikiran dengan zat-zat memabukkan.[web 6][web 7]

Mazhab Rinzai

Dalam mazhab Rinzai, siswa berlindung pada Tiga Permata (atau Tiga Perlindungan) dan, serupa dengan praktik Tiongkok dan Korea yang berasal dari India, mereka menerima pancasila buddhis untuk umat awam.[web 8]

Korea Selatan

250px-Korean_Buddhist_Card.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kartu Inisiasi Buddhis yang diberikan kepada mereka yang bergabung dengan Ordo Jogye, memuat nama Buddhis baru yang ditahbiskan dan melambangkan komitmennya untuk mengambil dan melatih Pancasila Buddhis.

Di Korea Selatan, ritual yang disebut sugye (수계), melibatkan secara formal berlindung pada Triratna: Buddha, Dharma, dan Sangha, dan menerima pancasila buddhis. Selama ritual, inisiat disentuh dengan dupa yang menyala. Ini untuk meninggalkan bekas permanen yang berfungsi untuk mengingatkan inisiat akan janji mereka untuk menjunjung tinggi panca sila. Selama (atau tepat setelah) upacara, inisiat diberi nama Buddhis.[5]

Amerika Serikat

Di Amerika Serikat, ritual utama penerimaan sila-sila didasarkan pada tradisi Zen Jepang. Menurut Seager, "jukai adalah ritus inisiasi formal yang menandai masuk ke dalam komunitas Buddhis. Pada saat itu, seorang siswa diberi nama Dharma. Dia juga membuat komitmen terhadap sila-sila, yang diinterpretasikan sedikit berbeda di berbagai komunitas."[6]

Di Diamond Sangha, jukai "biasa dipraktikkan" meskipun beberapa anggota tidak pernah menjalani upacara karena mereka adalah anggota agama lain yang melarang inisiasi semacam itu. Oleh karena itu, beberapa orang akan mengatakan, mereka bukanlah Buddhis menurut definisinya.[7]

Di Rochester Zen Center dan pusat-pusat afiliasinya, upacara jukai melibatkan pengambilan sila-sila yang sama seperti dalam tradisi Soto dan White Plum; namun, dari mazhab ke mazhab atau silsilah ke silsilah, interpretasi dan terjemahan sila-sila dapat bervariasi.[8]

White Plum Asanga mengikuti ritual yang sama dengan mazhab Soto Jepang.

Catatan

  1. ↑ Pabhaṅkaro 2004, hlm. 18.
  2. ↑ Johnson 2003, hlm. 55.
  3. ↑ Ling 2004, hlm. 184.
  4. ↑ Hodus 1924, hlm. 13.
  5. ↑ Hellmann 2009, web.
  6. ↑ Seager 1999, hlm. 109.
  7. ↑ Spuler 2003, hlm. 67-68.
  8. ↑ Chodron 2000, hlm. 124-125.

Referensi

Sumber web

  1. ↑ "Visuddhi upāsaka-upāsikā secara massal kali pertama digelar di Mahavihara Buddhamanggala – Sangha Theravada Indonesia". Diakses tanggal 2025-10-24.
  2. ↑ "Going for Refuge & Taking the Precepts". Access to Insight. Diakses tanggal 2025-10-24.
  3. ↑ A.G.S. Kariyawasam (1996). "Buddhist Ceremonies and Rituals of Sri Lanka, Chapter 1, "Initiation and Worship,"".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  4. ↑ Misalnya, lihat:
  5. ↑ "Buddhist Theravada initiation ceremony - in pictures". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2013-04-24. ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-10-24.
  6. ↑ "Precepts and Jukai". Red Cedar Zen Community. Diakses tanggal 2025-10-24.
  7. ↑ Lay Initiation Ceremony: Receiving Soto Zen Buddhist Precepts (Jukai), Atlanta Soto Zen Buddhist Center, American Soto Zen Buddhist Association
  8. ↑ "Shoken and Jukai". Diarsipkan dari asli tanggal 12 Februari 2017. Diakses tanggal 11 Februari 2017.

Bacaan lanjutan

Pranala luar

40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan