Sabtu, 26 September 2026
21:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Zazen

Zazen

Dalam Buddhisme Zen, zazen (harfiah "duduk meditasi"; Jepang: 坐禅; China sederhana: 坐禅) adalah disiplin meditasi yang praktisi lakukan untuk menenangkan tubuh dan pikiran, dan agar dapat cukup berkonsentrasi untuk mengalami wawasan terhadap sifat eksistensi dan dengan demikian mendapatkan pencerahan.

250px-The_Thinker%2C_Rodin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kosho Uchiyama menulis bahwa karya Auguste Rodin The Thinker, di mana "punggung, pinggang, tungkai, lengan, dan bahkan jemari" bengkok, berlawanan dengan postur zazen.[1]
250px-Zazen_au_Centre_Europ%C3%A9en_du_Zen_Rinzai.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zazen dalam aliran Rinzai

Zazen dianggap sebagai inti dari praktik Zen. Tujuan dari zazen hanya duduk, yaitu menangguhkan semua pemikiran yang menghakimi, dan membiarkan kata-kata, ide, gambar dan pikiran lewat tanpa terlibat di dalamnya.

Jepang pada masa samurai, para samurai mencapai kesempurnaan dalam seni bela diri seperti kenjutsu, kyujutsu, dan jiu-jitsu melalui praktik Zazen. Praktik ini ideal bagi cara hidup samurai karena menekankan pada ketenangan, kewaspadaan, dan kerelaan dalam menghadapi kematian.[2]

Praktik Zazen

Tradisi Zazen mencakup periode meditasi kelompok intensif di sebuah biara (zendo). Dalam rutinitas sehari-hari, para biarawan diharuskan untuk bermeditasi selama beberapa jam setiap hari. Namun, selama periode intensif ini, mereka mengabdikan diri semata-mata hanya untuk mempraktikkan zazen atau meditasi duduk. Periode meditasi selama 30-50 menit yang berkali-kali disisipi dengan istirahat pendek, makan, dan kadang-kadang, pekerjaan jangka pendek harus dilakukan dengan kesadaran yang sama; tidur malam dilakukan seminimal mungkin: 7 jam atau kurang dari itu. Salah satu aspek yang khas dari Zazen berkelompok adalah penggunaan serpihan kayu datar yang digunakan untuk menjaga pelaku meditasi tetap fokus dan terjaga.

Mengamati nafas

Selama duduk bermeditasi, praktisi mengambil posisi seperti posisi:

  • lotus
  • setengah lotus
  • Burma, atau
  • seiza,

dengan menggunakan dhyāna mudrā. Untuk mengatur pikiran, kesadaran diarahkan dengan menghitung atau mengamati napas, atau dimasukkan ke dalam pusat energi di bawah pusar.[3] Sering kali, bantal persegi atau bulat ditempatkan di atas tikar empuk dan digunakan untuk duduk.

Mengamati pikiran

Di aliran Zen Soto, meditasi tanpa objek, hasrat, atau isi, adalah bentuk utama dari praktik meditasi ini. Pelaku meditasi berusaha menyadari aliran pikiran yang memungkinkan pikiran tersebut untuk muncul dan hilang tanpa gangguan. Pembenaran secara tekstual, filosofis, dan fenomenologis yang cukup besar untuk praktik ini dapat ditemukan di seluruh Dogen Shōbōgenzō, seperti misalnya dalam buku "Principles of Zazen"[4] dan "Universally Recommended Instructions for Zazen”.[5] Dalam bahasa Jepang, praktik ini disebut shikantaza.

Rujukan

  1. ↑ Uchiyama, Kosho (2004). Opening the Hand of Thought: Foundations of Zen Buddhist Practice. Wisdom Publications. hlm. 45–46, 105. ISBN 0861713575.
  2. ↑ Zen & Martial Arts zen-buddhism.net
  3. ↑ Sheng, Yen. "Fundamentals of Meditation"
  4. ↑ Soto Zen Text Project. "Zazengi translation". Stanford University.
  5. ↑ Soto Zen Text Project. "Fukan Zazengi". Diarsipkan 2008-04-29 di Wayback Machine. Stanford University


Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan